← Back to list

“Analisis Bahasa Kiasan pada Lagu I Love Me oleh Demi Lovato”

Juhari Yusuf Fatahillah

Juhariyusuffatahillah · 2023-12-06 02:30 · 0 claps · 21.1 min read
#bahasa-kiasan #lirik-lagu #maja #musikvideo
Open on Medium ↗
Wiki topics: 💑 · Relationships

“Analisis Bahasa Kiasan pada Lagu I Love Me oleh Demi Lovato”

Juhari Yusuf Fatahillah

Universitas Al-Azhar Indonesia, Prodi: Bahasa dan Kebudayaan Inggris, NIM:0403518024

Email: juhariyusuffatahillah@gmail.com

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul Analisis Bahasa Kiasan pada Lagu I Love Me oleh Demi Lovato. Penelitian mempunyai tujuan yaitu mengkaji bahasa kiasan melalui segi lirik lagu sehingga mempunyai pesan positif yang berupa kehidupan yang dijalani harus tetap berjalan yang mempengaruhi pemikiran seseorang dalam menghargai waktu. Sedangkan, melalui pesan negatifnya adalah terjadinya kejadian yang pada masa lalu oleh musisi tersebut sehingga menyisipkan potongan gambaran dalam musik video nya. Penelitian ini menggunakan Bahasa Kiasan, kalimat pada lagu, dan musik video dalam cakupan penelitiannya. Penelitian ini menggunakan metode tekstual analisis dengan teknik simak dan catat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Bahasa Kiasan oleh Knickerbocker dan Reninger, C, Holman dan Harmon serta Teori Makna oleh Leech. Teori oleh Knickerbocker dan Reninger menjelaskan bahwa Bahasa kiasan adalah bahasa yang didapat dari penggunaan literatur atau karya sastra dan berdasarkan pada setiap perbedaan dalam suatu hal yang mempunyai keterkaitan antara satu dengan lainnya. Sedangkan menurut Holman dan Harmon, bahasa kiasan adalah bahasa yang mengandung arti kata berdasarkan penggunaannya tetapi digunakan berdasarkan fungsi bahasa tersebut. Selain itu, terdapat teori makna yang terdiri atas majas konotatif dan denotatif. Teori ini digunakan oleh Leech untuk mengidentifikasi makna yang sebenarnya dan makna yang mengandung kalimat secara objektif, yang berarti makna ini sesuai dengan apa yang dicantumkan oleh penutur tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah berupa dua macam majas personifikasi, dua macam majas metafora, dua macam majas metonim, dua macam majas ironi, dua macam majas Ibarat kata, dan tiga macam majas simbol, serta 1 macam pada kalimat konotatif dan denotatif.

**Keywords**: Bahasa kiasan, lirik lagu, Kalimat, majas, makna, musik video.

PENDAHULUAN

Pada umumnya, bahasa yang digunakan struktur kalimat atau kata terdapat arti atau makna yang implisit. Maksudnya adalah kalimat yang dituliskan mempunyai arti tersendiri dikarenakan penulis tidak ingin memamparkan secara nyata pada arti kalimatnya. Kalimat dalam konteks mengandung suatu komunikasi yang bertujuan untuk komunitas. Begitu juga dengan penulis yang menuliskannya dengan bahasa kiasan. Bahasa kiasan adalah gaya bahasa yang berkaitan dengan kegiatan membaca tetapi disampaikan melalui konteks secara seni. Bahasa kiasan juga disebut “gaya bahasa secara metafor tetapi penyampaian yang disampaikan nya disesuaikan dengan tingkatan gaya bahasa itu sendiri.” (Knickerbocker & Reninger, 1963, hal. 637) Disini berarti bahasa kiasan mempunyai penggunaan gaya bahasa melalui pemaknaan arti yang berkaitan dengan kegiatan seni. Gaya yang dimaksud juga adalah gaya yang bisa disampaikan melalui pengaruh dari hasil bahasa itu sendiri, tetapi melalui tingkatan pada penggunaan bahasanya.

Biasanya banyak penulis yang menggunakan kalimat dengan gaya bahasanya secara berbeda, karena mereka ingin membuat pembaca menjelajahi atau mengeksplor pada kalimat yang penulis gunakan. Penulis juga mampu memaparkan tulisannya dalam teks bacaan, terutama pada lagu. Lagu yang digunakan biasanya bisa terjadi dikarenakan ada latar belakang yang mendukung penulis dalam menuliskan kalimat pada lirik lagu tersebut. Hal ini terjadi karena lagu yang ditulis oleh penulis bisa mengubah pandangan kepada pendengar dalam penyampaiannya. Biasanya lirik lagu yang ditulis memiliki keunikan tersendiri dikarenakan adanya hal-hal yang pendengar tidak diketahui. Dalam sebuah lagu, pendengar mampu menjelajahi makna lagu ketika mereka mendengarkannya.

Penulisan ini akan membahas tema yang berkaitan dengan musik dalam dukungan aspek yang berbeda di topik tersebut. Topik yang akan dikaji ialah aspek dan sudut pandang pada lagu I Love Me oleh Demi Lovato. Alasan dalam memilih topik ini dikarenakan lagu ini memiliki pesan positif, negatif, serta bahasa atau majas kiasan yang akan mengfokuskan pada penulisan ini. Gaya bahasa pada makna kiasan ini terdiri atas simile, personifikasi, hiperbola, metafora. Pesan yang digunakan melalui segi lagu dalam penulisannya dilakukan oleh musisi yaitu melalui pesan positif yang mengartikan bahwa kehidupan yang dijalani harus tetap berjalan meskipun banyak tantangan yang mengeksploitasi atau mempengaruhi pemikiran seseorang dalam kehidupannya. Sedangkan, melalui pesan negatifnya adalah terjadinya kejadian yang tidak diharapkan oleh muisis tersebut sehingga menyisipkan potongan gambaran dalam musik video nya. Penulis menggunakan sudut pandang atau opini nya dengan mengintepretasikan arti dari judul lagu dan makna lagu tersebut. Mengenai arti pada judul ini, musisi memaparkan kisahnya melalui potongan cerita dari karir nya yang dari awal hingga sekarang. Lagu ini menjelaskan bagaimana kehadiran dalam mencintai diri sendiri terutama menghargai waktu yang digunakan sehingga mempunyai keterbelakangan dalam melawan kekurangan mental yang dihadapinya. Kesesuaian dalam judul dan isi dari lagu tersebut memberikan nuansa kepada pendengar musik sehingga penyampaian yang dilakukan oleh musisi tersebut terlihat nyata.

