← Back to list

QWER — My Name is Malguem

Sebuah interpretasi by EdenyFai

EdenyFai · 2024-10-03 14:11 · 5 claps · 14.6 min read
#kpop #qwer #interpretation #music #bahasa-indonesia
Open on Medium ↗
Wiki topics: CUL · Culture & Media 🎵 · Music & Audio

QWER — My Name is Malguem

Sebuah interpretasi

QWER adalah grup band dari Korea yang beranggotakan 4 perempuan yaitu Chodan (Drum), Magenta (Bass), Hina (Gitar/keyboard), dan Siyeon (Vocal/Gitar). Sedikit cerita mengenai QWER, sebelumnya saya memang seorang penikmat musik dari Korea dan Jepang. Jujur, ketika QWER debut dan muncul ke publik sejak tahun lalu saya belum tertarik untuk mengikuti perkembangan mereka sebagai bagian dari industri musik Korea. Namun sejak mereka merilis title track kedua mereka pada bulan April lalu dengan judul T.B.H, mereka benar-benar mencuri perhatian saya. Hingga saat ini lagu mereka selalu berada dalam playlist harian saya, bahkan lagu yang akan saya bahas ini mungkin akan berada di playlist utama saya selamanya.

My Name is Malguem (내 이름 맑음) rilis pada 23 September lalu yang memiliki status sebagai title track dari mini album kedua dari mereka “Algorithm’s Blossom”. Sekilas jika anda membaca lirik lagunya, lagu ini terlihat sebagai lagu percintaan pada umumnya yang menceritakan bagaimana perasaan seseorang ketika ia mengalami cinta yang tak terbalaskan. Namun jika anda menonton music video (MV) dari lagu ini, mungkin anda akan memiliki pandangan yang lebih luas mengenai lagu ini. Anda dapat mengakses MV ini pada tautan berikut, My Name is Malguem.

Judu Lagu

My Name is Malguem, dalam bahasa Indonesia berarti “Nama saya cerah”. Kata 맑음 (Malguem) disini memang berarti cerah, tapi apa kaitannya dengan nama seseorang? Kata tersebut merupakan kiasan sang penulis lagu untuk seseorang yang mempunyai kepribadian layaknya cuaca yang cerah. Apa yang anda pertama kali pikirkan ketika mendengar kata cerah? Pasti yang tergambar dipikiran anda adalah ketika sinar matahari menghangatkan kulit anda, kemudian anda juga dapat melihat langit berwarna biru disertai oleh awan-awan yang saling menjaga jaraknya satu sama lain. Seseorang dengan pribadi Malguem dapat ‘menyinari’ lingkungan sekitarnya dengan hangat dan selalu terlihat riang layaknya langit saat cuaca cerah.

Malguem (Sunny)

Malguem (Sunny)

Kemudian judul lagu ini juga dapat berarti Tomorrow Will be Sunny (내일은 맑음), yang berarti bahwa besok hari akan cerah. Judul lagu ini memiliki makna esok hari akan ‘cerah’ seakan akan bahwa hari-hari sebelumnya selalu “diselimuti awan gelap”.

Lirik lagu

Lirik lagu dikutip dari, colorcodedlyrics

Lagu ini dibuka dengan intro,

Intro: How foolish of me to let it all slip when I couldn’t hold it back anymore

Intro lagu ini memberikan makna ketika seseorang tersebut merasa bodoh ketika menahan perasaan sedihnya, padahal dirinya tak mampu menahanya.

Verse 1: I’m sure you noticed judging by your expression I was so obvious even I was surprised

My heart flutters whenever you tease me and today is no different We promised, hug me and understand me will only be said in dreams

Bait pertama dari lagu ini menggambarkan perasaan cinta dan kegugupan seseorang ketika berada di dekat orang yang disukai. Dimana perasaan itu datang secara sadar maupun tidak sadar, hal ini membuat orang yang jatuh cinta tersebut dibuat terkejut. Bahkan ketika orang tersebut memberikan candaan yang terkesan menggoda, hatinya pun berdebar-debar dibuatnya. Kata “Hug me” dan “understand me” ini bermakna sebuah ekspresi dari keinginan untuk dekatan secara emosional dan fisik, serta pengertian yang mendalam satu sama lain. Saya yakin anda pasti paham bahwa jika kedua orang sudah di tahap tersebut, mereka mungkin sudah ditahap saling mencintai satu sama lain. Frasa “will only be said in dreams” membantahkan bahwa mereka sudah saling mencintai satu sama lain, frasa tersebut memberikan makna bahwa hal tersebut hanya sebuah harapan dan kenyataanya hanya dapat terjadi di dalam mimpi.

