Aku Dukung Kamu dari Sini
Ditulis untuk seorang manusia yang sedang memperjuangkan mimpinya.
Aku Dukung Kamu dari Sini
Ditulis untuk seorang manusia yang sedang memperjuangkan mimpinya.
Foto oleh Dominic Kurniawan Suryaputra di Unsplash
Haloo, sayangnya aku. Hehe
Kamu lagi apa di sana? Ih aku kangen bangetttt tahu nggak siiiih. Udah makan belum? Lagi begadang ngerjain tugas kah? Tadi kelasnya gimana? Dosennya galak nggak? Temen-temennya pada care nggak? Biasanya duduk di kursi sebelah mana? Depan nggak sih? Kayaknya iya deh. Kan anak rajin dan cerdas, pasti nggak akan duduk di belakang, wkwk.
Seluruh dunia harus tahu sih betapa kerennya sahabat aku yang satu ini. Kegiatannya setiap hari selalu produktif dan bermanfaat buat orang lain. Sampe kadang aku penasaran, berapa lama waktu yang dia habiskan setiap hari cuma untuk dirinya sendiri?
Selama beberapa bulan di sana udah sakit berapa kali? Udah nemuin cafe yang matchanya kamu suka belum? Biasanya masak apa tiap mau makan? Kantin kampus nyaman nggak pas kamu makan di sana? Kalau mau pergi kemana-mana naik apa biasanya? Kegiatan kamu dari pagi sampai malem ngapain aja? Pasti full banget nggak siiih? Keren sayangnya aku.
Jangan sampe nggak makan sama sekali selama sehari ya. Di kepala kamu kalau bisa harus terngiang-ngiang suara aku tiap kali skip makan, wkwk.
Sama seperti aku yang selalu inget pesan kamu buat nggak ngebut di jalan dan selalu berdoa setiap kali mau pergi kemanapun.
Karena lagi jauh, aku nggak bisa tiba-tiba samperin dan bawain sekotak martabak sama segelas matcha dingin.
Nggak bisa tiba-tiba peluk kamu tiap kali harinya berat. Nggak bisa tiba-tiba ngelus kepala kamu tiap mau rehat sebentar dari hiruk pikuk dunia.
Belum bisa tiba-tiba genggam tangan kamu tiap kali kamu ingin diyakinkan bahwa kamu nggak sendirian. Belum bisa pukpuk punggung kamu ketika semua beban lagi berat-beratnya.
Aku, tiap kali kangen sama kamu nih, nggak akan chat atau telepon. Kalau dulu mungkin masih iya, sekarang udah nggak berani.
Sadar diri kalau di sana kamu lagi berjuang dengan banyak sekali hal yang harus diselesaikan sendirian.
Setiap kali lihat kamu pulang, pengen minta waktunya buat ketemu. Sebentaaar aja.
Meskipun mungkin nggak akan ngobrol terus, diem aja tapi duduk di sebelah kamu pun juga nggak apa.
Tapi sayangnya, bahkan untuk waktu yang cuma sebentar itu, aku nggak berani minta.
Aku takut buang-buang waktu berharga kamu cuma buat menghandle aku.
Setiap kali sesuatu terjadi aku langsung inget kamu, pengen cerita ke kamu. Inget dulu kamu pernah bilang kalau ada apa-apa cerita aja.
Tapi setelah beberapa kali aku coba, hasilnya justru bikin aku merenung, sedih dan kesel sendiri.
Tenang aja, aku nggak akan nyalahin kamu karena kamu nggak salah. Aku sadar diri banget, kamu capek dan banyak yang harus diurus. Prioritasnya ada banyak dan aku nggak tahu masuk yang ke berapa. Hehehe. Gwencana, aku nggak apa.
Walaupun kadang tiap liat story kamu lagi main sama orang lain, suara di kepala aku tiba-tiba tanya,
“Dia bisa tuh main sama temen-temennya yang lain pas lagi pulang, tapi kok nggak bisa ya nepatin janjinya buat main sama kamu?”
Kadang aku bisa lawan dengan memahami bahwa mungkin aja mereka udah lebih dulu ada janji ketemu sama kamu. Toh lagian juga waktu kamu buat pulang pasti sedikit, jadi harus ketemu sama sanak saudara dan temen-temen lama yang jauh lebih penting.
Kadang cuma bisa senyum tipis sambil ngertiin bahwa nggak semua orang bisa meluangkan waktunya buat aku meskipun sebenarnya sama-sama ingin.
Kamu tahu nggak aku biasanya ngapain tiap kangen? Liatin kamu dari sini… lagi pake topi koboi sambil nyengir lebar. Pasti kamu nggak sadar kan tiap kali aku liatin.
Kadang aku ajak ngobrol sih, tapi nggak ada respon dari kamunya euy. Kadang malah kamu masuk ke mimpi, berarti itu kamu yang kangen aku kan? Iya tuh pasti.
Cuma mau bilang, boleh kok buat beli matcha sesekali ketika semuanya lagi berat. Boleh beli camilan yang enak setiap kali kamu pengen. Jangan sampe karena terlalu sibuk sama karir jadi lupa sama kesehatan diri.
Aku tahu kamu dikelilingi sama banyak orang yang sayang dan selalu dukung kamu. Tapi aku juga pengen bilang sama kamu, ketika ada beberapa hal yang nggak tahu mau dibagi ke siapa, kamu boleh cari aku seperti apapun musim hidup kamu.
Karena sesibuk apapun aku, dari dulu hingga sekarang, akan selalu aku usahain untuk menghandle dan nemenin kamu meski dari jauh.
Makasih udah selalu memperlakukan aku dengan baik selama ini. Aku nggak bisa balas semua kebaikan kamu, bisanya cuma berdoa semoga Allah kasih ketenangan dan kebahagiaan untuk kamu dengan berkali-kali lipat.
Bisanya cuma dukung kamu dari jauh, liatin kamu dari sini, doain kamu semoga bisa memenangkan semua hal yang lagi diusahain.
I’m here, always. Tenang aja, kamu akan selalu aku sayang kok. Jadi… baik-baik ya di sana. Jaga diri dan jangan nakal. Jangan jauh-jauh dari Allah.
Meski nggak tahu kapan bisa ketemu lagi, semoga kamu nggak akan pernah lupa kalau aku ada. Hehe.
Selama yang kamu usahakan itu baik dan Allah ridha’, pasti akan Allah mudahkan untuk mencapainya. Aku pasti dukung kamu dari sini.
Segitu dulu yaa dari aku. Kalau ditulis di sini semua nanti jadi makin panjanggg banget. See you when i see you.
Dari aku, yang selalu mensyukuri kehadiran kamu.
메타데이터
- post_id
- f9909035af9e
- slug
- aku-dukung-kamu-dari-sini-f9909035af9e
- url
- https://medium.com/@meiarml/aku-dukung-kamu-dari-sini-f9909035af9e
- canonical_url
- https://medium.com/@meiarml/aku-dukung-kamu-dari-sini-f9909035af9e
- author_url
- https://medium.com/@meiarml
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-15 20:49:13