Sebagai tambahan, terdapat konteks historis yang menghubungkan lagu ini dengan beberapa penjelasan mengenai sistem yang mengatasi penyakit mental menurut aspek kesehatan atau medis. Dalam latar belakang ini, peneliti akan mencantumkan pertanyaan dalam permasalahan ini sebagai berikut: Bagaimana analisis pada bagian lirik lagu dalam gaya bahasa kiasan?

KERANGKA TEORI

Dalam menuliskan penulisan ini, terdapat penggunaan teori yang mengenai bahasa kiasan yang terdiri atas simile, personifikasi, metafora, hiperbola, teori tentang makna, dan aspek kesehatan yang terlibat dalam sistem pencegahan penyakit mental.

A. Teori Bahasa Kiasan

“Bahasa kiasan biasanya dikenal sebagai bahasa yang mempunyai makna simbolis atau deskriptif pada salah satu jenis yang dikenal dalam majas.” (Knickerbocker & Reninger, 1963, hal. 400) Penjelasan diatas maksudnya adalah bahasa kiasan yaitu bahasa yang didapat dari penggunaan literatur atau karya sastra dan berdasarkan pada setiap perbedaan dalam suatu hal yang mempunyai keterkaitan antara satu dengan lainnya. Tetapi menurut (Holman & Harmon, 1986, hal. 202), bahasa kiasan adalah “bahasa yang diterjemah melalui penggabungan kata dalam menggunakan analogi atau mengetahui dan menggambarkan kesamaan pada hal yang berbeda.” Penjelasan disamping mengartikan bahwa bahasa kiasan adalah bahasa yang mengandung arti kata berdasarkan penggunaannya tetapi digunakan berdasarkan fungsi bahasa tersebut. Bahasa ini juga mempengaruhi penggambaran dari sudut pandang penulis yang mempunyai keterkaitan dalam pesan yang tersirat maupun tersurat. Bahasa kiasan ini memilki jenis klasifikasi yang dapat diketahui yaitu personifikasi, metafora, hiperbola, metonim, dan simbol

Personifikasi

“Majas yang menggambarkan objek, hewan, atau ide abstrak yang menggambarkan karakteristik pada manusia.” (Knickerbocker & Reninger, 1963, hal.400). Maksudnya adalah penggambaran pada suatu lambang pada ungkapan yang digambarkan melalui benda mati maupun hidup. Contohnya adalah “The wind howled in the night.” Kalimat tersebut menjelaskan bahwa sebuah angin yang di identifkasikan sebuah benda mati mempengaruhi keterkaitan antara malam dan penggambaran pada sebuah hewan yaitu serigala. Artinya, angin yang bersuara di malam hari mendefiniskan seekor serigala yang melolong di malam hari. Angin disini hanya suatu perantara dalam penggunaan dikarenaka benda mati.

Metafora

“Penggunaan metafor diartikan sebagai dua hal yang mempunyai keterkaitan, tetapi mempunyai perbandingan yang tersirat atau implisit.” (Knickerbocker & Reninger, 1963, hal. 400) Penjelasan diatas mengatakan bahwa penggunaan makna yang tersembunyi pada ungkapan digunakan antara salah dua kata yang menghubungkan dalam arti yang belum diketahui sebenarnya. Contoh pada penggunaan metafora yaitu “Life’s but a walking shadow.” (Knickerbocker & Reninger, 1963, hal. 400) Dalam kalimat ini menjelaskan bahwa contoh kutipan pada karya Shakespeare yang berjudul “Macbeth” adalah kehidupan yang tidak mempunyai tujuan adalah kehidupan yang tidak ada artinya. Artinya, makhluk hidup terutama manusia yang tidak mempunyai arah, kehidupannya akan menjadi sia-sia jika tidak mempunyai jalan keluar atau solusi dari akar permasalahan.

Hiperbola

“Penggunaan kata-kata yang berlebihan dalam efek yang tertentu pada lawan bicaranya.” (Knickerbocker & Reninger, 1974, hal. 284). Tetapi, pendapat lain mengatakan bahwa hiperbola menjelaskan “keadaan normal yang menggunakan ungkapan secara berlebihan tanpa mengajak penutur.” (Holman & Harmon, 1986, hal. 246). Penjelasan yang dimaksud dalam kedua ahli ini adalah penggunaan pada kata — kata secara berlebihan tanpa menyindir lawan bicara yang diajaknya. Maksudnya adalah hiperbola disini meyakinkan pembaca dengan menggunakan kalimat secara berlebihan agar memberi kesan yang positif maupun negatif. Contoh dari majas ini adalah “Go and catch a falling star.” Maksudnya dalam penggunaan kalimat disamping ini adalah penutur menjelaskan bahwa kalimat di atas ini berlebihan dan mengandung pikiran yang tidak stabil dikarenakan ucapannya yang kurang baik. Dengan demikian, penutur disamping ini mengatakan ucapannya secara berlebihan bahwa tidak ada bintang jatuh, hanyalah bintang yang bersinar di langit.

