← Back to list

Zakheus dan Dilema Moral

Ada yang lebih mendasar dari moral — yaitu keselamatan.

Chris Simon in Pelita Kasih · 2025-10-07 08:17 · 94 claps · 2.4 min read paywalled
#renungan #kristen #pelita-kasih #alkitab
Open on Medium ↗

Zakheus dan Dilema Moral

Ada yang lebih mendasar dari moral — yaitu keselamatan.

Photo by Jason Leung on Unsplash

Photo by Jason Leung on Unsplash

Sudah ratusan kali kita mendengar cerita Zakheus, orang pendek yang sangat terkenal. Sejak dari sekolah minggu saya pun sudah hafal ceritanya. Namun, baru akhir-akhir ini tebersit pertanyaan berkenaan dengan perilaku yang ada di kisah ini. Sebuah dilema moral.

Baca gratis di [sini]

Lukas 19:1–10

1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. 2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.

Penggalan perikop di atas adalah sebuah perkenalan yang singkat dan padat. Tentu saja memunculkan banyak asumsi dalam kepala kira-kira orang seperti apa seorang Zakheus.

Ya, ia seorang kepala pemungut cukai dan kaya. Orang yang mendapatkan kekayaan dengan cara yang haram. Orang yang begitu dibenci dalam kehidupan masyarakat. Sebuah gambaran bagaimana ketamakan disematkan dalam tubuh seorang manusia.

5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: ”Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” 6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. 7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: ”Ia menumpang di rumah orang berdosa.”

Di sini masalahnya. Yesus mau menginap di rumah orang berdosa. Anda tentu tahu bagaimana Zakheus meraup kekayaan? Tentu saja dengan memeras! Kok bisa Tuhan Yesus mau tinggal di rumah seorang pemungut cukai? Apakah berarti Yesus ikut ambil bagian menikmati hasil dari pemerasan?

8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: ”Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

Di sini juga masalah lainnya. Jika saya menjadi Zakheus di masa sekarang, tentu akan berpikir dua kali untuk memberikan harta kepada orang miskin. Saya tak bisa membayangkan cibiran netizen apabila saya menggunakan uang haram untuk membantu orang miskin.

Sungguh perbuatan tak bermoral. Saya peras orangnya hingga miskin lalu menggunakan uang tersebut sebagai bantuan sosial bagi kaum marjinal. Saya bukan hanya dapat uangnya, tapi saya juga mendapatkan kredit sebagai orang dermawan karena telah membantu orang miskin.

Tapi mengapa Yesus tidak mencoba menghentikan Zakheus untuk membagikan hartanya yang “haram”? Bukankah itu akan menjadi contoh yang buruk? Apalagi orang akan berpikir yang dilakukan Zakheus itu berarti sah-sah saja, memeras dan menekan orang untuk mendapatkan uang lebih, lalu membagikannya kepada orang miskin.

Sebuah dilema moral dalam satu kisah, cerita terkenal yang sudah diberitakan sejak sekolah minggu. Namun, yang luar biasa adalah Tuhan Yesus tidak menjadikan masalah uang dan moral sebagai inti atau pusat dari kisah kehidupan Zakheus.

Ada suatu kualitas ilahi dalam diri Yesus yang tidak bisa dilakukan oleh kita seorang manusia berdosa. Yaitu, menjadikan hal yang buruk menjadi baik dan benar. Hal yang dipandang sebagai uang ‘haram’ bisa Ia pakai melalui Zakheus menjadi berkat. Suatu perbuatan yang tentu tidak sah sebagai perbuatan baik dan benar bagi saya dan Anda, ya kita manusia berdosa.

Kisah Zakheus membantu kita melihat betapa rumitnya persoalan moral, namun juga menunjukkan cara menghadapinya dengan bijak. Kita diajak untuk menaati nasihat Paulus agar tidak dikalahkan oleh kejahatan, tetapi mengalahkan kejahatan dengan kebaikan (Roma 12:21). Tuhan sanggup mengubah kejahatan menjadi kebaikan. Ini hanyalah sebagian contoh dari tantangan hidup di dunia yang telah jatuh, di mana kejahatan ada di mana-mana dan kita telah salah melihat fokus.

Ingat ada yang lebih mendasar dari moral — yaitu keselamatan.

9 Kata Yesus kepadanya: ”Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. 10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”


메타데이터
post_id
fe697482b2d0
slug
zakheus-dan-dilema-moral-fe697482b2d0
url
https://medium.com/pelita-kasih/zakheus-dan-dilema-moral-fe697482b2d0
canonical_url
https://medium.com/pelita-kasih/zakheus-dan-dilema-moral-fe697482b2d0
author_url
https://medium.com/@nomissirhc
status
ok
fetched_at
2026-07-18 15:05:26