← Back to list

“Hidup Harus Tetap Berjalan,”

Well they said …

Loebna · 2026-06-15 12:08 · 0 claps · 0.9 min read
#bahasa-indonesia #terluka #ikan-sarden
Open on Medium ↗

“Hidup Harus Tetap Berjalan,”

Well they said …

credit on Pinterest

credit on Pinterest

Sebuah kalimat penenang yang sayangnya bakal jadi tai di lubang kakus. Entah ke berapa kalinya kalimat ini terdengar. Dari orang-orang dekat, dari quotes yang tak sengaja di temukan, bahkan dari pikiran. Tapi semakin aku mendalaminya, semakin aku mengingatnya, maka aku semakin tak bisa merasa. Kalimat ini sulit dicerna, semacam mengunyah batu namun saking kerasnya tak dapat ditelan, tak dapat mengisi lapar, dan memadam haus.

“Hidup harus tetap berjalan,” maka semakin aku melakukannya, kakiku tertancap, meski berjalan di atas rerumputan. Dari sekian solusi, mengapa hanya kalimat itu yang perlu diungkap? Mengapa perlu kalimat itu yang dijejalkan ke tenggorokan, mengapa hanya kalimat itulah yang perlu dihirup.

Bagaimana hidup terus berjalan? Bukankah semakin menjalaninya akan semakin terluka? Membuat badan koyak dengan bibir yang sobek dan luka yang menganga.

Lalu, di balik kalimat “Hidup harus tetap berjalan,” itulah aku menemukan diriku seperti kaleng sarden, dengan kaleng tipis yang bisa membuat semua terluka, dan mereka melihat luka yang telah terbuka itu, melihat aku. Melihat aku seperti kaleng sarden yang berisi luka. Membuka aku yang terluka dan mereka tertancap juga.

Well, “Hidup harus tetap berjalan,” sepertinya.


메타데이터
post_id
fcd66fdf4813
slug
hidup-harus-tetap-berjalan-fcd66fdf4813
url
https://medium.com/@loebna/hidup-harus-tetap-berjalan-fcd66fdf4813
canonical_url
https://medium.com/@loebna/hidup-harus-tetap-berjalan-fcd66fdf4813
author_url
https://medium.com/@loebna
status
ok
fetched_at
2026-07-10 00:23:36