Ironi

“Pernyataan yang dikatakan secara berlawanan dengan apa yang diartikan berdasarkan konteks yang mempengaruhi keadaan di dalam kalimat tersebut.” (Knickerbocker & Reninger, 1974, hal. 284). Artinya, penggambaran ironi menyatakan suatu kebenaran yang diungkapkan oleh penutur berdasarkan dengan penggambaran sebenarnya. Sedangkan, menurut (Holman & Harmon, 1986, hal. 264) “Ironi adalah suatu term yang mengacu dalam kenyataan perbedaan dari kehadiran dalam kalimat.” Artinya, majas ironi disini adalah suatu pernyataan yang diungkapkan oleh penutur dalam menggambarkan keadaan sebenarnya. Contoh dari majas ironi ini adalah “Wah bunga-bunganya berkuncup dan warna nya juga berubah” Dari kalimat disamping menyatakan bahwa arti sebenarnya adalah bunganya layu dengan menyebabkan perubahan warna pada bunga tersebut.

Metonim

Metonim adalah majas yang digunakan dalam menjelaskan satu hal yang digunakan untuk kepentingan lainnya pada keterkaitan kalimat dalam struktur tersebut. (Knickerbocker & Reninger, 1974, hal. 283). Hal ini dijelaskan karena penggunaan pada kata yang memiliki persamaan dapat diartikan melalui objek atau subjek sebagai pendefinisiannya. Contoh dalam majas ini adalah “the crown used for the king.” (Knickerbocker & Reigner, 1974, hal. 284) Kalimat disamping ini menjelaskan bahwa sebuah mahkota memiliki keterkaitan dalam aturan kerajaan yang sudah dicantum dalam pemerintahannya. Oleh karena itu, raja disini diutarakan sebagai objek pada pemakai mahkota tersebut.

Allusion:

Suatu majas yang memiliki keterikatan pada sumber dalam historis atau kejadian, objek, bahkan tokoh sastra. (Holman & Harmon, 1986, hal. 12). Menurut (Knickerbocker & Reninger, 1974, hal. 284) kiasan adalah referensi yang digunakan dalam hal yang memilki keterikatan pada tempat, kejadian, bahkan seseorang. Kedua penjelasan ini menyimpulkan bahwa pengertian dari kedua memiliki ketersamaan dalam arti maupun pemaknaannya. Secara singkat, kedua pengertian bisa disimpulkan bahwa suatu kejadian dapat disebut jika kejadian tersebut bersifat kegiatan yang bersifat penting seperti hari-hari penting atau tokoh-tokoh yang berkaitan dengan seseorang pada kalimat tersebut. Contoh dari majas kiasan atau ibarat kata ini adalah “No! I am not Prince Hamlet, nor was meant to be.” (Knickerbocker & Reningger, 1974, hal. 284) Kalimat disamping ini bahwa penutur menyampaikan apa yang telah disampaikan dengan menolak dan mengaku bahwa dia bukanlah seoran pangeran hamlet. Pangeran hamlet disini menjelaskan suatu referensi atau acuan pada kalimat tersebut sehingga memilki makna allusion atau ibarat kata pada penyampaiann yang digunakannya.

Simbol

“Suatu tanda atau symbol diidentifikasikan ke dalam suatu hal yang mendukung, mewakili, hal yang lain, simbol disini mereferensikan sebagai suatu majas walaupun terjadinya perbedaan teknis antara keduanya sehingga simbol yang mengacu bisa dijelaskan dalam puisi.” (Knickerbocker & Reningger, 1974, hal. 284) Hal ini dijelaskan bahwa melalui simbol, penutur bisa mencantumkan tulisan yang memilki keterkaitan di dalamnya. Simbol juga disini bisa dikenali atau identifikasi sebagai hal yang mempunyai keterkaitan dalam pengaruh kegiatan di dalam lingkungan pada penutur tersebut. Contoh untuk simbol pada bahasa kiasan ini adalah “A lion stands for strength and courage.” (Dikutip dari Interpreting Literature) Kalimat diatas menjelaskan bahwa seekor singa adalah sebuah simbol atau tanda untuk keberanian dan kekuatan.” Dijelaskan bahwa pada penggunaan simbol atau tanda yang memberikan efek keberanian yang menghasilkan hasil yang baik. Hal ini terjadi adanya representasi atau penggambaran secara tersirat pada makna yang terkandung dalam suatu tanda tersebut.

B. Teori Makna

Geoffrey Leech membagikan bahwa terdapat dua makna yang berkaitan yaitu makna denotatif dan konotatif pada suatu kalimat.

Makna denotatif adalah “makna yang menjadi suatu faktor utama dalam komunikasi bahasa dengan menggunakan tujuan untuk mengumpulkan, memberikan suatu intepretasi pada kalimat yang digunakan dalam memaparkan representasi hal yang berkaitan dengan sumber bahasa tersebut.” (Leech, 1974:9). Contoh pada makna denotatif adalah “ketika kalimat yang dijelaskan mengandung makna positif dengan apa yang diikuti di dalamnya juga bentuk kalimat bisa diubah ke makna negatif yang tidak dimiliki di dalam kalimat tersebut.” (Leech, 1974:10). Penjelasan disini maksudnya adalah arti atau makna yang digunakan dalam menggambarkan hal yang sebenarnya.

Makna konotatif

“Makna yang dijelaskan melalui ekspresi berdasarkan apa yang diarahkan jika melalui gambaran konseptual yang murni secara tinggi.” (Leech, 1974:12) Disini menjelaskan bahwa makna konotatif adalah makna yang mengandung kalimat secara objektif, yang berarti makna ini sesuai dengan apa yang dicantumkan oleh penutur tersebut. Kalimat konotatif biasanya berisi ungkapan seperti narasi, peribahasa atau ungkapan pada pemaknaan kata tersebut. Contoh pada kalimat ini yaitu wanita itu seperti mawar putih berduri. Artinya seorang wanita yang memiliki keindahan dalam fisiknya, tetapi hatinya jelek. Hal ini diketahui karena wanita tersebut diibaratkan sepert mawar putih yang berarti suci, tetapi memiliki duri (tidak berhati mulia).

