← Back to list

Sorotan — Juli 2025

Target bulanan tidak tercapai dan banyak hal baru yang terjadi

Belen Amanda · 2025-08-06 12:14 · 45 claps · 4.1 min read paywalled
#juli #rekapan-tulisan #bahasa-indonesia #penulis-indonesia
Open on Medium ↗

Sorotan — Juli 2025

Target bulanan tidak tercapai dan banyak hal baru yang terjadi

Sumber: Dokumentasi Penulis

Sumber: Dokumentasi Penulis

Kali ini, saya akan semakin spesifik dan merenungkan lebih dalam soal pengalaman yang saya alami selama Juli dengan membagi tulisan ini menjadi 2 bagian utama: hal-hal yang terjadi dan hal-hal yang saya baru kenali. Bagian pertama hanya berisi deskripsi pengalaman sedangkan bagian kedua berisi permenungan yang fokus pada pertumbuhan diri saya sebagai pribadi. Saya pikir, saya terlalu abai terhadap pertumbuhan baru meskipun ukuran kecil. Apa pun ukurannya, pertumbuhan tetaplah pertumbuhan, bukan? Jadi, saya pikir pembagian ini akan memudahkan saya menarasikan cerita lebih fokus: satu bagian secara objektif (apa adanya) dan bagian lainnya sepenuhnya subjektif (hanya saya yang mengalaminya). Jadi, apa yang terjadi selama di Juli 2025?

Baca dengan akses gratis di sini!

Target bulanan di Medium belum tercapai

Akhir Juni lalu, saya menetapkan satu target di Medium, yakni mendapat 72 pengikut baru. Artinya, dari 228 pengikut, setidaknya saya perlu menggapai 2–3 pengikut baru setiap hari untuk memenuhi target. Per 30 Juli 2025, pengikut saya bertambah 58.

Sebagai catatan kecil, tulisan ini menjadi tulisan ke-7 yang terbit di Juli. Jumlah tulisan ini sama seperti jumlah tulisan yang terbit bulan lalu. Saya pun baru sadar saat menulis ini!

Jadi Naradamping Band Senior Indonesia

4 Juli lalu saya mendapat kesempatan menjadi naradamping band Indonesia yang umurnya sama dengan umur saya. Pekerjaanya tidak banyak. Saya memastikan segala keperluan band selama acara tersedia dan menjembatani band dengan panitia acara, terutama terkait dengan penampilan. Super deg-degan karena ini pengalaman profesional pertama saya sebagai naradamping. Di kepala saya hanya satu: saya tidak ingin mengacaukan ini bagi pihak mana pun. Alhasil, sesampai di kos, saya muntah. (Kita cerita bagian ini lain waktu)

Bertemu sahabat kuliah!

Awal Juli lalu saya dan seorang sahabat dari perkuliahan memutuskan untuk bertemu di sebuah toko buku. Kami hanya makan siang bersama dan saya yang paling banyak cerita. Hari itu juga jadi hari pertama saya memberitahunya di mana dan apa pekerjaan saya.

Sello — netbook saya — tidak hidup total

Kejadian ini tentu di luar rencana. Di suatu pagi, setelah 2 hari tidak membuka kojing, Sello mati total. Saya tidak bisa menyalakannya. Pengisian daya pun tidak berfungsi. Saya berharap, hanya pengisi daya saja yang rusak. Nyatanya, setelah dibawa ke tukang servis, memang mesin kojing sudah rusak dan perlu diganti. Alhasil, saya menunda perbaikan kojing dan berujung tidak menulis atau menerbitkan apa pun di Medium sejak itu.

Nyeri tangan kembali datang

Hampir menuju akhir bulan, nyeri tangan saya datang lagi. Ketika saya SMA, tangan saya diperban lagi. Demi meminimalisasi pergerakan jempol dan yang akan membuat tangan saya sakit, saya memilih untuk menggunakan perban.

Kejadian unik terjadi ketika saya naik TransJakarta. Mungkin, karena melihat tangan saya diperban dan penumpang tersebut mengira tangan saya terluka parah, 2 penumpang memaksa saya duduk. Saya menolak dengan halus karena saya tau dan sadar, saya tidak apa-apa. Alhasil, saya bisa duduk.

Menghadiri acara lamaran bernuansa Bugis

Hari itu adalah kali pertama saya menghadiri acara lamaran. Saya mengajak adik saya untuk pergi ke acara lamaran tante saya tersebut. Tempatnya di Tanjung Priok dan itu adalah perjalanan terjauh saya bersama adik dengan transportasi umum.

