← Back to list

Kisah Nabi Syu’aib ‘Alaihissalam di Tengah Kaum Madyan dan Aykah

Oleh Tundung Memolo

Tundung Memolo (2) · 2025-03-28 10:44 · 0 claps · 2.8 min read
#kisah-nabi #syuaib #rasul #madyan #aykah
Open on Medium ↗

Kisah Nabi Syu’aib ‘Alaihissalam di Tengah Kaum Madyan dan Aykah

Oleh Tundung Memolo

Di sebuah negeri yang makmur, di tengah-tengah kaum Madyan yang dikenal sebagai pedagang ulung, hiduplah seorang nabi yang penuh kebijaksanaan dan kelembutan. Ia adalah Nabi Syu’aib ‘alaihissalam, yang diutus oleh Allah untuk membawa kaumnya kembali kepada jalan yang benar. Namun, kaum Madyan telah tenggelam dalam keserakahan. Mereka curang dalam timbangan dan takaran, menipu dalam jual beli, serta membuat kerusakan di bumi dengan kezaliman mereka.

Suatu hari, Nabi Syu’aib berdiri di hadapan mereka dan menyeru dengan penuh kasih sayang,

وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ قَدْ جَآءَتْكُم بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ فَأَوْفُوا۟ ٱلْكَيْلَ وَٱلْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا۟ ٱلنَّاسَ أَشْيَآءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu’aib. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman” (Q.S. Al-A’raf ayat 85)

Namun, seruan itu hanya ditanggapi dengan cemoohan. Para pemimpin kaum Madyan menatapnya dengan sinis dan berkata,

قَالُوا۟ يَٰشُعَيْبُ أَصَلَوٰتُكَ تَأْمُرُكَ أَن نَّتْرُكَ مَا يَعْبُدُ ءَابَآؤُنَآ أَوْ أَن نَّفْعَلَ فِىٓ أَمْوَٰلِنَا مَا نَشَٰٓؤُا۟ ۖ إِنَّكَ لَأَنتَ ٱلْحَلِيمُ ٱلرَّشِيدُ

Mereka berkata: “Hai Syu’aib, apakah sholatmu menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal”. (Q.S.Hud ayat 87)

Nabi Syu’aib tidak menyerah. Ia memperingatkan mereka akan azab Allah yang pedih jika mereka tetap dalam kesombongan dan kecurangan mereka.

وَيَٰقَوْمِ لَا يَجْرِمَنَّكُمْ شِقَاقِىٓ أَن يُصِيبَكُم مِّثْلُ مَآ أَصَابَ قَوْمَ نُوحٍ أَوْ قَوْمَ هُودٍ أَوْ قَوْمَ صَٰلِحٍ ۚ وَمَا قَوْمُ لُوطٍ مِّنكُم بِبَعِيدٍ

Wahai kaumku, janganlah permusuhan kalian terhadapku menyebabkan kalian ditimpa (azab) seperti yang menimpa kaum Nuh, atau kaum Hud, atau kaum Shalih. Dan kaum Luth tidaklah jauh dari kalian.” (Q.S. Hud ayat 89)

Tapi kaum Madyan semakin keras kepala. Mereka bukan hanya menolak ajakan Nabi Syu’aib, tetapi juga berusaha menghalangi orang-orang yang beriman untuk mengikuti jalan Allah. Mereka duduk di jalan-jalan dan menakut-nakuti siapa pun yang mencoba meninggalkan kebiasaan buruk mereka.

وَلَا تَقْعُدُوا۟ بِكُلِّ صِرَٰطٍ تُوعِدُونَ وَتَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِهِۦ وَتَبْغُونَهَا عِوَجًا ۚ

Dan janganlah kalian duduk di setiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang-orang yang beriman dari jalan Allah dan ingin membelokkannya.” (Q.S. Al-A’raf ayat 86)

Puncaknya, mereka mengancam akan mengusir Nabi Syu’aib dan para pengikutnya jika mereka tidak kembali kepada kebiasaan lama. Namun, Nabi Syu’aib dengan penuh keyakinan menjawab,

قَدِ ٱفْتَرَيْنَا عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا إِنْ عُدْنَا فِى مِلَّتِكُم بَعْدَ إِذْ نَجَّىٰنَا ٱللَّهُ مِنْهَا ۚ وَمَا يَكُونُ لَنَآ أَن نَّعُودَ فِيهَآ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ رَبُّنَا ۚ وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَىْءٍ عِلْمًا ۚ عَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلْنَا ۚ

Sungguh, jika kami kembali kepada agama kalian setelah Allah menyelamatkan kami darinya, maka kami benar-benar telah mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Dan tidaklah pantas bagi kami untuk kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami, menghendaki. Ilmu Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Hanya kepada Allah kami bertawakal.” (Q.S. Al-A’raf ayat 89)

Kemudian tibalah hari yang dijanjikan. Kaum Madyan masih larut dalam kemaksiatan mereka, tidak menyadari bahwa azab sudah semakin dekat. Tiba-tiba, bumi bergetar dengan dahsyat. Suara menggelegar memekakkan telinga mereka, dan dalam sekejap, mereka semua binasa, tertelungkup di rumah-rumah mereka.

فَأَخَذَتْهُمُ ٱلرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا۟ فِى دَارِهِمْ جَٰثِمِينَ

“Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka,” (Q.S. Al-A’raf ayat 91)

Begitu pula dengan penduduk Aykah, yang juga menolak dakwah Nabi Syu’aib. Mereka dihukum dengan hawa panas yang membakar, diikuti oleh angin panas yang mengerikan yang menghabisi mereka tanpa sisa. Mereka semua lenyap dalam sekejap mata.

Kisah Nabi Syu’aib adalah pelajaran bagi seluruh umat manusia. Bahwa kejujuran dalam muamalah adalah bagian dari keimanan, dan kecurangan hanya akan membawa kehancuran. Nabi Syu’aib tetap teguh dalam dakwahnya meskipun ditolak dan dicemooh. Kesabaran dan keteguhannya menjadi teladan bagi kita untuk selalu berada di jalan kebenaran, meskipun dihadapkan dengan berbagai ujian.

Demikianlah kisah Nabi Syu’aib ‘alaihissalam sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir As-Sa’di. Semoga kita dapat mengambil hikmah darinya dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.


메타데이터
post_id
fbbf0a587037
slug
kisah-nabi-syuaib-alaihissalam-di-tengah-kaum-madyan-dan-aykah-fbbf0a587037
url
https://medium.com/@tundungmemolo84/kisah-nabi-syuaib-alaihissalam-di-tengah-kaum-madyan-dan-aykah-fbbf0a587037
canonical_url
https://medium.com/@tundungmemolo84/kisah-nabi-syuaib-alaihissalam-di-tengah-kaum-madyan-dan-aykah-fbbf0a587037
author_url
https://medium.com/@tundungmemolo84
status
ok
fetched_at
2026-07-20 12:20:55