← Back to list

Situasi Politik Bisa Mengganggu Kesehatan Mental Kita?

Mungkinkah bisa berefek? Inilah tips menghadapinya

Wawan Kurniawan in Wacana Politik · 2025-08-14 12:21 · 3 claps · 3.7 min read paywalled
#politik #stress #kesehatan-mental #jiwa #partai
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🧠 · Mental Wellness

Situasi Politik Bisa Mengganggu Kesehatan Mental Kita?

Mungkinkah bisa berefek? Inilah tips menghadapinya

Photo by Unseen Studio on Unsplash

Photo by Unseen Studio on Unsplash

Setelah rutin menulis artikel tentang politik beberapa tahun terakhir ini, saya menyimpan harapan tertentu untuk situasi yang terjadi.

Namun, jauh dari itu semua, yang terjadi malah sebaliknya. Diam-diam, saya merasa pesimis dan tidak tahu harus bagaimana, hingga beberapa waktu lalu, saya membaca artikel ini:

*Feeling political distress? Here are coping strategies a psychologist shares with his clients.*

Artikel tersebut dibuka dengan sebuah kisah yang menarik perhatian saya. Pada suatu sore di tahun 2016, seorang psikoterapis menerima pesan suara dari seorang wanita. Nada suaranya penuh tekanan, kata-katanya tergesa-gesa.

Wanita itu meminta terapi untuk mengatasi kecemasan dan depresi yang ia rasakan — bukan karena masalah keluarga, pekerjaan, atau kesehatan, tetapi sebagai respons langsung terhadap kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat.

Sang terapis mendengarkan pesan itu dua kali, memastikan tidak ada detail penting yang terlewat. Ternyata memang tidak ada faktor lain yang disebutkan. Ini murni gangguan emosional akibat politik — sesuatu yang, kala itu, terasa baru bagi sang terapis maupun rekan-rekannya. Namun, sejak saat itu, kasus serupa terus bermunculan, menandakan sebuah fenomena yang kini sering disebut political distress atau gangguan politik.

Polarisasi Politik yang Memuncak

Amerika Serikat kala itu berada di tengah polarisasi politik paling ekstrem dalam sejarah pengukuran modern. Survei menunjukkan bahwa mayoritas besar pendukung Partai Republik dan Partai Demokrat memandang anggota partai lawan sebagai tidak cerdas, tidak jujur, dan tidak bermoral.

Gangguan politik ini bersifat bipartisan — dapat dialami oleh kedua belah pihak. Bentuknya adalah rasa takut yang intens bahwa, jika negara dipimpin oleh “pihak lain,” hal-hal buruk akan terjadi. Puncak ketegangan psikologis ini berbeda untuk masing-masing kubu, tergantung pada siapa yang memenangkan pemilihan terakhir.

Fenomena ini mengandung tantangan besar bagi para terapis. Dalam praktik psikoterapi, intervensi biasanya didasarkan pada strategi yang telah diuji dalam uji klinis atau, paling tidak, berakar pada pengalaman klinis para terapis senior. Namun, untuk gangguan politik, belum ada panduan khusus yang teruji secara ilmiah.

Meski begitu, seorang terapis tentu tidak bisa berkata kepada kliennya, “Maaf, kita harus menunggu penelitian lebih lanjut sebelum saya bisa membantu.”

Akhirnya, strategi yang digunakan adalah mengadaptasi pendekatan dari masalah psikologis serupa, seperti kecemasan dan stres kronis.

Empat Strategi Menghadapi Gangguan Politik

Berdasarkan pengalaman klinis dan literatur psikologi, ada empat saran praktis yang bisa membantu seseorang mengelola gangguan politik, khususnya di Amerika Serikat.

1. Melihat dari Sudut Pandang Lebih Luas

Photo by Domenico Gentile on Unsplash

Photo by Domenico Gentile on Unsplash

Secara psikologis, cara kita menilai situasi saat ini sangat dipengaruhi oleh titik pembanding yang kita gunakan. Jika seorang Demokrat membandingkan kondisi Amerika saat ini dengan satu dekade lalu, hasilnya mungkin tampak suram. Tetapi, bila pembandingnya adalah masa Depresi Besar di tahun 1930-an, Perang Saudara, atau Perang Dunia II, perspektif itu bisa menjadi lebih proporsional.

