Aku Kembali, Takut Mati
Tak pernah kupungkiri mati adalah kata yang mudah kuucapkan, di saat hal berat menerpa, disaat tubuh terkoyak, atau di saat hujan rintik…
Aku Kembali, Takut Mati
Tak pernah kupungkiri mati adalah kata yang mudah kuucapkan, di saat hal berat menerpa, disaat tubuh terkoyak, atau di saat hujan rintik tak ada habis.
Beberapa hal menemukanku dengan kebahagiaan, mengisi seutas harapan dengan hal abstrak, atau yang biasa kita sebut cinta. tidak mudah bagiku berdikari setelah apa yang terjadi.
Lantaran semua terasa sepi, seni dan orang-orangnya memberiku cahaya baru yang kuhirup bagai evolusi baru. Pikiranku terus berkembang, ketahap aku bisa mengerti apa itu empati.
Ditahap ini aku juga mengerti tiap-tiap manusia tidak bisa hidup tanpa salah dan rasa bersalah, manusia selalu membuat pertahanan untuk melindungi mereka.
Begitupun Cinta, manusia datang dan akan terus pergi, tapi aku kembali tak peduli, karena bagiku mereka hanya hamparan cahaya pagi yang seling berganti.

Semua Silih Berganti
Tapi tidak denganmu, jangan lagi cintaku…
Jujur saja, akhir-akhir ini, aku melawan isi kepalaku tentang mati, aku sangat takut tidak bisa berseni, tidak bisa membentuk syair, ataupun tidak bisa melihat betapa sempurnanya dirimu, di bola mata ini.
Di tiap hari yang terus berperang agar bisa berganti, aku sangat takut, jantungku tidak bekerja lagi. Aku takut mulutku membeku, tak bisa berunding denganmu cinta.
Aku takut, tak bisa melihatmu di esok pagi.
메타데이터
- post_id
- fde5545c31be
- slug
- aku-kembali-takut-mati-fde5545c31be
- url
- https://medium.com/@sajiperempatan/aku-kembali-takut-mati-fde5545c31be
- canonical_url
- https://medium.com/@sajiperempatan/aku-kembali-takut-mati-fde5545c31be
- author_url
- https://medium.com/@sajiperempatan
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-27 23:56:40