Mie Instant di tengah malam
Ku panaskan air di panci listrik di kostan ku, perutku di jam 11 malam ini tiba-tiba berbunyi minta di isi
Mie Instant di tengah malam
Ku panaskan air di panci listrik di kostan ku, perutku di jam 11 malam ini tiba-tiba berbunyi minta di isi
sejenak menjauh dari laptop berisi deadline kerjaan itu, aku memilih untuk memasak salah satu mie instant di rak stock makanan ku.
kumasak mie instant itu dengan panci listrik di kamar kostanku, cukup cepat, dalam 5 menit, makanan itu tersaji dan siap disantap olehku.
lalu seketika terbesit di pikiranku teringat ucapan salah satu pengisi podcast yang lewat di beranda instagram ku, “Seseorang yang mengkonsumsi mie instant di tengah malam itu adalah orang-orang yang kesepian,”
seketika aku tertawa sendiri sambil mengaduk mie instant ku, menertawakan nasib hidup, menertawakan diri ini yang menahan seluruh perasaan itu agar tidak mencuat, tapi akhirnya perasaan itu muncul dengan bentuk-bentuk yang lain.
iya betul sepi sekali… luar biasa sepinya,
tak pernah kubayangkan aku bisa merasakan sepi seperti ini, hampa, dan kesepian-kesepian lainnya yang menghantui. sesak sekali dada ini tapi tak tahu harus cerita kesiapa, pening sekali kepala ini — tapi siapa pula yang peduli?
harus kepada siapa aku bercerita , mengadu, betapa melelahkannya hidup akhir-akhir ini? harus kepada siapa aku bercerita “malam hari ini aku habiskan memakan seporsi mie instant di depan laptop kantorku sembari menyelesaikan deadline untuk esok pagi?”
tidak ada yang mendengarkan — tidak ada yang peduli juga. rasanya dunia semakin cepat, sibuk, berat …. tapi tidak ada yang bisa ku bagi perasaan ini — perasaan kosong, yang lama-lama menyiksa ini.
Kulahap mie instant itu, dalam hitungan 5 menit seisi piring sudah memenuhi perutku. perutku diam tak berbunyi kembali.
tetapi —
pikiranku masih ribut, luar biasa ribut, bahkan saat perut terisi sempurna, pikiran ini masih ribut berbicara, berteriak, memohon untuk isi pikiran ini diceritakan — Namun pada siapa? pada siapa aku harus bercerita?
sepi sepi sepi
luar biasa sepi hidup ini… bahkan suara burung berkicau pun aku syukuri karena ternyata aku tidak sendirian di muka bumi ini, masih ada burung di beberapa ratus meter dariku berkicau.
bahkan suara motor yang melintas di depan kostanku pun menjadi pertanda masih ada orang di muka bumi ini.
namun — dengan ribuan dan puluhan orang itu, kenapa rasanya aku masih sepi, kesepian, seperti hidup sendiri di desa tak berpenghuni. namun mengapa aku masih perlu memasak mie instant di malam hari untuk sekedar menghibur diri karena tak ada siapapun yang bisa diajak bercerita?
메타데이터
- post_id
- fa3d7fa3ec50
- slug
- mie-instant-di-tengah-malam-fa3d7fa3ec50
- url
- https://medium.com/@naeireumda99/mie-instant-di-tengah-malam-fa3d7fa3ec50
- canonical_url
- https://medium.com/@naeireumda99/mie-instant-di-tengah-malam-fa3d7fa3ec50
- author_url
- https://medium.com/@naeireumda99
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-11 05:11:55