C. Aspek Kesehatan pada penyakit mental

Aspek kesehatan yang meliputi penyakit mental ini didasari atas kualitas kehidupan dan kesehatan yang berujung mengalami kenaikan. Dikutip dari artikel Pendidikan tentang “America’s Long-Suffering Mental Health System” “rata masyarakat yang berumur di bawah dua puluh lima tahun kurang mengalami penyakit seperti schizophrenia, kelainan bipolar, atau kelainan utama yang disebabkan depresi sebanyak empat persen dari populasi.” Hal ini dikarenakan terjadinya korban kekerasan pada kejahatan yang mereka peroleh. Permasalahannya juga terjadi dikarenakan adanya perbudakan yang menjadi penyebab masyarakat semakin bertambah. Selanjutnya, di latar belakang historis yang terjadi di Amerika, pada awal abad ke-19 pasien atau masyarakat yang terkena biasanya dikatakan sebagai penyakit akut yang mana itu gejalanya datang secara tiba-tiba dan para dokter hanya bisa berharap untuk menyembuhkannya. Hal ini dijelaskan dikarena terjadinya pencegahan dan sistem pada penyakit tersebut atas perintah dari pemerintahan negara tersebut.

“Pasien yang mengalami penyakit ini biasanya mencakupi berbagai macam masyarakat yang mengalami dari tahapan yang sudah tinggi dari neurosifilis, epilepsi, demensia, alzheimer, bahkan alkoholisme (pecandu alkohol).” (Larson, 2018, hal.1) Pada abad berikutnya, psikiatris mencoba mencari obat dan pencegahan agar kegiatan tersebut bisa tersterilisasikan. Obat ini ditargetkan kepada para imigran, masyarakat berkulit putih dan hitam, orang yang kurang mampu, dan lain-lainnya. Contoh kasus yang terjadi adalah pada tahun 1907, puluhan negara bagian di Amerika yang menjadi daftar sterilisasi dalam menjalankan kegiatan yang dilakukannya. Pada akhirnya, puluhan masyarakat mengalami dampak yang baik dalam pencegahannya.

Selanjutnya, “terapi elektrokonvulsif ini digunakan pada pasien untuk memberikan daya elektrik atau setruman.” (Larson, 2018, hal.1) Hal ini bisa dikatakan efektif dikarenakan penyembuhannya yang terkenal hingga digunakan pada masa kini, namun terapi ini dikatakan mempunyai efek samping pada penggunaannya. Disamping itu, terapi ini juga memberikan manfaatnya dalam menggunakannya kepada pasien yang menderita penyakit kelainan tersebut. “Setelah itu, penyakit yang diderita oleh orang yang lebih tua biasanya diberi dana oleh pihak rumah sakit secara intensif.” (Larson, 2018, hal.2) Disini dapat dijelaskan karena pembayaran pada rumah sakit dibatasi dan biasanya pihak rumah sakit mengatakan akan memberikan motivasi kepada pasien agar bisa sembuh dari penyakit yang dideritanya.

METODOLOGI PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tekstual analisis dengan menggunakan teknik simak dan catat pada analisis bahasa kiasan tersebut.

A. Metode tekstual analisis

Metode ini adalah metode yang digunakan dalam komunikasi pada peneliti dalam menjelaskan dan mengartikan sifat-sifat sebuah rekaman atau pesan secara visual, dan metode ini digunakan dalam mengartikan tuturan pada bahasa yang tertulis, seperti percakapan, tulisan dokumen. (Frey at.al, 1991, hal.203). Biasanya metode ini dicakupi oleh penggunaan yang terdiri atas hasil analisis dari transkripsi dan penyuntingan teks. Metode ini dilakukan agar konteks atau bacaan yang dikaji mampu menghasilkan kesesuaian bahasa nya, agar pembaca bisa paham dalam membaca analisis yang dihasilkan.

B. Teknik Simak dan Catat

Simak dan Catat. Metode yang digunakan dalam diambil data melalui menyimak penggunaan bahasa. Dikarenakan menggunakan kata “simak”, “metode ini untuk memperoleh data yaitu melalui mendegarkan penggunaan bahasa.” (Mahsun, 2007, hal.29) Sedangkan pada metode cakap berakibat oleh suatu cara yang dilalui dalam pengumpulan datanya berupa percakapan antara penutur dan informan. “Metode ini diharapkan untuk memunculkan fenomena yang akan ditemui oleh peneliti.” (Mahsun 2005:93) Maksudnya adalah metode ini digunakan untuk mengkaji suatu perubahan atau kejadian sosial yang berdampak pada perubahan dalam ruang lingkup kehidupan disekitarnya.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada pembahasan, bahasa kiasan terkadang dapat diartikan sebagai bahasa pengandaian yang mengartikan dari bahasa yang digunakan bisa diidentifikasikan dalam penggunaan kalimat dengan kesesuaian jenis majas kepada kalimat tersebut. Di bawah ini menjelaskan beberapa bahasa kiasan yang didapatkan dari kalimat pada lagu tersebut.

A. Personifikasi

And I always got my finger on self-destruct (lagu 1, baris ke-17)

’Cause I’m a black belt when I’m beating up on myself (lagu 1, baris ke-10)

Pembahasan

Ada dua tipe penemuan pada kalimat lirik lagu di atas. Kalimat pada “and I always got my finger on self-destruct adalah suatu bagian dari majas personifikasi pada hubungan kontak tenaga pada perjuangan yang dijalankan oleh musisi tersebut dengan keadaan perasaan yang sebelumnya telah mengiris emosi musisi tersebut. Selain itu, pada musik video nya terdapat si musisi sedang melawan diri sendirinya sehingga musisi mampu merebutkan kemenangan dalam dirinya, padahal ketenangan yang ia peroleh tidak membuahkan hasil ketika musisi tersebut harus diam. Tetapi kata “finger” disini mempunyai makna lain selain menggunakan anggota tangannya, musisi juga mengartikan jari sebagai perlakuannya kepada dirinya, dikarenakan musisi pernah mengalami keadaan di mana ia mengalami kelainan makanan pada tubuhnya. Oleh karena itu, kata “the finger” and “self-destruct” disini mengalami keterkaitan pada perjuangan dalam pergerakan melawan kekurangan di dalam dirinya sehingga ia bisa menang dari pengaruh jahat pada dirinya sendiri.