Saya bahkan baru tau kalau tante saya menggunakan budaya Bugis untuk acara spesialnya. Saya lupa kalau beliau juga merupakan keturunan Bugis. Selesai dari acara lamaran, saya dan adik pergi ke Bogor untuk berburu kuliner. Saya ralat, pergi ke Stasiun Bogor.

Foto bareng adik

Setelah gajian, adik saya mengajak untuk foto di photobox yang saya tidak begitu familiar. Tidak sedang merayakan apa-apa dan kebetulan saja, di tempat berfoto tersebut ada bingkai One Direction untuk menjadi hiasan foto kami berdua. Alhasil, selesai berfoto, kami makan nasi padang di kos adik saya.

Lebih banyak buku yang setengah dibaca dibanding buku yang selesai dibaca

Saya tidak mendokumentasikan seluruh bacaan saya bulan ini. Saya hanya ingat, saya selesai membaca buku tentang komunikasi, fiksi karya Clarissa Goenawan, dan Alkemis. Saya hampir ingat semua judul buku yang tidak saya selesaikan, seperti Psychology of Money, Crying in H Mart, Rainbirds, Akhir Sang Gajah di Bukit Kupu-Kupu.

Lalu, apa hal baru tentang diri saya yang baru saya kenali?

Menikmati waktu bersama adalah bahasa kasih pertama

Bertemu kembali dengan sahabat kuliah atau bercerita lewat panggilan telepon dengan sahabat SMA yang mungkin hanya beberapa jam jauh lebih bermakna bagi saya. Pengalaman menghabiskan beberapa jam bersama adik juga semakin menyadarkan saya bahwa menikmati waktu bersama adalah hal yang paling saya suka lakukan bersama orang terkasih. Bahkan jika itu hanya 30 menit atau 3 jam. Seperti yang saya lakukan bersama sahabat saya ketika dia datang dari Australia beberapa waktu lalu. Kami hanya menghabiskan waktu untuk makan di bandara, di dalam pesawat, lalu berpisah hingga hari ini setelah berpisah berbulan-bulan. Tiap kali saya menceritakan pengalaman ini ke orang lain, mereka akan terkejut dan merespon, “Hah?! Pertemuan apaan sebentar gitu?”

Bagi saya, ini bukan soal berapa lama, tetapi bagaimana saya menghidupi waktu itu.

Saya bisa begitu cerewet, tetapi saya begitu cinta duduk dan diam saja sebetulnya

Berpergian dengan adik saya demi photomatic membuat saya sadar kalau menetap di dalam ruangan selalu menjadi pilihan favorit. Jika kamu bertanya, apakah saya suka berjalan-jalan keliling alam? Bisa saja, asal sendirian karena saya suka sekali berubah pikiran. Saya bisa tiba-tiba ingin kembali saja ke kamar kos atau mampir ke lokasi lain yang bukan jadi tujuan utama. Saya tahu, tidak semua orang bisa kuat untuk menanggung sikap ini.

Bisa juga, saya akan menjawab tidak. Jika kamu mengajak tanpa rencana jelas dan runtut, rasanya saya akan memilih menetap di dalam ruangan dengan lantang. Semua ini makin saya sadari ketika saya berpergian dengan adik saya dengan segudang rencana, saya meminta untuk kembali saya ke kosnya karena saya sudah capek.

Makan bakso tidak dicampur ternyata enak banget!

NB: Tulisan ini ditulis pada 30 Juli 2025 pukul 22.30 WIB dan selesi disunting pada 6 Agustus 2025 di waktu istirahat kerja. Oh, saya begitu penasaran apa saja yang akan terjadi dan apa yang akan saya baru kenali tentang diri saya Agustus ini.

Terima kasih sudah membaca sampai habis. Silahkan berikan tepukan, komentar, atau sebarkan bagian yang paling kamu sukai. Saya membaca setiap komentar yang kamu tulis😊

Dan, hei! Jaga kesehatan, itu yang terpenting. Sampai jumpa di tulisan berikutnya!


메타데이터
post_id
fb7b7ac0f1ef
slug
sorotan-juli-2025-fb7b7ac0f1ef
url
https://medium.com/@belenamanda/sorotan-juli-2025-fb7b7ac0f1ef
canonical_url
https://medium.com/@belenamanda/sorotan-juli-2025-fb7b7ac0f1ef
author_url
https://medium.com/@belenamanda
status
ok
fetched_at
2026-06-25 07:00:49