Gerbang Kehidupan Bagian 2
#45 : Catatan Setelah Pascasarjana
Gerbang Kehidupan Bagian 2
#45 : Catatan Setelah Pascasarjana
Pendahuluan
Halo, aku ingin mengawali tulisan ini dengan perkenalkan kembali. Aku Arif Hermawan, di bawah ini adalah foto beberapa jam setelah melaksanakan sidang akhir menggunakan jubah kebesaran (secara definitif dan makna memang besar jubahnya)

Foto setelah sidang
Memang sengaja aku pakai haori itu untuk merayakan salah satu pencapaian yang menurutku spesial. Sidang Akhir Tesis, momen untuk mempertanggungjawabkan apa yang aku kerjakan dalam 1 semester terakhir. Yak, satu semester, karena suatu alasan tertentu aku harus mengganti topik penelitianku ke arah geohazard.
Akan tetapi, yang awalnya aku agak tidak terlalu bersemangat mengerjakan topik ini karena merasa kurang keren, pada akhirnya topik ini menjadi salah satu pekerjaan yang aku cintai. Sebagaimana yang aku tuliskan dalam kata pengantar dokumen tesis
pada akhirnya, cinta memang sesuatu yang tumbuh melalui proses. Seiring berjalannya waktu, topik geohazard menjadi salah satu hal yang menarik untuk diperdalam.
Walaupun aku masih belum jelas bagiku saat ini apa yang akan aku pelajari lebih dalam pada studi doktoral yang mungkin akan aku ambil entah dalam waktu dekat atau jauh.
Intinya, sekarang saatnya aku mencoba mengeksplorasi terlebih dahulu apa yang telah aku pelajari sampai dengan meraih gelar master ini.
Tulisan ini agak tidak berarah, aku hanya ingin meninjau ulang perihal apa saja yang sudah aku alami sampai aku berusia 25 tahun ini.
Yang dituntun oleh-Nya
Aku kadang membuat klaim ketika berbicara dengan teman-temanku kalau aku ini orang keren/pintar. Sesederhana kalau ditanya kenapa pakai kacamata dengan frame kotak?
Jawabku sederhana, biar keliatan kaya orang keren.
Namun, sejauh ingatanku tidak/belum pernah mengklaim kalau aku orang yang soleh. Bukan karena tidak percaya juga, ya. Tapi, yha, terlalu tinggi untukku mengklaim sebagai individu yang masuk ke golongan orang-orang soleh. Meskipun, apabila sedang ada pengelompokkan di akhirat nanti, tentunya aku ingin nyempil ke golongan orang-orang soleh.
Tetapi, aku yakin — dan ini juga sebagai wujud rasa syukurku — dengan kadar keimananku yang tidak jarang mengalami fluktuasi atau masih menjadi hamba yang biasa-biasa saja, aku masih memiliki keyakinan bahwa dalam perjalanan hidupku, masih termasuk orang yang dituntun oleh Allah.
Sebagaimana, kalimat yang belakangan ini aku dengar di siniar dengan diri sendiri.
Dengan jalan yang terpincang-pincang inipun, aku yakin Allah masih menuntun arah hidupku.
Semoga, dalam hidup yang semakin chaos ini (aku sih ngerasanya gitu yah). Allah masih tetap memberi tuntunan ke manusia biasa-biasa ini :) Aamiin.
Obrolan dengan Ibu
Kayanya di tulisan sebelumnya, aku udah certia kalau beasiswa yang selama ini menjadi funding sekolah sampai S2 ini udah selesai kontraknya.
Belakangan obrolannya jadi cukup aku merasa agak bangga sebagai anak, hehe. Yhaa, sederhana sih obrolannya, kaya
“Bu, Alhamdulillah ini habis sidang kontrak kerjaku sama dosen diperbarui, deh. Jadi udah fulltime sekarang.” “Sekarang aku udah bisa bayar uang kos aku sendiri, Bu.” dan lain-lain.
Sesederhana aku kirim uang untuk membayar pajak kendaraan juga (yang aku awalnya agak bercanda ini aku yang bayar ya) sudah menyimpulkan senyum di wajah Ibuku. Ahh, senangnya!
楽しいね~
Rencana Selanjutnya
Agak terlalu vague sejujurnya terkait apa yang mau aku kerjakan selanjutnya. Mungkin mulai cari partner kali yak atau setidaknya mempersiapkan diri :)
Sejauh ini yang ada dalam bayangan aku sih ingin bersama seseorang yang ketika bersama bisa mengamplifikasi kecepatan perkembangan versi kehidupan kita menjadi manusia lebih baik lagi. Agak klise ya? gak tau sih soalnya sejauh ini aku lihat kecocokan itu sebagaimana dua gelombang yang mengalami interferensi konstruktif.
Interferensi Konstruktif
Dan kayanya asik kalau ada partner nulis cerita. Karena cerita terbaik memanglah cerita yang kita tulis sendiri, tapi cerita yang ditulis bersama orang yang paling berharga kayanya derajat terbaiknya another level sih.
Haha, engga jelas kan? Yhaa begitu lah, just let me write sentences that flow over my head.
Penutup
Yhaa, begitulah tulisan singkat aku. Agaknya agak oversharin, tapi tidak apa-apa..
Selamat menjalani hari-hari!
Hermawan, Arif.
메타데이터
- post_id
- f9f448e97572
- slug
- gerbang-kehidupan-bagian-2-f9f448e97572
- url
- https://medium.com/@Arif.Hermawan/gerbang-kehidupan-bagian-2-f9f448e97572
- canonical_url
- https://medium.com/@Arif.Hermawan/gerbang-kehidupan-bagian-2-f9f448e97572
- author_url
- https://medium.com/@Arif.Hermawan
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-10 10:00:18