Ketagihan Menjadi Kang Penata Musik
Lagi-lagi Cerita Menjadi Pekerja Sampingan Karena Menjadi Asisten Istri
Photo by Jametlene Reskp on Unsplash
Ketagihan Menjadi Kang Penata Musik
Lagi-lagi Cerita Menjadi Pekerja Sampingan Karena Menjadi Asisten Istri
Saya mulai tertarik menekuni pekerjaan-pekerjaan sampingan setelah sering menjadi asisten pribadi istri. Setelah kemarin berhasil memaksa diri berperan sebagai kang penata letak dan kang pembuat sampul buku, kini saya mencoba mendalami peran sebagai kang penata musik.
Jujur, saya mulai terbiasa dan ketagihan dengan aktivitas menata musik. Jika menulis di Medium berarti bercerita dan mengekspresikan perasaan dengan tulisan, di aplikasi Audacity (tangkapan layarnya ada di bawah), saya bercerita dengan menggabungkan beberapa elemen suara.
Jika tulisan ini tidak bisa dibaca langsung sampai bagian berikutnya, silakan lanjutkan membaca dengan mengklik tautan teman.

tangkapan layar aplikasi Audacity, dokumen pribadi
Awalnya cukup membingungkan, saya dibantu video tutorial dari YouTube dan beberapa artikel khusus untuk sampai bisa menata musik sampai sejauh ini. Emang sejauh mana saya bisa melakukan proses penataan musik dengan aplikasi di atas?
Bercerita dengan Musik
Jika profesi dadakan sebelumnya dilakukan saat bertugas menjadi asisten istri untuk pekerjaan yang dilakukan di sekolah menengah pertama (SMP), kali ini, saya bertugas menjadi asisten untuk pekerjaan yang dilakukan di Madrasah Aliyah (MA), sekolah swasta yang jaraknya cukup dekat dengan rumah.
Di MA, belahan jiwa saya teh mendapatkan tugas untuk membuat pertunjukkan seni dengan menyelipkan pemahaman atau adegan yang menyinggung materi sains dalam bentuk kabaret. Wabilkhusus membahas materi biologi (istri saya mengajar mata pelajaran biologi).
Pertunjukan kabaret ini, nantinya akan ditampilkan pada acara kenaikan kelas dan kelulusan para peserta didik di madrasah tempat istri mengajar. Saya kira pertunjukkan ini harus bisa menghibur dan memberikan kesan menarik kepada para penonton yang hadir.
Ide cerita sebetulnya berasal dari istri. Ia membuka percakapan dengan mengungkapkan keinginannya untuk menyelipkan konten: mengubah minyak jelantah menjadi sabun. Saya menyambutnya dengan mengajukan beberapa ide.
Dari obrolan tersebut, kemudian lahirlah alur: Kang Tahu bulat yang merasa hidupnya tidak berguna seperti minyak jelantah, bertemu dengan guru dan murid MA yang justru menolak perasaan tersebut.
Setelah itu, mulailah kami menyusun cerita dengan total tiga lembar kertas ukuran A4. Di dalamnya berisi beberapa adegan seperti Kang Tahu bulat ditabrak seorang tidak dikenal, lalu tidak sengaja bertemu dengan guru dan murid MA.

tangkapan layar MS Word, dokumentasi pribadi
Kang tahu bulat yang bernama Kang John itu mengeluh sebisanya, tapi keluhannya berhasil ditenangkan oleh teori dan praktik dari kolaborasi guru dan murid di madrasah.
Agar menarik dan menghibur, kami memasukkan beberapa musik terbaru seperti “Mangu”nya Fourtwenty dan Ada Aku di Nadimu versi Prince Poetiray dan Quinn Salman.
Kami juga memasukkan adegan lucu seperti adegan Kang John yang dari suara itu ditabrak motor gede (efek suara motor gede), tapi adegannya malah ditabrak sepeda anak kecil yang dikendarai seorang dengan helm motor full face. Adegan utamanya tentu saja presentasi pembuatan minyak jelantah menjadi sabun.
Kesan Menjadi Penata Musik
Bagian yang saya sukai adalah ketika memasukkan efek suara lucu seperti suara “Betul, betul, betul”nya serial kartun Upin-Ipin, efek suara “Oh now”, efek tertawa organik, dan elemen suara lainnya.
Ketika suara-suara efek itu tiba-tiba muncul di kepala, saya harus mencarinya di YouTube lalu mengunduhnya dengan bantuan pihak ketika. Saya biasanya langsung meminta tolong situs yang bisa langsung mengunduh format video (MP4) menjadi format musik (MP3).
Saya paling senang ketika hasilnya sudah jadi, kemudian para aktor kabaret yang tidak kuasa menahan tawa saat latihan.
Selama mengedit suara, kesulitan biasanya muncul saat akan menyatukan satu suara dengan suara lain agar bisa selaras dan enak didengar. Saya biasanya mengulangi sampai beberapa kali agar pas.
Eh, iya. Bicara sampingan ini, agak-agak ambigu nggak sih? Maksud saya teh, selain karena pekerjaan yang saya sebut di atas itu bukan pekerjaan utama, saya biasa melakukannya dengan setelan samping. Karena memang biasa di rumah itu setelan bawahnya samping, bukan celana.
메타데이터
- post_id
- fb645963d97c
- slug
- ketagihan-menjadi-kang-penata-musik-fb645963d97c
- url
- https://medium.com/@ibrahimdutinov/ketagihan-menjadi-kang-penata-musik-fb645963d97c
- canonical_url
- https://medium.com/@ibrahimdutinov/ketagihan-menjadi-kang-penata-musik-fb645963d97c
- author_url
- https://medium.com/@ibrahimdutinov
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-19 11:49:42