Besarnya Doa Ibu
Katakanlah kepadanya agar dia berdoa kepada Allah untukmu.
Besarnya Doa Ibu
Photo by Annie Spratt on Unsplash
Sahl bin Bishr berkata, Sulaim menceritakan kepada kami, bahwa ketika dia masih kecil di kota Rayy, umurnya sekitar 10 tahun, dia pernah hadir di majelis seorang syaikh yang sedang mengajar (melatih bacaan).
Syaikh itu berkata kepadanya, “Majulah ke depan, bacalah.”
Saya pun berusaha membaca surah al-Fatihah, namun saya tidak mampu karena lidahku seakan terkunci.
Syaikh itu bertanya, “Apakah engkau masih mempunyai ibu?”
Saya menjawab, “Iya.”
Syaikh itu berkata, “Katakanlah kepadanya agar dia berdoa kepada Allah untukmu supaya Allah menganugerahkan kepadamu kemampuan membaca al-Quran dan ilmu.”
Saya menjawab, “Baik.”
Lalu saya pun pulang dan meminta ibuku berdoa untukku. Lalu beliau pun berdoa.
Setelah itu, saya membesar, berhijrah ke Baghdad, dan mempelajari Bahasa Arab dan fikih di sana. Kemudian kembali ke Rayy.
Suatu hari, saya berada di dalam masjid sedang meneliti kitab Mukhtasar al-Muzani. Ketika itu, tiba-tiba syaikh yang dahulu itu hadir dan memberi salam kepada kami. Dia tidak mengenaliku.
Dia mendengar bacaan kami terhadap kitab itu, dan dia sendiri tidak tahu apa yang kami bincangkan. Lalu dia berkata, “Untuk mempelajari ilmu seperti ini, kapan seseorang itu dapat menuntutnya?”
Saya ingin saja menjawab, “Kalau engkau masih punya ibu, maka mintalah dia berdoa untukmu.” Namun saya malu untuk mengucapkannya.
메타데이터
- post_id
- fdcb36fa754b
- slug
- besarnya-doa-ibu-fdcb36fa754b
- url
- https://medium.com/@blogjumal/besarnya-doa-ibu-fdcb36fa754b
- canonical_url
- https://medium.com/@blogjumal/besarnya-doa-ibu-fdcb36fa754b
- author_url
- https://medium.com/@blogjumal
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-09 22:45:08