Apa itu Qualia?
"The Hard Problem of Consciousness"
Apa itu Qualia?
The Hard Problem of Consciousness
Caruk Maruk Kehidupan Kita
Dari mulai berita Israel-Palestina, perang Cina-Amerika, Amerika vs Iran, perang fisik dan perang dagang yang bisa berbarengan. Disaat negara-negera Eropa sedang sibuk mengaungkan climate change, disaat Amerika mencoba menginvasi kembali dunia lewat kapitalisme, dan disaat pemberitaan ekonomi nasional masuk ke kepala.
Sepertinya kita sudah terbiasa menjadi lelah, tidak memiliki kebugaran jasmani yang memadai. Yang membuat kita harus kalibrasi kembali, dengan berjalan kaki, berlari, bersepedah, gym, dll. Dunia saat ini sudah pada level perspektif yang berbeda, dengan terpaparnya edukasi tentang neurobiologi, kita sekarang bisa mengetahui, bagaimana cara kita meng-hijack emosi untuk menjalani hari.
Dunia yang sekarang, adalah dunia yang penuh dengan ketenangan semu, sekarang kita semua dipaksa untuk mengikuti secara seksama dan tidak seksama, serta mencoba mengabaikan emosi. Disini yang menarik, beberapa pekan lalu, di algoritma instagram, seliweran perkataan ini “kita ini sudah mulai terbiasa meninggalkan kebiasaan ngelamun!“ kata Soleh & Dee Lestari.

Source : Pinterest
Bener juga. Kayanya sekarang kalo ada orang yang ngelamun, minimal dibercandaain, dibilang jangan ngelamun, kesambet setan!
Zon Simbolicum
Padahal, kalo kita rasa-rasa nih, proses ngelamun itu sangat ada gunannya, dari seharian penuh kita terpapar akan informasi yang kita pilih atau yang sengeja terapapar seperti polusi, kita jadi punya jeda untuk memproses tumpukan cache itu di otak, kita bisa terbuai masuk kedalam, atau kita bisa merasionalkan lamunan tersebut.
Ini yang belum bisa di capai oleh A.I. Artificial Intelegent, mereka hanyalah soal tumpukan informasi, mereka belum bisa mengolah informasi tersebut menjadi sebuah pemikiran yang sadar. Apakah akan bisa?! Kita tunggu saja.
Di spesies kita, Homo Sapiens, monyet dengan evolusi bisa memahami bahasa secara mendalam. Lamunan itu adalah salah satu cara kita bertahan hidup, baik secara sosial, maupun menerka kondisi alam.
Melatih rasa, menimbang-nimbang kembali perasaan. Sepertinya bukan hal yang salah atau aneh juga, terkadang itu jadi hal yang memorable buat kehidupan kita, baik itu good way or bad way. Kita sudah terlalu sibuk sepertinya untuk memperhatikan data lewat scroll sosial media. Kita mulai merasa terliterasi dengan bisa membaca data.
Apa itu Qualia?
Seperti data-data politik, data-data orang lapar, data-data orang yang mati akibat perang atau kecelakaan mobil, bahkan data-data ekonomi. Kita sudah terbiasa membaca infografis tersebut berserakan.
Namun, apakah kita sudah lupa? kalo data-data tersebut memiliki rasa yang rill! Disini pointnya! Kita baru saja menyentuh “The Hard Problem of Consciousness” (Masalah Sulit Kesadaran) dalam filsafat pikiran.

Dalam neurosains, ada istilah yang disebut Qualia yaitu kualitas subjektif dari pengalaman indrawi. (seperti misal “sakitnya” dikhianati). Data atau A.I mana tau rasanya di khianati, atau rasa sakit, atau rasa malu dan bersalah.
Nah, disini menurut gua dimana titik jelas apa itu Sains. Sains bisa menjelaskan mekanisme (bagaimana data dikumpulkan dan diuji), tapi tetap gagal bagimana menjelaskan fenomena (mengapa data itu bisa “terasa” seperti sesuatu). Data gagal untuk merasa, karena dia fakta.
Jadi, buat mereka pada intelektual dan para pejabat, janganlah kalian merasa pintar bisa membaca data. Overrated! kalian tidak perlu pamer data-data infografis yang kalian kumpulkan. Jika kalian hanya bisa membaca data secara mentah, kemana rasa kemanusiaan kalian selama ini? kalian baru saja mengesampingkan Qualia.

Source : Pinterest
Qualia, adalah bentuk lamunan yang sengeja atau tidak sengeja disadari, hal yang wajar untuk di lakukan setiap hari, melamun itu ada gunanya, bikin kita kerasukan, kerasukan diri kita sendiri!
Btw, dunia ini juga bisa seperti sekarang gara-gara spesies kita kebanyakan merenung, kebanyakan mikirin kita ini siapa, bagaimana, dan kenapa? Kita sudah mulai melupakan kebiasan nenek moyang, mulai meninggalan pemikiran-pemikiran yang mendalam. Mulai melupakan tabiat kita sebagai Homo Sapiens. Jadi apakah kalian sudah melamun hari ini ? Stare at nothing guys.. Terima Kasih!
메타데이터
- post_id
- faeea8fc8e95
- slug
- apa-itu-qualia-faeea8fc8e95
- url
- https://medium.com/@sekaratmelarat/apa-itu-qualia-faeea8fc8e95
- canonical_url
- https://medium.com/@sekaratmelarat/apa-itu-qualia-faeea8fc8e95
- author_url
- https://medium.com/@sekaratmelarat
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-26 21:52:29