← Back to list

Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5%, Tapi PHK Meningkat, Kok Bisa?

Ditulis Oleh : Cahya Rifandini 08040225133

Cahya Rifandini · 2026-04-08 14:59 · 0 claps · 2.1 min read
#perekonomian-indonesia #phk #hak-pekerja #kasus-ekonomi #kebijakan-pemerintah
Open on Medium ↗

Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5%, Tapi PHK Meningkat, Kok Bisa?

Ditulis Oleh : Cahya Rifandini 08040225133

Mahasiswi Prodi Akuntansi UINSA

Akhir-akhir ini saya sering bingung baca berita ekonomi. Katanya ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% di 2025 (Statistik 2025). Tapi dikehidupan nyata banyak teman dan orang sekitar saya yang terkena phk dan sulit utuk mencari kerja. Jadi saya mulai bertanya tanya,apakah ekonomi di Indonesia benar benar sedang baik atau hanya terlihat bagus di angka saja? Data menunjukan ketidakcocokan ini. Menurut (Ketenagakerjaan 2026) PHK meningkat sepanjang 2025 karena efisiensi perusahaan dan tekanan ekonomi global. Artinya pertumbuhan ekonomi tidak selalu berarti kesejahteraan tenaga kerja ikut meningkat.

Menurut saya masalahnya ada di cara kita menilai ekonomi, kita terlalu fokus pada PDB. PDB memang mengukur total produksi barang dan jasa, tapi tidak menunjukan bagaiman hasilnya dibagi. Banyak sektor berkembang tapi tenaga kerjanya tetap terpinggirkan. Dari sudut pandang akuntansi, ini mirip dengan perusahaan yang laba tinggi tapi menekan biaya dengan mengurangi karyawan. Secara laporan keungan terlihat sehat, tapi ada dampak sosial yang nyata. Dalam jangka panjang, kondisi seperti ini juga bisa mengurangi daya beli masyarakat, padahal konsumsi masyarakat adalah penggerak utama ekonomi(Tempo 2025).

Perkembangan teknologi juga mempercepat perubahan ini. Banyak pekerjaan yang kini digantikan oleh sistem digital atau otomatisasi. Saya meihat sendiri teman yang terdampak karena skillnya tidak sesuai kebutuhan baru. Misalnya teman saya yang bekerja di bagian administrasi retail harus berhenti karena perusahaan menggunakan sistem otomatis untuk stok dan laporan keuangan. Belum lagi dengan tekanan global seperti persaingan impor dan biaya produksi naik, membuat banyak perusahaan memilih PHK sebagai solusi cepat (Mada 2025).

Dari perspektif saya, fokus kita harus bergeser. Bukan hanya di pertumbuhan ekonomi tapi juga kualitas pertumbuhan, apakah menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat atau tidak. Pemerintah juga perlu memastikan program pelatihan kerja relevan dengan kebutuhan industri. Pelatihan kerja tidak boleh hanya formalitas saja, tapi harus memberikan dampak nyata.

Dari sisi perusahaan, pengelola keuangan juga penting. Keputusan keuangan seharusnya mempertimbangkan dampak jangka panjang, bukan sekedar keuntungan sesaat. Jika setiap tekanan ekonomi direspon dengan PHK, berarti ada kelemahan dalam perencanaan dan manajemen risiko. Saya percaya perusahaan yang bisa menyeimbangi efisiensi dan keberlangsungan tenaga kerja akan lebih kuat dalam jangka panjang.

Sebagai mahasiswa, saya melihat kondisi ini sebagai pengingat bahwa dunia kerja ke depan akan semakin kompetitif. Kita harus lebih siap, tidak hanya dari pendidkan formal tetapi juga skill tambahan dan kemampuan adaptasi. Saya pribadi mulai belajar skill digital tambahan seperti excel lanjutan, karna saya sadar pekerjaan masa depan akan menuntut lebih dari sekedar ijazah.

Kesimpulannya pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu mencerminkan kodisi nyata masyarakat. Data menunjukan adanya ketidaksesuaian antara pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya PHK. Oleh karna itu, menurit saya penting bagi semua pihak, mulai dari pemerintah, perusahaan, dan individu untuk tidak hanya berfokus pada angka, tetapi juga pada dampak nyata pertumbuhan tersebut. Pemerintah sebaiknya memperkuat program pelatihan kerja berbasis kebutuhan industri nyata agar PHK bisa ditekan, sementara perusahaan merencanakan strategi jangka panjang yang tetap melindungi tenaga kerja. Ekonomi yang baik adalah ekonomi ekonomi yang bisa dirasakan manfaatnyaoleh semua orang, bukan sekadar terlihat hebat di atas kertas.

DAFTAR PUSTAKA

Ketenagakerjaan, Kementerian. 2026. “Kemnaker Ungkap Faktor Utama Peningkatan Angka PHK Di Tahun 2025.”

Mada, Gadjah. 2025. “Tren PHK Mulai Turun , Pakar UGM Soroti Dampak Kebijakan Menteri Keuangan.”

Statistik, Badan Pusat. 2025. “Ekonomi Indonesia Tahun 2025.”

Tempo. 2025. “Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,12 Persen Tapi Banyak PHK. Ada Yang Salah?” 2025.


메타데이터
post_id
fc5168702f6c
slug
ekonomi-indonesia-2025-tumbuh-5-tapi-phk-meningkat-kok-bisa-fc5168702f6c
url
https://medium.com/@cahyarifandini/ekonomi-indonesia-2025-tumbuh-5-tapi-phk-meningkat-kok-bisa-fc5168702f6c
canonical_url
https://medium.com/@cahyarifandini/ekonomi-indonesia-2025-tumbuh-5-tapi-phk-meningkat-kok-bisa-fc5168702f6c
author_url
https://medium.com/@cahyarifandini
status
ok
fetched_at
2026-06-21 15:33:18