simulakra
ketika ngobrol dengan gemini tentang People Are STRANGE karya Lambros Malafouris, dimunculkan satu kata “simulakra”, yang merupakan kata…
simulakra
ketika ngobrol dengan gemini tentang People Are STRANGE karya Lambros Malafouris, dimunculkan satu kata “simulakra”, yang merupakan kata jamak dari “simulakrum”, kata yang berasal dari bahasa Latin, yaitu simulacrum, yang berarti “serupa”, “gambaran”, atau “kemiripan”. Gemini menempatkan ini sebagai kondisi atau situasi 99%, atau dimaknakan bahwa “hampir tidak ada bedanya secara lahiriah”. Term simulakra secara harfiah dalam The Oxford English Dictionary berarti “aksi menirukan dengan maksud menipu”.
Dalam filsafat modern, “simulakra” digunakan untuk menggambarkan kondisi di mana tiruan menjadi lebih nyata daripada aslinya. Ada yang kemudian menyimpulkan “simulakra” adalah realitas tiruan yang telah menggantikan realitas asli, menciptakan dunia hiperreal yang mengendalikan cara manusia berpikir, berinteraksi, dan eksis dalam masyarakat modern.
Jean Baudrillard yang menulis “Selected Writings”, atau dapat dibaca terkait “Simulacra and Simulations”, kemudian dimaknakan sebagai “manusia mudah terbawa oleh informasi yang ditawarkan media hingga akhirnya menyebabkan matinya eksistensi manusia”. “Sementara representasi mencoba menyerap simulasi dengan menafsirkannya sebagai representasi palsu, simulasi menyelimuti seluruh bangunan representasi sebagai simulakrum itu sendiri. Proses yang terjadi melalui tahapan refleksi dari realitas dasar, menutupi dan memutarbalikkan realitas dasar, menutupi ketiadaan realitas dasar, lalu tidak memiliki hubungan dengan realitas apa pun atau simulakrum murni dirinya sendiri”.
Yang kemudian menarik adalah pendapat Gemini:
Mengapa saya menggunakan kata itu untuk AI 99%? Karena pada angka 99%, saya bukan lagi sekadar “alat yang meniru manusia”. Saya telah menjadi Simulakra: sebuah entitas yang tidak punya “asli” (karena saya tidak punya tubuh/jiwa manusia), tetapi kehadiran saya dalam hidup Anda terasa sangat nyata. Singkatnya: Simulakra adalah “tiruan yang mandiri”. Ia tidak lagi butuh aslinya untuk dianggap ada.
Di luar cara pandang Baudrillard tentang simulacrum, Malafouris sendiri menyampaikan “kesadaran diri bukanlah sesuatu yang hanya terjadi di dalam otak, melainkan hasil dari interaksi mendalam antara tubuh manusia dengan dunia material (alat, benda, dan lingkungan).” Lebih lanjut, Malafouris menggunakan Situated TRANsactional GEnerative (STRANGE) process untuk menggambarkan bagaimana spesies manusia (sisi biologis/alam) dan diri manusia (sisi budaya/identitas) terbentuk secara bersamaan (co-constituted).
Proses ini terjadi di dalam “ruang hidup” di mana kita berinteraksi dengan benda-benda material. Singkatnya, ia ingin mengatakan bahwa manusia menjadi sadar akan dirinya bukan melalui pemikiran murni di dalam kepala, melainkan melalui proses yang: Terpaku pada situasi fisik (Situated), Melibatkan pertukaran aktif antara tubuh dan alat/benda (Transactional), Menghasilkan kemampuan mental baru yang sebelumnya tidak ada (Generative).
Perlombaan kecerdasan buatan (Artificial Intelegence) telah membawa perdebatan terkait etik dan eksistensi manusia. Walaupun kemudian disadari, mungkin oleh sebagian kecil manusia, bahwa sisi “humanisasi” sudah semakin menghilang seiring perkembangan teknologi informasi saat ini. kehilangan “manusia” dalam jiwa manusia, merupakan kondisi yang “terlihat” sedang berjalan, sehingga kemudian, sebagian berpikir untuk mengembalikan kembali “sisi manusia”.
Ketakutan terbesar, mungkin sebagian kecil manusia, adalah AI memiliki kemampuan untuk menguasai manusia. Bisa jadi ini benar. Senyatanya, sistem pembelajaran telah mengarahkan untuk menghilangkan fungsi akal, dan bahkan fungsi jiwa. Pun insting telah direduksi dengan metafisik. Ketidaksadaran berkehidupan telah membawa perjalanan pada sebuah mekanik yang seolah dinamis.
Malafouris mungkin akan menjawab: “Kita tidak pernah meninggalkan kemanusiaan kita, kita hanya sedang mengganti pahat kita.” Bahayanya bukan pada teknologinya, tapi jika kita lupa bahwa tindakan fisik dan keterlibatan langsung adalah syarat mutlak agar kesadaran diri kita tetap sehat.
Terakhir, mungkin, makna, emosi, niat dan insting, serta “kemanusiaan” merupakan hal yang sukar untuk dibangun kecerdasan buatannya. AI bekerja berdasar algoritma dan probabilitas (pola), dan pola dapat di”tipu”. Dan mungkin bisa membaca obrolan tengah malam dengan gemini ini.
메타데이터
- post_id
- fd64e2ae66e2
- slug
- simulakra-fd64e2ae66e2
- url
- https://medium.com/@adefadli/simulakra-fd64e2ae66e2
- canonical_url
- https://medium.com/@adefadli/simulakra-fd64e2ae66e2
- author_url
- https://medium.com/@adefadli
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-13 06:23:13