Pre Chorus & Chorus: Your careless wordsmake my heart race all day I seized and locked those feelings away in my diary so no one could see them

But how foolish of me to let it all slip when I couldn’t hold it back anymore I’ve bottled it up so much done so well until now

Bagian pre chorus dan chorus lagu ini memiliki makna seseorang yang sedang jatuh cinta itu berusaha menyembunyikan perasaannya dengan menuliskannya dalam buku hariannya. Walaupun pada akhirnya perasaan tersebut terungkap dan hal tersebut membuat orang itu merasa bodoh karena sudah berusaha sebaik mungkin untuk menyembunyikan perasaannya selama ini.

Verse 2: Yet when I couldn’t even hold back my tears saying “I’m okay” with my puffy eyes and my stuffy nose, but still it will be Malguem(Sunny) tomorrow

Even when we eat together or even when our eyes meet, don’t worry Hug me No, love me This is nothing but a dream

Bait kedua menggambarkan seseorang itu tetap berusaha menyembunyikan perasaannya walaupun ia merasa sangat sedih, ia tetap berusaha mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja. Ketika mereka makan bersama yang dimana mata mereka dapat menatap satu sama lain, walaupun mereka bersama secara fisik seseorang tersebut mengharapkan perhatian yang lebih, hal ini ditunjukkan dengan Frasa “hug me no, love me” menandakan bahwa ia ingin dirinya dicintai, namun ia kembali sadar bahwa hal tersebut hanya sekedar harapan yang tak akan terwujud seperti layaknya mimpi. Secara keseluruhan, bait 1 dan bait 2 pada lagu ini mengacu pada makna yang sama.

Bridge & Outro: To be honest I don’t think my tears will stop for a while because I can’t even be friends with you anymore I might try to brush it off and smile but I’m not that strong

Until the day I can say that love isn’t such a big deal I’m bottling it up and writing it down in my diary my name is malguem

Pada bagian akhir lagu ini, penulis lagu mengutarakan bagaimana akhir dari perasaannya yang menyedihkan ini. Ia merasa bahwa untuk sementara waktu tidak dapat menahan air matanya lagi, ia sangat sedih karena dia tidak dapat berteman seperti dahulu dengan orang yang ia cintai. Ia berusaha terlihat kuat padahal dirinya sangatlah rapuh. Penulis lagu ini berharap suatu hari nanti ia bisa menanggap cinta bukanlah hal yang besar, untuk saat ini ia berusaha menyimpan semua perasaannya dalam buku hariannya.

Lagu ini ditutup dengan kalimat “My Name is Malguem”. Disini kita dapat melihat bahwa ia sudah mendapatkan kembali semangatnya dan jati dirinya dahulu sebagai orang dengan julukan ‘Malguem’, pribadi yang hangat dan selalu riang.

Menurut saya penulis lagu ini menuliskan lirik lagu dengan cukup jelas dan maknanya bisa tersampaikan dengan baik, bahasa yang digunakannya pun mudah untuk dipahami. Tentunya kita sebagai orang Indonesia tidak terlalu paham bahasa asing seperti Korea, bahkan Bahasa Inggris pun terkadang kita mengalami kesalahan dalam menerjemahkannya. Hal ini mungkin menjadi penghalang bagi kita untuk memahami makna sesungguhnya dari sebuah lagu yang rilis dengan bahasa asing. Namun dengan adanya Music Video (MV) dari sebuah lagu, kita dapat menangkap maksud dari lagu itu lebih jelas lagi. Untuk itu kita bahas ke hal yang lebih menarik, yaitu MV.