(2) Pada kalimat kedua menjelaskan bahwa hubungan yaitu black belt dan perasaan pada dirinya yaitu “myself” mengalami keterkaitan antara menggunakan benda mati sebagai acuan pencapaian yang diraih oleh musisi ketika mengikuti ilmu bela diri dan kata “myself” disini juga sebagai makna kata yang seharusnya mengalahkan dirinya sendiri adalah musisi tersebut. Hal ini disampaikan melalui musik video bahwa pengaruh jahat pada dirinya membuatnya pusing, sehingga musisi ingin mengambil kesempatan dengan mempunyai bakatnya, ia bisa mengalahkan sifat buruk pada dirinya sendiri. Selain itu, pengandaian pada kedua kata ini seolah-olah digunakan pada kehidupan yang dijalani oleh musisi tersebut sehingga penggunaan pada majas ini mengalami keterkaitan antara benda mati dan kepemilikkan atau perasaan yang dimiliki oleh musisi tersebut.

B. Metafora

Why am I always looking for a ride or die? (lagu 1, baris ke-20)

Jedi level sabotage (lagu 1, baris 8)

(3) Dalam baris ke-20, pada kalimat ini menjelaskan bahwa musisi menggunakan kalimat perbandingan dalam perjalanan kehidupannya, sehingga terdapat makna metafora yang berarti membandingkan pertanyaan yang ada di pikiran dari musisi tersebut untuk menjalani kehidupan nya direncanakan oleh nya. Kalimat “looking for a ride or die” juga bisa diartikan yaitu mencari letak kebenaran atau justru mempersulit kehidupannya. Disini digambarkan dari musik video, terdapat dua kali penyebutan dalam referensi bait pertama dan pengulangan lagu yang dilakukan oleh musisi tersebut. Pada bagian bait pertama, referensi kalimat ini terletak pada seorang musisi tersebut yang sedang mencoba melawan sisi buruknya dan untuk pengulangan lagu atau chorus dijelaskan bahwa Lovato sedang mencoba melihat ke jalan yang benar dengan mencoba memutar balik masa lalu yang terkaitkan dalam kalimat tersebut. Secara keseluruhannya, musisi ini mencoba menyimpulkan apakah ia harus terjebak di arah yang sama atau membuat perubahan dalam dirinya.

(4) Kalimat “jedi level sabotage” ini menggunakan majas metafora dikarenakan perbandingan yang dilakukan oleh tingkatan ketika bertarung dengan seseorang. Kata ini menggunakan perbandingan dia dengan penggunaan pada emosinya, agar musisi tersebut bisa mengendalikan emosi nya dengan benar. Dikarenakan penggunaan dalam majas metafora ini berefek pada musik video, kalimat tersebut menceritakan bahwa dengan menggunakan perbandingan dalam kekuatan yang dijalani oleh seorang musisi tersebut mampu mengklarifikasi bahwa musisi ini bisa menjalani kehidupan tanpa mengalami kekurangan pada dirinya sehingga “tingkatan jedi sabotase” ini menyiratkan bahwa dengan menggunakan kelebihan yang ada pada dirinya, musisi ini mampu mengalahkan segala kebingungan dan kekurangan dalam mencapai perjalanan di kehidupannya.

C. Hiperbola

But, I’m an expert at giving love to somebody else (lagu 1, baris 11)

I’m guilty about everything that I eat (lagu 1, baris 6)

(5) Kalimat “I’m an expert at giving love to somebody love” bahwa menandakan bahasa kiasan yang berbentuk hiperbola atau berlebihan. Hal ini dikarenakan keterkaitan kehidupan musisi yang sebagai publik figur juga mengekspresikan penggambarannya dia ketika menasihati ke seseorang yang lebih dekat dengannya maupun itu temannya dia juga. Penggambaran yang dia ekspresikan juga bisa melihat dalam suatu kefektifan dalam penyampaian yang dilakukan oleh kalimat yang digunakan oleh nya. Dalam arti kalimat pada representasinya digunakan dalam suatu hal yang biasanya dilakukan oleh seseorang dalam menggunakan naluri nya untuk orang lain. Hal ini dikarenakan musisi yang menggunakan kalimat ini melebih-lebihkan apa yang ia katakan, tetapi pada kewujudan itu semua tidak ada dan itu semua hanya dilakukan agar kalimat ini menambah unsur yang berlebihan pada perpaduan kata yang dituliskan oleh musisi tersebut. Selain itu, kalimat ini mereferensi kepada musik video nya yang di mana seorang musisi tidak bisa mengendalikan emosinya dikarenakan sisi buruk yang ia miliki mempengaruhi nya.

(6) pada kalimat diatas, musisi ini meletakkan sudut pandang ia tentang kelainan yang dideritanya sehingga arti tersebut sebenarnya tidak berlebihan, tetapi lebih mempersoalkan masalah kehidupan yang dideritanya sehingga bahasa kiasan yang berlebihan ini dianggap sebagai acuan dalam kata “guilty”. Seharusnya di dalam realita tersebut, seorang tidak perlu merasa bersalah ketika memakan sesuatu yang menurutnya bisa dimakan dan apabila seseorang tidak merasa enak dalam makan, mungkin itu bisa dikatakan ia harus bersalah dengan apa yang dikonsumsinya. Oleh karena itu, refleksi pada kalimat diatas menggambarkan bahwa dengan memakan sesuatu yang tidak sesuai porsinya terlihat bersalah dan musisi ini merasa bahwa dengan kelainan yang dideritanya, orang lain yang mempunyai kelainan seperti ini bisa mampu terbuka dan yakin bahwa dirinya tidak sendirian. Secara keseluruhan, penggunaan majas hiperbola dalam dua kalimat ini menyimpulkan bahwa ketidakwajaran yang terjadi bisa dijelaskan dengan baik apabila penggunaan kalimatnya sesuai dengan realita yang telah terjadi pada musisi tersebut.

