Sebuah Plot Twist
Mari kita mundur di akhir tahun 2020. Saat itu, hari ketiga tes masuk magister pendidikan agama Islam, hari ini adalah jadwal wawancara…
Sebuah Plot Twist
Mari kita mundur di akhir tahun 2020. Saat itu, hari ketiga tes masuk magister pendidikan agama Islam, hari ini adalah jadwal wawancara dengan dosen prodi. Dosen meminta kami untuk memperkenalkan dirinya masing-masing, kami fokus mendengarkan satu sama lain. Agar nanti tidak salah sebut nama, kan malu yaa. Selanjutnya adalah giliranku, kurang lebih wawancara singkatnya seperti ini;
DP: dosen penguji, DS: aku sendiri
DP: perkenalkan diri, alasan memliki kampus ini menjadi tempat melanjutnya pendidikanmu?
DS: perkenalkan nama saya dedi, berasal dari kerinci, jambi. saya S1 di jurusan yang sama di kampus IAIN Kerinci.
DP: wahhh, kita sekarang punya teman baru nih, dari Sumatera. kamu ko jauh-jauh kesini, padahal ada kampus bagus di sana.
DS: “mengangguk dan tersenyum” iyaa pak, sedari dulu saya punya impian untuk lanjut pendidikan di pulau Jawa.
DP: baiklah, kamu yang serius ya, banggakan orang tua, keluargamu di kampungmu yaa. sekarang, coba ceritakan kenapa harus kampus ini? alasanmu apa? DS: sebelumnya saya sudah cari tahu beberapa kampus pilihan paj, tentu dengan banyak pertimbangan, banyak hal, fasilitas, akreditasi, pengajar, dan lainnya. syarat studi lanjut sudah dibuat dari jauh hari, dari beberapa kampus saya sesuaikan dengan jadwal penerimaannya. selanjutnya, saya menjadikan kampus ini menjadi tempat studi lanjut adalah karena akreditasinya, baik jurusan, universitasnya. saya rasa ini adalah hal yang tepat. DP: bagus, semangat kamu ya, buat keluargamu bangga, kamu harus menjadi lulusan dengan kualitas yang baik.
Itulah wawancara yang aku singkatkan dengan mengambil poin-poin plot twistnya. Inilah plot twistnya, apa yang membawaku kesini adalah hal yang aku pelajari dengan baik, dari awal sampai dengan akhir. Penyusunan, penginputan, pengumpulan, sampai dengan di akhir asesmen lapangan.
Aku masuk dalam tim task force bersama dengan enam orang lainnya. Tim task force adalah tim yang beranggotan mahasiswa yang dibentuk untuk persiapan akreditasi dari BAN PT ke akreditasi LAMDIK. Sangat plot twist bukan, saat wawancara aku berbicara tentang akreditasi dan sekarang aku bagian dari akreditasi. Kami diberikan instruksi oleh dosen prodi mengenai job desk masing-masing, selanjutnya kami diikut sertakan rapat dengan pimpinan civitas fakultas. Ruangan rapat penuh dengan perwakilan masing-masing prodi, sebab tidak hanya prodi kami saja yang akreditasi tapi ada dua prodi lainnya yang ikut akreditasi. Hanya prodi kami saja yang menggandeng mahasiswa sebagai asisten akreditasi.
Rapat Koordinasi Pesiapan Akreditasi LAMDIK
Persiapan akreditasi LAMDIk dimulai dari menyiapkan, mengumpulkan, menginput data akreditasi prodi. Semua data dalam tiga tahun terakhir dikumpulkan sesuai dengan kelompoknya masing-masing, termasuk data kualitatif dan kuantitatifnya. Dari awal pembentukan tim task force sampai dengan akhir asismen lapangan, aku belajar banyak hal. Untuk menjadi bagian dari ini tidak cukup dengan modal mengajar dan meniliti saja. Namun ada pekerjaan tambahan yang harus dikerjakan demi memajukan kualitas semakin baik. Selama kurang lebih satu semester, sudah berasa hidup di kampus. Menurutku ada beberapa hal yang aku dapatkan, diantaranya; Pertama, kami mendapatkan hak khusus jika nanti berurusan dengan prodi dan fakultas. Kedua, dikenal dosen, berdiskusi, diajak kolaborasi penulisan. Ketiga, sedikit mengerti dan paham administrasinya. Keempat, banyak pusingnya tapi menyenangkan. dan lain sebagainya.
Pertemuan kesekian kalinya
Mungkin sekarang aku menjadi pendengar, insyallah siapa tahu beberapa tahun ke depan yang duduk berbicara menjelaskan di depan adalah aku.
Akreditasi BAN PT dan LAMDIK berbeda, ada beberapa bagian dari BAN PT bisa diinput ke Lamdik. Akreditasi BAN PT adalah A, dengan target Akreditasi Unggul dari LAMDIK. Aku yakin, Allah menempatkan aku di Semarang pasti ada alasan. Hari demi hari kuikuti alurNya dan makin memupuk pula keyakinanku bahwa adalah seorang pembelajar.
Hari yang kami nantikan datang juga, hari dimana pengecekan sembilan standar akreditasi, diteliti satu per satu. Dirasa sudah tidak ada yang salah, diwakili ketua prodi yang disaksikan dekan, wakil dekan, dan tim task force. Semoga hasilnya Unggul.

Tim Task Force bersama Tim UPPS FITK UIN Walisongo Semarang
Akhir tahun 2022 kami mendapatkan kunjugan asesmen lapangan dari dua dosen yang ditugaskan oleh LAMDIK. Selama proses berjalan lancar tanpa hambatan. Alhamdulillah kami berhasil meraih Akreditasi Unggul dari LAMDIK. Bagiku, sungguh pengalaman yang menyenangkan. Selamat menikmati hasil dari kontribusi kami.
Ceritanya sudah lama dibuat di platform Elon. Aku orgnya pelupa, jadi aku membutuhkan wadah biar bisa mengikat memori, karena memori itu rapuh, jadi harus diberi bentuk. Aku bentuknya menjadi sebuah tulisan saja.
메타데이터
- post_id
- fa5d9c497a5f
- slug
- sebuah-plot-twist-fa5d9c497a5f
- url
- https://medium.com/@isipikiraaan/sebuah-plot-twist-fa5d9c497a5f
- canonical_url
- https://medium.com/@isipikiraaan/sebuah-plot-twist-fa5d9c497a5f
- author_url
- https://medium.com/@isipikiraaan
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-25 00:12:06