Music Video (MV)

Pada awal video kita dapat melihat Hina berkata, “They call me Malguem (Sunny), but that day it rained”

Hina

Hina

“They call me Malguem (Sunny), but that day it rained”

“They call me Malguem (Sunny), but that day it rained”

Hina adalah sosok yang dipanggil Malguem itu, ia merupakan seseorang periang yang layaknya cuaca cerah, namun pada hari itu ‘hujan’ sedang turun. Hal ini bermakna, hari itu Hina merasakan sedih (Hujan) walaupun demikian orang-orang tetap memanggilnya sebagai sosok yang selalu riang (Malguem/Cerah).

Video dimulai dengan beberapa potongan frame seperti berikut,

Siyeon

Siyeon

Potongan beberapa frame awal ini merupakan kunci dari video ini yang merupakan visual dari lirik lagu tersebut. Mari kita fokus.

Hina dan Siyeon

Hina dan Siyeon

Menurut saya di dalam potongan frame tersebut terdapat bagian frame yang menarik, yaitu frame ini. Frame ini menunjukkan Hina dan Siyeon duduk bersama dan saling menatap satu sama lain. Saya meminta anda untuk mengingat scene ini karena nanti akan ada hal yang ingin saya sampaikan mengenai ini.

Hina beranjak dari tempat tidurnya dengan penuh semangat untuk menuju suatu tempat

Hina beranjak dari tempat tidurnya dengan penuh semangat untuk menuju suatu tempat

Hina pergi ke tempat dimana terdapat Chodan (kiri) dan Magenta (tengah) yang sedang merangkai buket bunga

Hina pergi ke tempat dimana terdapat Chodan (kiri) dan Magenta (tengah) yang sedang merangkai buket bunga

Hina tidak sengaja menjatuhkan vas bunga

Hina tidak sengaja menjatuhkan vas bunga

Pada scene ini Hina yang sedang merangkai bunga dalam buket tidak sengaja menjatuhkan vas bunga hingga pecah. Kita juga dapat melihat tanggal pada kalender yang menunjukkan tanggal 7 yang mungkin selalu Hina ingat, biasanya seseorang menandakan sebuah tanggal dalam kalender karena ada sesuatu yang penting dan mungkin perlu diingat. Kemudian disaat ingin membersihkan pecahan vas bunga, Hina melihat sebuah buku harian yang berada dibawah meja.

Hina mengambil buku harian tersebut dan terdapat foto di dalamnya

Hina mengambil buku harian tersebut dan terdapat foto di dalamnya

Buku harian yang diambil Hina merupakan buku harian yang sudah terlihat usang, hal ini dapat diketahui karena Hina yang mengusap sampul bukunya yang sudah berdebu (terlihat sudah lama berada disana). Dapat diketahui juga buku yang ditemukan Hina dibawah meja bukanlah buku harian Hina yang ia punya sekarang, karena pada scene ini terdapat dua buku harian yang berbeda. Lantas buku harian siapa yang Hina ambil?

Foto yang berada di buku harian dibawah meja

Foto yang berada di buku harian dibawah meja

Scene yang diambil dengan sudut yang sama

Scene yang diambil dengan sudut yang sama

Hina melihat selembar foto dari buku harian yang baru ia temukan. Kemudian ia beranjak keluar dari ruangan tersebut untuk menuju lokasi yang sama dari dalam foto tersebut.

Scene ini diambil dengan sudut yang sama, biasanya hal ini dilakukan untuk menggambarkan ulang (perbandingan) apa yang sudah terjadi di masa lalu dan sekarang. Pada foto kolase sebelah kiri kita dapat melihat Siyeon yang membawa bunga sedang berjalan menuju kotak putih dan pada foto kolase sebelah kanan kita juga melihat hal sama, disatu sisi Hina juga berjalan menuju kotak tersebut. Pada kedua momen tersebut Chodan dan Magenta juga hadir, sebelumnya mereka memotret Siyeon namun mereka tidak memotret Hina dan hanya memperhatikannya saja. Apa makna dari kotak tersebut? dan siapa Chodan dan Magenta?