Sejarah menunjukkan bahwa demokrasi Amerika pernah melewati masa-masa kritis — bahkan nyaris runtuh — namun tetap bertahan. Perspektif historis seperti ini dapat memberikan ketenangan emosional di tengah ketidakpastian politik.

2. Menerapkan Doa Ketenangan

Doa Ketenangan adalah sebuah prinsip psikologis yang ringkas namun mendalam:

“Tuhan, berikan aku ketenangan untuk menerima hal-hal yang tidak dapat kuubah, keberanian untuk mengubah hal-hal yang dapat kuubah, dan kebijaksanaan untuk membedakan dua hal tersebut.”

Dalam konteks politik, bagian “mengubah” bisa berarti terlibat dalam tindakan nyata: memilih, menjadi relawan, menyumbang dana, atau menjadi petugas pemungutan suara. Mungkin pengaruh satu individu terasa kecil, tetapi kontribusi itu nyata bagi lingkup yang dapat dijangkau.

Setelah melakukan yang bisa dikendalikan, penting untuk menerima bahwa tidak semua hal berada di bawah kuasa kita. Melepaskan beban tersebut dapat mencegah kelelahan mental yang berkepanjangan.

3. Membatasi Konsumsi Berita Politik

Informasi memang penting, tetapi berita politik yang dikonsumsi berlebihan dapat memperburuk kecemasan. Ada titik jenuh di mana tambahan berita tidak lagi menambah wawasan, melainkan hanya memperkuat rasa frustrasi. Menetapkan waktu khusus untuk membaca atau menonton berita, serta memilih sumber yang kredibel, adalah langkah sederhana namun efektif untuk melindungi kesehatan mental.

4. Fokus pada Hal Terbaik dalam Hidup

Sumber utama kebahagiaan manusia jarang berasal dari politik. Hubungan dengan keluarga dan teman, pekerjaan yang bermakna, hobi, seni, alam, spiritualitas, dan tindakan kebaikan — semuanya dapat menjadi sumber kekuatan batin yang independen dari pergolakan politik.

Memelihara aspek-aspek ini tidak berarti mengabaikan tanggung jawab sebagai warga negara, melainkan memastikan bahwa kita tidak mengorbankan kesejahteraan pribadi demi keterlibatan politik yang menguras emosi.

Menjaga Keseimbangan antara Aktivisme dan Kesehatan Mental

Mengabaikan politik sepenuhnya mungkin terasa seperti solusi cepat, tetapi itu juga berarti menyerahkan ruang publik kepada mereka yang tetap aktif. Sebaliknya, tenggelam total dalam hiruk pikuk politik dapat mengikis kesehatan mental dan membuat kita kehilangan perspektif.

Kuncinya adalah keseimbangan: berjuang untuk nilai yang diyakini benar, sambil memastikan bahwa hidup pribadi tetap terisi oleh hubungan, makna, dan aktivitas yang membahagiakan. Dengan demikian, keterlibatan politik tidak menjadi sumber penderitaan konstan, melainkan bagian dari kehidupan yang dikelola dengan bijaksana.

Pada akhirnya, fenomena gangguan politik menunjukkan bahwa peristiwa politik bukan hanya berdampak pada kebijakan publik, tetapi juga pada kesehatan mental masyarakat. Di tengah polarisasi yang semakin mengeras, kemampuan untuk menjaga ketenangan, memfokuskan energi pada tindakan yang nyata, dan memelihara aspek-aspek positif dalam hidup menjadi semakin penting.

Seperti yang bisa kita pelajari dari sejarah, badai politik selalu datang dan pergi. Kemampuan kita untuk tetap tegak berdiri di tengahnya akan sangat ditentukan oleh cara kita memahami diri — baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari komunitas yang lebih besar.


메타데이터
post_id
fbf5d252b31f
slug
situasi-politik-bisa-mengganggu-kesehatan-mental-kita-fbf5d252b31f
url
https://medium.com/wacana-politik/situasi-politik-bisa-mengganggu-kesehatan-mental-kita-fbf5d252b31f
canonical_url
https://medium.com/wacana-politik/situasi-politik-bisa-mengganggu-kesehatan-mental-kita-fbf5d252b31f
author_url
https://medium.com/@wawankurn
status
ok
fetched_at
2026-07-18 05:46:27