Mahasiswi UNNES Jadi Korban Pelecehan Seksual Verbal di Grup Anjem, Desak Penanganan Tegas
Satu laporan, satu grup anjem, ratusan mahasiswa turun — dan satu orang dikepung. Apa yang sebenarnya terjadi di grup komunitas kampus itu?
Mahasiswi UNNES Jadi Korban Pelecehan Seksual Verbal di Grup Anjem, Desak Penanganan Tegas
Satu laporan, satu grup anjem, ratusan mahasiswa turun — dan satu orang dikepung. Apa yang sebenarnya terjadi di grup komunitas kampus itu?

Kerumunan mahasiswa UNNES memadati area depan GSG untuk menyaksikan proses pengungkapan pelaku pelecehan seksual. (Sumber: @hllwywthr)
Semarang, 17/6 (Hard News) — Arla Nazhala Aliffa
Seorang mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) diamankan pihak kepolisian ditangkap oleh polisi setelah diduga mengirim pesan yang tidak pantas kepada beberapa mahasiswi.
Kasus ini bermula saat salah satu korban yang menjadi konsumen dari grup chat pengemudi jasa titip dan antar jemput UNNES mendapat pesan dari diduga pelaku.
Awalnya, terduga pelaku menawarkan layanan jastip. Namun percakapan kemudian beralih ke pertanyaan-pertanyaan bersifat pribadi dan seksual yang membuat korban merasa tidak nyaman.
Tak ingin berdiam diri, korban langsung membagikan bukti pembicaraan tersebut ke grup pengemudi anjem. Respon dari anggota grup sangat mengejutkan — ternyata ada lebih dari satu korban. Beberapa mahasiswi lainnya juga menceritakan bahwa mereka pernah menerima pesan serupa dari orang yang sama.
Kabar itu menyulut reaksi keras di kalangan mahasiswa UNNES. Dalam waktu singkat, ratusan mahasiswa berdatangan dan mengepung terduga pelaku di area kampus. Situasi sempat memanas hingga aparat kepolisian turun tangan mengamankan terduga pelaku guna menjalani pemeriksaan.
Salah satu mahasiswa yang turut hadir, Fai Lasa, mahasiswa Fakultas Teknik, mengaku mengetahui kejadian ini pertama kali dari grup WhatsApp. “Awalnya dapat info dari teman lewat grup WhatsApp, katanya ada keramaian di depan GSG terkait kasus pelecehan. Saat itu saya tidak terlalu tertarik untuk datang. Namun ketika ada yang menyiarkan situasi secara langsung di TikTok, rasa penasaran saya muncul — bagaimana bisa sampai sebesar itu,” ujarnya.
Kasus ini mendapat perhatian luas dari civitas akademika UNNES. Banyak mahasiswa yang menyuarakan keprihatinan atas keamanan ruang digital, khususnya grup-grup komunitas yang seharusnya menjadi wadah saling bantu antarwarga kampus. Desakan agar pihak universitas turut mengambil sikap tegas juga mulai bermunculan di berbagai platform media sosial.
메타데이터
- post_id
- fa41fbb9a2d6
- slug
- mahasiswi-unnes-jadi-korban-pelecehan-seksual-verbal-di-grup-anjem-desak-penanganan-tegas-fa41fbb9a2d6
- url
- https://medium.com/@arlanazhala/mahasiswi-unnes-jadi-korban-pelecehan-seksual-verbal-di-grup-anjem-desak-penanganan-tegas-fa41fbb9a2d6
- canonical_url
- https://medium.com/@arlanazhala/mahasiswi-unnes-jadi-korban-pelecehan-seksual-verbal-di-grup-anjem-desak-penanganan-tegas-fa41fbb9a2d6
- author_url
- https://medium.com/@arlanazhala
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-27 08:06:00