Hina membuka kotak putih

Hina membuka kotak putih

Kotak putih yang dibuka oleh Hina adalah alat meteorologi yang bernama Stevenson screen. Alat ini berbentuk seperti kotak atau shelter yang didalamnya berisi instrumen cuaca seperti termometer, higrometer dan sebagainya. Perlu diketahui, Stevenson screen berfungsi melindungi instrumen cuaca didalamnya yang fungsinya untuk memperkirakan cuaca. Disaat Hina membuka kotak tersebut, didalamnya terdapat sebuah termometer yang ia sentuh dan tiba-tiba suhu termometer tersebut naik drastis. Kenaikan suhu tiba-tiba tersebut memang meyakinkan kita sekali lagi bahwa Hina adalah sosok ‘malgeum’, namun dibalik itu ia juga sudah menahan rasa sedihnya selama ini dan berusaha menutupinya (seperti pada lirik). Suhu tinggi tersebut merupakan simbol rasa sakit, karena semakin tinggi suhu menandakan bahwa semakin sakit rasa akibat panas yang ditimbulkan. Bagian selanjutnya kita dapat melihat Hina yang menatap ke langit disertai rintik air yang jatuh pada wajahnya.

Hina dan Siyeon adalah individu yang sama

Hina dan Siyeon adalah individu yang sama

Pada bagian ini saya baru menyadari bahwa mereka berdua adalah satu individu yang sama. Melihat bagaimana mereka mempunyai habbit yang sama dan rutinitas yang sama. Namun mereka memiliki perbedaan, kita juga bisa melihat pada scene pembuka pada video dimana Siyeon selalu diperlihatkan dengan ekspresi depresi dan sedih, sementara Hina selalu memiliki ekspresi riang dan senang.

Hina melambangkan sisi perasaan senang dan Siyeon adalah sisi perasaan sedih.

Siyeon juga selalu diidentikkan dengan warna biru, hal ini ditunjukkan dengan Hina yang menjatuhkan vas bunga dengan cairan berwarna biru dan Siyeon selalu menyiram bunga berwarna biru yang kemudian ia pegang saat menuju kotak putih. Warna biru disini dilambangkan sebagai perasaan sedih, melankolis hingga depresi. Seperti istilah yang anda ketahui yaitu “Feeling blue”, namun bunga anggrek disini melambangkan harapan. Saat Hina menyentuh buku harian yang dibawah meja tiba-tiba scene menunjukkan kondisi Siyeon yang sedang sedih dan terlihat depresi. Kita juga dapat mengetahui bahwa buku yang diambil dari bawah meja merupakan buku harian milik Siyeon, sisi perasaan sedih dari Hina.

Ruangan putih yang dipenuhi dengan bunga

Ruangan putih yang dipenuhi dengan bunga

Ruangan putih yang didatangi oleh Hina pada awal tadi merupakan simbol dari hati seseorang. Ruangan putih yang dipenuhi dengan bunga bermakna bahwa seseorang tersebut sedang jatuh cinta, hati yang sedang berbunga-bunga.

Hina dan Siyeon berada di dalam ruangan putih dipenuhi bunga

Hina dan Siyeon berada di dalam ruangan putih dipenuhi bunga

Buku harian dengan gembok merupakan simbol Hina yang sudah berusaha sebaik mungkin menyimpan perasaan sedihnya agar tiada satu orang pun yang tahu.

Buku harian dengan gembok merupakan simbol Hina yang sudah berusaha sebaik mungkin menyimpan perasaan sedihnya agar tiada satu orang pun yang tahu.

Di dalam ruangan itu kita dapat melihat Hina dan Siyeon, walaupun mereka berada dalam satu ruangan tetapi tampaknya mereka seperti tidak saling berinteraksi satu sama lain. Foto yang beruraian dari buku harian menandakan bahwa ia selama ini sudah berusaha menutupi semua perasaan sedihnya agar orang lain tidak mengetahuinya, ia berusaha menuliskannya semua dalam buku harian dan menguncinya dengan rapat, namun pada akhirnya rasa tersebut sudah tidak dapat ditahan lagi olehnya dan orang lain jadi tahu akan hal itu.

