© Liora, 2026

© Liora, 2026
ꫂ᭪݁ Lala tumbuh di kehidupan yang bisa dibilang nyaman. Rumah yang hangat, keluarga yang utuh, pendidikan yang baik dan masa depan yang seharusnya sudah tergambar rapih di depan mana. Tapi entah kenapa dan kapan, ia selalu merasa hidup tidak seharusnya dijalani seperti daftar tugas yang harus dicentang satu persatu.
Saat teman-temannya berlari mengejar garis finish yang sama, Lala justru sibuk mencari jalannya sendiri. Lulus dari sekolah kejuruan, ia menunda kuliah yang sudah direncanakan keluarganya. Bukan karena kehilangan arah, tapi ia hanya terlalu sibuk mengejar pesanan jahitan yang datang satu per satu. Puluhan bahkan dirinya sempat menerima jahitan group. Dari kamar kecil yang penuh gulungan kain dan suara mesin jahit yang hampir tak pernah berhenti, Lala mulai membangun sesuatu yang perlahan menjadi milikinya.
Satu tahun berlalu, sementara teman-temannya sibuk dengan kehidupan kampus, organisasi dan tugas akhir. Lala belajar menghadapi pelanggan yang cerewet, revisi yang tidak ada habisnya dan rasa takut setiap kali memasang harga untuk hasil karyanya sendiri.
Di usia yang ketika banyak orang masih mencari apa yang mereka sukai, Lala sudah menemukan jawabannya. Masalahnya, menemukan tujuan hidupnya ternyata tidak serta merta membuat semuanya terasa mudah.
Kini, diantara kesibukannya sebagai mahasiswi manajemen dan pemilik brand yang sedang berkembang, Lala menjalani hidup seperti ombak yang tidak pernah benar-benar tenang. Ada hari ketika ia merasa berada di jalur yang tepat. Ada hari ketika ia merasa semua orang bergerak lebih cepat darinya. Ada hari ketika ia ingin menaklukkan dunia. Ada hari ketika ia hanya ingin duduk dipinggir pantai atau danau dan berhenti memikirkan semuanya.
Namun satu hal yang selalu sama, Lala tidak pernah berhenti melangkah. Karena jauh dalam dirinya, ia percaya bahwa hidup buka . tentang seberapa cepat seseorang sampai di tujuan.
Hidup adalah tentang keberanian untuk tetap berjalan, bahkan ketika petanya belum selesai digambar. Dan mungkin, seperti matahari yang tenggelam sebelum kembali terbit keesokan harinya. Lala sedang belajar bahwa tidak semua kehilangan arah berarti tersesat. Kadang-kadang, itu hanya bagian dari perjalanan untuk menemukan rumah dalam diri sendiri. ꫂ᭪݁
메타데이터
- post_id
- fd5bbfc3eebe
- slug
- liora-2026-fd5bbfc3eebe
- url
- https://medium.com/@nichihrithika/liora-2026-fd5bbfc3eebe
- canonical_url
- https://medium.com/@nichihrithika/liora-2026-fd5bbfc3eebe
- author_url
- https://medium.com/@nichihrithika
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-13 06:23:13