D. Ironi

(7) I wonder when I love me is enough (lagu 1, baris ke-16)

Penggunaan pada kalimat ketujuh diatas menggunakan unsur bahasa kiasan yang berkelas Ironi. Kalimat pada “I wonder when I love me is enough” sebenarnya belum benar benar menyatakan bahwa seorang percaya pada diri sendiri. Oleh karena itu, musisi ini memasukkan kalimat ini dikarenakan dia percaya bahwa mencintai diri sendiri lebih dari cukup. Pernyataan secara singkatnya adalah sebuah sifat karakteristik yang memandang optimis dalam menasihati diri sendiri untuk lebih berkesan dengan baik. Selain itu, pada kalimatnya ini juga terdapat video klip yang menggambarkan bahwa musisi tersebut menaruh ingatan dia yang sebelumnya pernah di bawa oleh sebuah mobil ambulan, dikarenakan keracunan pada obat-obatan. Lalu, ia pun mengakhiri hubungan dengan orang terdekatnya yang pada akhirnya ditinggal menikah dengan orang lain tersebut. Hal inilah yang menyatakan bahwa kalimat diatas mengandung makna ironi pada kehidupan musisi tersebut.

E. Metonim

Penggunaan dalam metonim mengacu kepada satu kalimat yang berhubungan dengan keterkaitan lainnya. Penggunaan metonim juga bisa mereferensikan benda mati ataupun hidup yang sama-sama mempunyai unsur kebahasaan dengan mengorganisasikan kalimat yang digunakan. Penggunaan metonim ini dalam lagu tersebut adalah sebagai berikut:

(8) I, me, myself and I don’t see eye to eye (lagu 1, baris ke-12 & 13)

(9) Feelin’ myself is a felony. (lagu 1, baris ke-7)

Pada temuan kedelapan yang berupa kalimat I, me, myself, dan eye to eye merupakan gabungan kedua frasa yang dilakukan musisi dalam mengembangkan pesan yang ingin dia sampaikan kepada peminat musik. Identifikasi pada kedua kalimat tersebut merupakan penggunaan majas metonim yang merupakan konsep dalam hal berkaitan antara satu sama lainnya. Penggunaan I, me, myself terhadap eye to eye ini jika diartikan sebagai majasnya adalah bahwa sebagai kata ganti yang menggunakan perumpamaan pada fokus sisi baik dan sisi jahat dalam diri seorang musisi tersebut. Secara singkat, sifat atau karakteristik yang dimiliki oleh musisi dalam kehidupannya. Selain itu, di lagu ini terdapat pengulangan kalimat dalam musik video nya yang berceritakan ketika ia mencoba mengalahkan dirinya yang merupakan pengaruh buruk untuk musisi tersebut. Jadi, majas yang digunakan oleh musisi ini menggunakan hal yang berkaitan dengan organ yang berada di dalam tubuh dengan dirinya sebagai refleksi terhadap apa yang ada dirinya ketika ia tidak ingin mempunyai permasalahan yang berkaitan dalam kehidupannya.

Kalimat (9)

Penggunaan kalimat di atas merupakan bahasa kiasan pada jenis metonim. Kalimat “feelin myself is a felony” merupakan unsur karakteristik yang ada pada sifat dalam musisi tersebut. Dikarenakan hal ini berdasarkan tindakan yang dilakukan oleh musisi tersebut kepada orang lain dan dirinya. Perlakuan yang dibuat olehnya merasa tidak adil dikarenakan terjadi perbedaan pendapat diantaranya. Selain itu, kalimat diatas juga megacu ke arah kegagalan dalam melawan kelainan yang diderita oleh musisi tersebut. Ada sebuah dialog yang mengacu ke kalimat tersebut seperti berikut ini, Seorang perempuan yang merupakan penggemar dari Demi Lovato menanyakan kabar tentang teman dekatnya, Selena Gomez. Dia bertanya “How’s Selena?”, Demi berkata: “Tanyakan pada Taylor.” Dari patahan kata ini, bisa dikatakan bahwa kepedulian pada temannya bukanlah tanggung jawab dari seorang musisi tersebut dikarenakan ia dan teman dekat sudah tidak dekat lagi. Selain itu, kalimat diatas juga bisa mengacu karena ketidakadilan dalam kehidupan yang didapatnya atas kelainan pada makanan yang dideritanya. Oleh karena itu, kalimat di atas merupakan acuan perasaan yang digunakan pada seseorang yang terdekatnya dan kepada dirinya juga yang terlibat dalam permasalahan yang ada di dalam kehidupannya.

F. Ibarat/Allusion

Majas ini menggunakan keterikatan pada hal-hal yang penting seperti objek, tokoh, atau kejadian yang penting dalam kalimat tersebut.

(10) Oh, why do I compare myself to everyone? (lagu 1, baris ke-14)

(11) All these comments messing up my energy (lagu 1, baris ke-32)

Penjelasan pada kalimat kesepuluh menyatakan bahwa kalimat tersebut mempunyai unsur majas Allusion atau Ibarat kata. Kalimat “why do I compare myself to everyone?” disini menjelaskan adanya perbandingan dari seorang musisi kepada orang lain. Hal ini juga dapat dikatakan bahwa kalimat yang dia gunakan bersifat karakteristik pertanyaan dalam kehidupan yang dijalani oleh musisi tersebut. Selain itu, kalimat ini juga bergantung pada sifat dari musisi yang mengalami komentar-komentar tidak dapat diterima oleh nya. Pada kata myself sebagai subjek dari Demi Lovato yang mempertegaskan adakah keadilan dalam dirinya, memiliki keterkaitan dengan orang lain sebagai objek disini. Hal ini dikarenakan adanya perasaan dari tulisan yang dituliskan oleh nya sehingga musisi tersebut bisa mempertanyakan kalimat yang di atas. Tambahan, kalimat ini juga terdapat dua kali pengulangan pada setiap chorus dan terdapat ketika musisi tersebut melawan bayangan jahat pada dirinya, lalu pada kalimat ini juga memperlihatkan seorang musisi yang melihat kilas balik pada Era Confident (Percaya Diri) pada tahun 2015 yang lalu. Secara keseluruhan, majas ini berkaitan dengan demi Lovato yang sebagai subjek dan orang lain sebagai objek dari kalimat di atas.