Perasaan sedih yang selama ini ia simpan, sudah tidak dapat ditahan. Ia sudah berusaha dengan baik selama ini, namun inilah batasnya

Jika anda membaca interpretasi lirik lagu ini sebelumnya, anda akan mengetahui dengan jelas pada lirik bahwa perasaan sedih yang selama ini Hina tahan sudah tidak dapat ditahan lagi. Lirik tersebut disimbolkan pada video ini berulang kali, selain foto yang keluar dari buku harian juga terdapat hal lain yang menjadi simbol. Sebelumnya memang sudah terjawab buku harian milik siapa yang berada dibawah meja, namun hal lain yang dapat diketahui adalah buku harian dibawah meja tersebut menggambarkan suatu perasaan yang sengaja ia buang namun pada akhirnya ia kembali menemukan buku harian tersebut sehingga perasaan sedih itu timbul kembali. Vas bunga yang pecah yang berisi cairan biru didalamnya menandakan bahwa seluruh perasaan sedih yang dia sudah pendam sudah tak dapat dibendung lagi, cairan biru tersebut melambangkan kesedihan yang ia rasakan selama ini namun sekarang sudah berceceran tak ada lagi wadah yang membendungnya. Sebelumnya saya juga sudah menjelaskan fungsi dari kotak putih (Stevenson screen) secara umum, namun pada video ini kotak tersebut merupakan simbol dari tempat penyimpanan rasa sedih/sakit dari Hina selama ini. Kemudian termometer yang berada di dalamnya adalah bentuk dari rasa sedih dan sakit. Ketika Hina menyentuh termometer tiba-tiba suhu meningkat dan rintik hujan menetes pada wajahnya, Hina telah membuka kembali rasa sedih dan sakitnya yang ia pendam selama ini.

Kita kembali diperlihatkan sisi kontras dari Hina dan Siyeon, dimana Hina yang merupakan simbol dari perasaan senang dan Siyeon perasaan sedih seolah-olah masih terpisah.

Kita sudah berada di klimaks dari video ini, disini terlihat Hina memberikan ekspresi kesal seperti sudah tidak tahan dengan apa yang ia rasakan selama ini. Jika kalian bertanya foto apa yang dilihat Hina disini, mungkin jawaban yang paling memungkinkan adalah foto ini.

Foto hina berjalan menuju kotak putih

Foto hina berjalan menuju kotak putih

Foto yang dilihat merupakan foto dirinya sendiri yang sedang berjalan ke kotak putih, sebelumnya Hina juga menemukan foto serupa namun yang terdapat didalamnya adalah foto Siyeon. Mungkin anda bertanya-tanya apa maksud dari foto-foto ini semua, menurut saya foto-foto disini adalah simbol dari memori. Foto mempunyai fungsi sebagai kenangan dalam berbentuk gambar yang kita dapat lihat kembali untuk mengingat sesuatu yang sudah lampau. Karena itulah, setiap terdapat foto di dalam video ini maka Hina sedang melihat atau mengingat kenangannya dari masa lalu. Mengenai buku hariannya yang sudah terbuka dengan isi catatan didalamnya, sejujurnya saya tidak terlalu paham Bahasa Korea, untuk itu saya meminta bantuan teman saya yang paham akan hal tersebut. Setelah saya pelajari apa yang tertulis dalam buku harian tersebut, saya menarik kesimpulan bahwa apa yang ditulis dalam buku harian tersebut hanyalah semacam script berakting atau apa yang mereka sedang lakukan dalam music video tersebut. Tetapi jika dihubungkan dengan cerita yang ada dalam musik video ini, buku harian itu seharusnya berisi tentang perasaan Hina yang selama ini ia pendam.

Hina merasa bodoh karena memendam dan membuang perasaan sedihnya selama ini

Pada scene selanjutnya terlihat bunga anggrek biru yang tumbuh di Hutan seperti terkena serpihan tanah dan terlihat juga sebuah bunga berwarna biru yang diinjak oleh Hina, seperti seolah Hina sedang terburu-buru. Menurut saya simbol bunga diinjak tersebut melambangkan bahwa Hina sudah terlihat muak dengan memendam perasaan sedihnya, ia merasa bodoh bertingkah seperti itu selama ini.

