← Back to list

Ada wajah yang diam-diam kucari.

Langkahku begitu yakin menuju toko buku yang Kota Kembang ini banggakan. Katanya, akan ada penulis yang lahir besar disini akan berbagi…

ruangrelung. · 2026-06-14 15:29 · 3 claps · 1.4 min read
#romance #someone #miss
Open on Medium ↗
Wiki topics: 💑 · Relationships

Ada wajah yang diam-diam kucari.

Langkahku begitu yakin menuju toko buku yang Kota Kembang ini banggakan. Katanya, akan ada penulis yang lahir besar disini akan berbagi cerita tentang karyanya. Dua jam sebelum acara dimulai, mataku sudah berlarian dari lantai satu hingga lantai tiga.

Bukan, bukan bertemu penulisnya. Tapi ada wajah yang diam-diam kucari dibarisan orang-orang yang akan mengantri mengarsipkan hidup bersama sang penulis, melalui tanda tangan atau foto bersama.

Dua jam sebelumnya, aku berkeliling diantara rak fiksi, mendengar bisikan puisi di buku Sapardi, mencari cara menyikapi jika nanti bertemu sosok itu di buku Rintik Sedu, mempelajari diksi untuk komunikasi di buku Fiersa Besari, mencari makna apa yang sedang kurasa di jajaran non fiksi.

Satu jam sebelumnya, aku duduk berkeliling bersama wajah-wajah baru yang mau tidak mau harus kurekam. Disana kami hanya berbagi cerita tentang apa yang telah dibaca, menarik, tapi diam-diam mataku melirik, mencari sosok yang barangkali akan berjalan melewatiku, atau menyadari kehadiranku, dan dua tangan kepal itu beradu lagi, itu yang kutunggu.

Setengah jam setelah acara dimulai, aku sengaja memilih telat untuk duduk di barisan belakang, supaya aku bisa menyusuri satu persatu wajah yang datang. Mencari lekuk sabit diantara puluhan rembulan yang bercahaya.

Sesi yang paling ditunggu, bukan, bukan untukku. Tapi bagi mereka yang mengagumi siapa yang akan ditemuinya. Mengarsipkan kenangan di coretan pena yang jatuh di halaman pertama buku-buku yang mereka punya dan di bingkai kamera dengan pose yang seadanya. Orang-orang sibuk sekali mengeremuni menunggu gilrian. Tidak. Tidak denganku, aku ikut mengantri hanya formalitas menutupi tujuanku untuk mencari wajah yang aku harap bisa kusapa lagi.

Acara selesai, menyisakan rasa penasaran yang belum usai.

Bukankah seharusnya kau datang hari ini?

Nalarku berkelana liar mencari jawaban, tentang kenapa kita tidak bertemu, apakah kamu tidak mengangumi penulis hari ini atau aku harus menabung rindu?

Bahkan setelah semuanya bubar, aku masih mencari karena wajahmu begitu mengusikkan pikiranku dengan tidak wajar.

Adakah garis yang akan mempertemukan kita lagi?

Aku harap begitu.


메타데이터
post_id
fa2fc221156d
slug
ada-wajah-yang-diam-diam-kucari-fa2fc221156d
url
https://medium.com/@ikokq01/ada-wajah-yang-diam-diam-kucari-fa2fc221156d
canonical_url
https://medium.com/@ikokq01/ada-wajah-yang-diam-diam-kucari-fa2fc221156d
author_url
https://medium.com/@ikokq01
status
ok
fetched_at
2026-06-20 20:29:01