Pada penjelasan kesebelas, kalimat di atas dinyatakan sebagai unsur pada majas Allusion atau Ibarat kata. Kalimat “All these comments dan my energy” ini memiliki keterikatannya pada haters atau seorang yang memiliki ketidaksukaan terhadap musisi tersebut. Hal ini dikarenakan musik industri memiliki suatu komunitas yang disukai terhadap idola nya yang disebut sebagai fan atau penggemar, tetapi ketika seseorang yang tidak menyukai idola tersebut atau mencaci hinaan kepada penyanyi disebut haters. Hal ini dikarenakan musisi tersebut memiliki keterikatan dengan dunia musik, maka adanya haters yang membuat dia tidak senang dengan mereka ini. Selain itu, kalimat pada kata “my energy” disini menjelaskan perumpamaan tenaga musisi yang sudah biasa dalam menghadapi komentar-komentar dari komunitas yang tidak menyukai nya. Komentar yang dilontarkan bisa melalui sosial media seperti Twitter dan Instagram. Kedua kalimat di atas bisa disimpulkan bahwa sumber yang berasal atau komentar dalam hidupnya diberikan kepada musisi tersebut sebagai bentuk objektif, dikarenakan komentar atau ujaran yang digunakan tidak berguna kepadanya sehingga menguras habis tenaga yang digunakan oleh musisi tersebut. Kalimat ini juga ada di dalam musik video di mana seorang musisi tersebut berjalan keluar dari rumahnya dan tidak mempedulikan kegiatan yang disekitarnya. Simpulan, kalimat di atas ini menjelaskan bahwa terdapat karakteristik seorang haters terhadap musisi yang tidak mempedulikan apa yang dikatakan oleh nya.

G. Simbol

Dalam menggunakan simbolnya, musisi menjelaskan keterkaitann pada hubungan penulisan yang didasarkan atas apa yang diberikannya dari musisi tersebut. Artinya, simbol ini bisa mengikuti kerkaitan apa yang telah diikuti oleh bagian yang telah dijelaskan secara pernyataan. Berikut ini adalah sebuah tanda atau simbol dalam kalimat yang merefleksikan apa yang terdapat ini:

(12) Flipping through all of these magazines, telling me who I’m supposed to be. (lagu 1, baris ke-1)

(13) ’Cause mine’s the only heart I’m gonna have for life (lagu 1, baris ke-19)

(14) ’Cause I’m a black belt when I’m beating up on myself (lagu 1, baris ke-10)

Penjelasan pada kalimat kedua belas diatas yang dicetak hitam merupakan sebuah simbolisasi dari sebuah kalimat yang terdapat pada lirik lagu tersebut. Kalimat “all of these magazines” menyiratkan suatu majalah yang dibaca oleh musisi tersebut dikarenakan pengaruh berita atau bacaan yang ada di dalamnya. Secara langsung, majalah yang di baca oleh musisi memiliki keterkaitan dalam memotivasi gaya hidup yang diinginkan oleh Musisi tersebut. Artinya, musisi tersebut menyimbolisasikan majalah sebagai perantara terhadap kalimat motivasi yang mengikat pada dirinya. Selain itu, kalimat ini dihadirkan pada musik klip videonya yang menceritakan bahwa dia sedang membaca majalah fashion dan berkeluh dalam mengatur kehidupannya.

Penjelasan pada kalimat ketiga belas ini menjelaskan bahwa terdapat unsur simbol yang mengacu pada suatu kalimat di atas. Kalimat ini adalah “the only heart” yang ditandai sebagai milik dari seorang musisi tersebut dikarenakan kebiasaan buruk yang diperoleh ketika kecanduan dalam minum-minuman yang akan merusak organ hati nya. Disini di maksudkan, tanda hati disini memberikan bahwa mencoba dengan menjaga diri agar tidak jatuh ke hal yang sama lagi. Dalam menjaga hatinya ia juga berkata akan lebih berhati-hati mengontrol dirinya dengan lebih baik lagi. Pada musik videonya juga, terdapat tiga orang grup yang berpapasan dengannya dikarenakan dahulu demi Lovato mempunyai hubungan musik pada ketiga orang tersebut yaitu Jonas Brothers. Ia memasukkan bagian ini dikarenakan mempunyai masa lalu yang baik maupun sedikit buruk dengan mereka bertiga.

Penjelasan pada kalimat keempat belas unsur yang terdapat pada makna “black belt atau sabuk hitam” yakni adalah sebagai tanda dari seorang musisi yang sudah melalui latihan bela diri nya dan sampai ke tingkat pencapaiannya. Makna “sabuk hitam” juga direferensikan sebagai ia terbebaskan dari segala beban yang ada pada dirinya. Setelah itu, ia menandai bahwa dirinya yang bisa menstabilisasikan dari apa yang telah dilewati oleh nya. Pada kalimat di atas menunjukkan bahwa di musik videonya, musisi ini mencoba tenang dalam menghadapi rasa takutnya tetapi ia tidak bisa menahan dan akhirnya melawan rasa takutnya dengan segala rintangan yang dilakukan oleh nya.

Jenis-jenis makna

A. Makna denotasi/denotatif

(1) “Oh, why do I compare myself to everyone?” (lagu 1, baris ke-14)

Makna pada kalimat di atas ini termasuk pada makna denotatif, dikarenakan kalimat yang dijelaskan apa adanya sehingga mempunyai ciri-ciri teks di dalam makna denotatif tersebut. Makna ini menggunakan sifat perbandingan yang didasari oleh peminat musik yang menyukai idola nya. Peminat musik membandingkan mereka ini didasari atas prestasi-prestasi yang diraih oleh idola nya, sedangkan idola yang dibandingkan justru tidak mendapat pujian. Oleh karena itu, kalimat diatas yang menyatakan “compare myself to everyone” menggunakan keadaan sebenarnya yang dialami oleh musisi tersebut. Ia mempertanyakan mengapa perbandingan harus dipertanyakan jika tidak ada keadilan bagi nya. Secara kesimpulan, perbandingan yang dipertanyakan seharusnya membuat musisi tersebut lebih mengerti usaha yang dikerjakan oleh nya.