Chodan dan Magenta merupakan wujud dari manifestasi seseorang yang sedang jatuh cinta, terkadang kita merasa sedih, senang, marah, kikuk dan sebagainya.

Scene berlanjut pada Siyeon yang berlari di Hutan dan juga terdapat Chodan dan Magenta disana, mereka seperti dikejar oleh seseorang. Kita belum sempat membahas, siapa Chodan dan Magenta? Chodan dan Magenta merupakan bentuk manifestasi dari perasaan Hina yang tumbuh akibat jatuh cinta kepada seseorang. Mereka berdua berada di dalam ruangan putih yang didalamnya dipenuhi bunga-bunga, kemudian mereka berdua juga hadir disaat Hina senang dan sedih. Mengapa mereka selalu ada? dan mengapa disaat awal video kita juga melihat scene Siyeon yang seperti dihantui oleh Chodan dan Magenta? mari kita bahas.

Awalnya saya berfikir bahwa Chodan dan Magenta adalah bentuk hal jahat atau perasaan buruk terhadap Hina, bahkan saya sempat berfikir bahwa mereka berdua adalah simbol dari Eros (dewa cinta) dan Himeros (dewa cinta tak terbalaskan) dari mitologi Yunani. Tapi saya rasa itu pemikiran yang terlalu jauh.

Hina tidak mampu untuk melepaskan “Chodan dan Magenta” (rasa yang tidak dapat dideskripsikan saat jatuh cinta), tetapi ia memilih untuk melepaskan ‘Siyeon’ (rasa sedih) dari dirinya

Chodan dan Magenta selalu berada di sisi Hina baik disaat sedih maupun senang, karena Hina sendiri yang menginginkan mereka berdua tetap ada. Siyeon sebagai sisi sedih dari Hina seolah-olah dihantui oleh kehadiran mereka berdua, hal ini memang tidak bisa dijawab dengan mudah karena perasaan seseorang tidak mudah dimengerti oleh orang lain, hanya dirinya sendiri yang paling paham akan hal itu. Menurut saya kehadiran Chodan dan Magenta itu bisa berdampak baik dan buruk bagi Hina. Bayangkan ketika anda sedang jatuh cinta kepada seseorang, apakah hanya ada perasaan suka saja kepada orang tersebut? pernahkah kalian merasakan perasaan lain secara sadar maupun tidak sadar ketika berada di dekat orang tersebut? pasti kalian pernah mengalami salah tingkah bukan? Ketika seseorang sedang jatuh cinta rasa tersebut memang menjadi sebuah sensasi yang membuat hati kita terasa berdebar dan rasanya ingin sekali merasakan itu selamanya. Namun ketika orang tersebut merasa cintanya tak terbalaskan, bagaimana rasanya ketika “Chodan dan Magenta” masih hadir dalam suasana tersebut? bukan sensasi berdebar yang muncul seperti pada sebelumnya yang ia rasakan, melainkan sensasi berdebar yang menyedihkan yang muncul.

Jika anda bertanya, bukankah pada seluruh video tersebut Hina sudah merasa senang? jawabannya tidak. Sebaliknya justru disini Hina memendam seluruh perasaan sedih yang ada pada dirinya akibat cintanya yang tak terbalaskan, anda juga dapat melihat ketika Hina ingin masuk ke dalam ruangan putih tersebut ia tampak ragu-ragu untuk membuka pintunya. Hal ini menandakan bahwa Hina sendiri hanya berusaha untuk terlihat baik-baik saja dengan membiarkan “Chodan dan Magenta” tetap ada bersamanya. Walaupun ia berusaha untuk membuat hatinya ‘berbunga’ kembali, tetapi tetap saja ia tidak dapat luput dari Siyeon (perasaan sedih) sekeras apapun ia menghindar dan berusaha untuk melupakannya.

