Ada Masanya
#131: Tak semua sesuai rencana.
Ada Masanya
131: Tak semua sesuai rencana.
Foto oleh Gayatri Malhotra di Unsplash
Musim panas sepertinya baru benar-benar terjadi pada bulan Juni. Di Jogja, satu bulan penuh kemarin kami jarang menemui hujan. Saya tak ingat pasti apakah Juni lalu ada hujan, tetapi yang pasti langit cerah selalu menghias sepanjang 30 hari lalu. Sebagai penggemar lari, ini adalah momentum berharga untuk menggiatkannya.
Pada 2–3 bulan lalu, misalnya, saat cuaca masih cenderung hujan, saya jarang mendapat waktu untuk pergi keluar. Akibatnya, banyak hari yang terlewat untuk berlari. Olahraga yang dominan dilakukan saat itu adalah latihan kekuatan. Ia praktis, saya tak perlu keluar rumah untuk melakukannya.
Namun, tetap saja sangat gelisah. Mau bagaimana pun berlari tetap pilihan utama saya. Situasi itu kini kembali terulang. Ia mirip, tetapi berbeda. Jika dahulu karena cuaca, sekarang karena kondisi tubuh. Dua rentetan terakhir lari saya tidak diselesaikan dalam kondisi yang prima.
Saya merasakan sakit pada kedua kaki saya. Sakit itu terletak di tulang kering. Setelah mencari tahu di TikTok, saya menduga ini adalah nyeri tulang kering alias *shin splint*. Nyeri tulang kering terjadi karena tekanan berlebih yang terus berulang pada area kaki bagian bawah.
Benar saja, pada Juni kemarin, saya banyak berlari dalam jarak 5 km. Saya tidak bisa membandingkan performa saya dengan 2024, sebab banyak perubahan berat badan yang kini saya alami. Berlari 5 km pada 2024 terasa lebih enteng dibandingkan tahun ini. Karena itu, berlari 5 km dengan kategori berat badan agak obesitas, membuat kaki saya bekerja lebih ekstra dari sebelumnya.
Akibatnya, kini saya perlu beristirahat lebih panjang sebagai pemulihan. Dengan cuaca yang selalu cerah seperti sekarang, saya sangat tidak tahan untuk pergi berlari. Eman-eman sekali! Namun, saya selalu ingat dengan perkataan dr. Tirta bahwa manusia ada batasnya. Dipikir-pikir, kalau dipaksakan yang ada membuat rasa nyeri semakin parah. Amit-amitnya membuat kaki saya cedera dan malah butuh waktu pemulihan yang lebih lama.
Rasa nyeri di tulang kering saya sebenarnya sudah lebih mendingan. Harapannya, besok sudah bisa diajak berlari lagi. Dari pengalaman ini, hitung-hitung saya belajar untuk ikhlas dan mengetahui roda kehidupan. Setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya.
메타데이터
- post_id
- fc73fe10b888
- slug
- ada-masanya-fc73fe10b888
- url
- https://medium.com/@abdantrisnadi/ada-masanya-fc73fe10b888
- canonical_url
- https://medium.com/@abdantrisnadi/ada-masanya-fc73fe10b888
- author_url
- https://medium.com/@abdantrisnadi
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-10 06:45:42