B. Makna konotasi.

(2) Feeling myself is felony (lagu 1, baris ke-9)

Makna pada kalimat diatas termasuk makna denotasi atau denotatif, dikarenakan kalimat ini menggunakan makna nilai pada kata yang terdapat “felony.” Seharusnya kalimat “Merasa diri adalah kejahatan” bukanlah seorang yang melakukan kesalahan, menjadi orang yang jahat. Artinya, merasa diri adalah kejahatan disini maksudnya adalah bahwa orang yang melakukan kesalahan pada dirinya termasuk orang lain tidak merasa enak di dekatnya bahkan telah melakukan perlakuan yang tidak mengenakkan dalam kehidupan di dirinya. Oleh karena itu, kalimat ini sebenarnya hanya menggunakan makna konotasi yang dinilai sebagai tambahan pada kata tersebut.

KESIMPULAN

Penelitian ini telah menghasilkan jenis bahasa kiasan yang ditemukannya. Penelitian ini menemukan jenis bahasa kiasan atau majas personifikasi, metafora, ironi, metonim, hiperbola, simbol, dan allusion/ibarat kata. Lagu ini didasarkan pada penggunaan tema tentang menghargai kehidupan yang mengalami keterikatan dengan “mencintai diri sendiri.” Kebanyakan dari jenis bahasa kiasan ini ditemukan melalui makna simbolisme. Setelah itu, penelitian ini juga mampu menghasilkan wujud makna konotatif dan denotatif pada beberapa lirik lagu yang telah dianalisis dengan mempunyai arti sebenarnya yaitu bahwa kesalahan yang dilakukan tidak menjadikan orang tersebut menjadi jahat, bahwa kesalahan bisa diambil pelajaran yang telah dijalani dalam kehidupan musisi tersebut. Peneliti ini mengharapkan kepada pembaca nya agar bisa dipetik sebaik-baiknya dengan mengetahui lagu dan musik video terlebih dahulu agar lebih baik dan jelas. Dengan demikian, peneliti mengharapkan agar penelitian ini mempunyai keterlanjutan dalam analisis gaya bahasa dengan topik yang berbeda.

UCAPAN TERIMA KASIH

Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan rahmatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan jurnal ilmiah yang bernama “Analisis pada Bahasa Kiasan terhadap Lagu I Love Me oleh Demi Lovato. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan nabi kita Muhammad Sallahu ‘Alaihi Wasallam yang kerenanya dunia menjadi penuh cahaya dan keimanan bagi semesta alam.

Ucapan terimakasih ini penulis tunjukan kepada :

  1. Bapak Muhammad Fakhran Al Ramadhan, selaku dosen pengajar dan pembimbing dalam membantu mengerjakan Jurnal Ilmiah ini.

  2. Kedua orang tua, dan teman-teman yang telah membantu saya memberikan motivasi dalam membuat Jurnal ini secara bertahap.

Jurnal Ilmiah ini disusun oleh penulis dengan berbagai rintangan, baik yang datang dari penulis maupun dari luar. Namun dengan kehendakan Allah SWT akhirnya makalah ini dapat diselesaikan. Meskipun sudah menyelesaikan jurnal Ilmiah ini, peneliti mengharapkan masukan dan saran dengan baik dan bijaksana agar lebih berhati-hati dalam melakukan penulisan ini.

REFERENSI

Botan, C.H., Kreps, L.G., Frey, R.L. (2000). Investigating Communication: An Introduction to Research Methods. United States of America: Prentice Hall.

Holman, C. H. 1., Harmon, W. (1986). A Handbook to Literature: 5th edition. New York: Macmillan Publishing Company.

Knickerbocker, K. L., Reninger, H. W., & Leggett, B. J. (1963). Interpreting Literature. United States of America: Holt, Rinehart and Winston.

Knickerbocker, K. L., Reninger, H. W. (1974). Interpreting Literature: Fifth Edition. United States of America: Holt, Rinehart and Winston.

Larson, Z. (2018). America’s long-suffering mental health system. Origins, 11(7).

Leech, G. (1974). Semantics: The Study of Meaning. Great Britain: Pelican Books.

Lovato, D. (2020, March 6). I Love Me [Video]. https://www.youtube.com/watch?v=vImvzQCb0o8

Mahsun. M.S, (2007). Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Mamo, H. (2020). Here are the Lyrics to Demi Lovato’s ‘I Love Me’. Billboard. Di akses pada 18 Januari 2021. https://www.billboard.com/articles/news/lyrics/9337011/demi-lovato-i-love-me-lyrics/

Permana, I. G. A. K., & Rajeg, I. M. Figurative Language in The Song Lyrics of Passenger’s Album “All the Little Lights”. Humanis, 22(2), 402–408.

Lovato, D. (2020, March 6). I Love Me [Video]. https://www.youtube.com/watch?v=vImvzQCb0o8


메타데이터
post_id
f9f10d475f61
slug
analisis-bahasa-kiasan-pada-lagu-i-love-me-oleh-demi-lovato-f9f10d475f61
url
https://medium.com/@juhariyusuffatahillah/analisis-bahasa-kiasan-pada-lagu-i-love-me-oleh-demi-lovato-f9f10d475f61
canonical_url
https://medium.com/@juhariyusuffatahillah/analisis-bahasa-kiasan-pada-lagu-i-love-me-oleh-demi-lovato-f9f10d475f61
author_url
https://medium.com/@juhariyusuffatahillah
status
ok
fetched_at
2026-06-22 05:41:33