Peristiwa terjadi di hutan

Peristiwa terjadi di hutan

Saat di hutan sejujurnya tidak tampak jelas apa yang sedang terjadi disana, saya merasa bahwa Hina disini berusaha mengejar Siyeon (sisi sedih) dan berusaha menganggapnya kembali jadi bagian dirinya. Sementara Hina berusaha untuk ‘mengubur’ Chodan dan Magenta, karena ia ingin perasaannya terhadap orang yang ia cintai itu hilang dan terkubur selamanya. Hina berhasil untuk ‘mengubur’ mereka berdua (perasaan itu), hal ini ditandakan dengan sebuah frame dimana terdapat Chodan dan Magenta dengan nuansa monokrom yang menandakan bahwa mereka berdua sudah ‘mati’. Kemudian Hina melihat kembali kenangannya bersama orang yang ia cintai untuk terakhir kalinya.

Magenta dan Chodan telah ‘mati’

Magenta dan Chodan telah ‘mati’

Sedih dan senang akan selalu ‘hidup’ berdampingan, tidak bisa dipisahkan

Akhir dari cerita ini, Hina dan Siyeon kembali menjadi satu bagian utuh. Hina sudah menerima sisi ‘gelapnya’ tersebut, ia merasa bodoh selama ini sudah berusaha membuang sisi tersebut jauh-jauh dan tidak menaggapnya jadi bagian dari dirinya. Anda dapat melihat Hina kehujanan dengan dinaungi bayangan pohon yang gelap pada hutan, menandakan ia sudah menerima sisi sedihnya. Kemudian anda juga diperlihatkan dengan Siyeon yang berdiri dibawah sinar matahari yang cerah dan tampak terlihat senang dari sebelumnya.

Hina dan Siyeon, rasa senang dan sedih yang ada dalam diri manusia

Hina dan Siyeon, rasa senang dan sedih yang ada dalam diri manusia

Anggrek biru

Anggrek biru

Perasaan sedih harus berada di tempat yang tepat pada diri kita

Scene ditutup dengan bunga anggrek berwarna biru yang sudah tumbuh dan mekar dengan sempurna di hutan. Menandakan bahwa harapan yang selama ini ia tanam sudah ‘tumbuh’ dan berada di tempat yang seharusnya berada. Sebelumnya anda dapat melihat bahwa Siyeon lah yang menumbuhkan bunga tersebut di dalam pot dan selalu menyiramnya setiap pagi. Hutan disini bisa disimbolkan sebagai tempat dimana perasaan sedih (bunga biru) itu seharusnya berada, ia harus berada di tempat yang tepat dan tidak selalu harus ada di dalam ‘pot’ yang kita dapat bawa kemanapun kita berada. Hina terlihat berdiri dibawah hujan yang lebat namun tampak terlihat tegar dengan senyumnya, seperti pada bagian lirik yang berbunyi “I don’t think my tears will stop for a while” untuk sementara waktu Hina akan terlarut dalam kesedihan, karena ia merasa tidak dapat berteman kembali dengan orang yang ia cintai itu hingga hari dimana ia dapat merasakan bahwa “that love isn’t such a big deal”.

Secara keseluruhan lagu ini memiliki pesan, bahwa jatuh cinta itu memanglah perasaan yang indah layaknya bunga yang bermekaran. Disaat itu perasaan datang secara sadar maupun tak sadar. Namun disaat cinta kita tidak terbalaskan, maka perasaan sedih pasti akan datang. Perasaan sebelumnya yang masih berbunga mungkin masih tertinggal pada diri kita walaupun kita tahu tak ada yang bisa membalas kembali perasaan tersebut, walaupun kita juga tahu hal tersebut hanya dapat terjadi dalam mimpi. Perasaan sedih yang datang harus kita terima dan perasaan berbunga yang lalu itu harus kita kubur dalam-dalam. Karena sejatinya sedih dan senang selalu berdampingan, tidak dapat dipisahkan. Kita harus tetap tegar walaupun telah merasakan rasa sakit dan sedih.


메타데이터
post_id
fba7d1e0bd0c
slug
qwer-my-name-is-malguem-fba7d1e0bd0c
url
https://medium.com/@edenystories/qwer-my-name-is-malguem-fba7d1e0bd0c
canonical_url
https://medium.com/@edenystories/qwer-my-name-is-malguem-fba7d1e0bd0c
author_url
https://medium.com/@edenystories
status
ok
fetched_at
2026-07-22 15:40:29