← Back to list

Mentalitas Para Pemimpin Bumi Syam

Wilayah Syam mencakup Suriah, Lebanon, Yordania, dan Palestina (Baitul Maqdis). Umar bin Khattab berhasil membebaskan Syam dari Yordania…

bacamakna.id · 2026-04-22 11:51 · 0 claps · 5.8 min read
#syam #palestine #baitul-maqdis #umar-bin-khatab #muslim
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🕊️ · Religion

Mentalitas Para Pemimpin Bumi Syam

Wilayah Syam mencakup Suriah, Lebanon, Yordania, dan Palestina (Baitul Maqdis). Umar bin Khattab berhasil membebaskan Syam dari Yordania, Suriah, Lebanon lalu mengapit wilayah palestina sampai ke wilayah turki. Sebagai khalifah Umar bertugas memimpin pemerintahan dan mengatur wilayah yang luas tersebut. Umar memahami kalau wilayah tersebut harus dipimpin dengan pemimpin yang tangguh dan paham wilayah. Oleh karena itu Umar tidak menangkat gubernur dari panglima perang atau bangsawan tapi mengangkat gubernur yang tangguh dan paham wilayah. Umar bin Khattab mengangkat Gubernur seperti Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, Umair bin Sa’ad, dan Said bin Amir Al-Jumahi dll.

1.Abu Ubaidah bin Al-Jarrah

  • Abu Ubaidah bin Al-Jarrah merupakan gubernur Syam yang pertama. Ia mendaparkan gelar Amirul ummah (orang kepercayaan umat ini).
  • Runtuhnya kerajaan Romawi: bukan hanya lemahnya ketahanan negara tapi juga rusaknya moral para pejabat. Para pemimpin dan pejabat Romawi dari jajaran atas sampai bawah suka merampok dana masyarakat. Sebagai contoh manipulasi pelaporan pajak dari pemungutan pajak 100 pedagang yang dilaporkan hanya 50 pedagang, sisanya uangnya masuk ke pribadi. Selain itu terdapat jarak jarak antara pemimpin dengan rakyat.
  • Pengamatan Abu Ubaidah: Ketita Abu Ubaidah bin Al-Jarrah akan menaklukkan Damaskus beliau melakukan pengamatan dengan datang langsung ke Damaskus dengan menyamar sebagai pedagang dan pengemis. Dalam pengamatannya, Abu Ubaidah bin Al-Jarrah melihat tentara romawi memperlakukan rakyat dengan sangat buruk. Ketika islam datang untuk menaklukkan Syam yang saat itu dikuasai Romawi, penduduk bumi syam tidak mau membantu pemerintahan sendiri yaitu Romawi untuk memerangi islam. Karena rakyat sudah tidak percaya lagi pada pemerintahan Romawi.
  • Ubaidah bin Al-Jarrah diuji oleh Umar bin Khattab: setelah Abu Ubaidah diangkat menjadi Gubernur Syam, Pada 15 H Abu Ubaidah bin Al-Jarrah diuji oleh Umar bin Khattab. Tujuan melakukan ujian ini karena Umar tau keruntuhan kerajaan romawi bukan hanya karena ketahanan romawi lemah tapi karena rusaknya intergritas pemimpin romawi. Umar memberikan ujian dengan mengirimkan uang sebanyak 400 dinar kepada Abu Ubaidah. Uang yang dikirimkan merupakan harta pribadi dari Umar. Uang tersebut diterima oleh Abu Ubaidah siang hari dan sebelum matahari terbenam ternyata uang itu habis dibagi-bagikan kepada rakyatnya yang miskin di Damaskus.
  • Ibrah: Membuat Program yang adaptatif sesuai masalah yang terjadi di wilayah tersebut. langsung aksi tanpa birokrasi yang rumit. Sehingga masyarakat syam yang awalnya merasakan birokrasi romawi yang cukup rumit, ketika islam datang birokrasinya jadi sangat ringkas yang basisnya pelayanan masyarakat. Abu Ubaidah bin Al-Jarrah tidak tergoda harta. Uang itu diratakan kepada seluruh lapisan masyarakat dan tegaknya keadilan pemerintah

2.Umair bin Sa’ad (Walikoa Homs)

  • Pemeriksaan Umair bin Sa’ad oleh Umar bin Khattab: Umair bin Sa’ad diangkat ke pemerintahan ketika berusia 23 tahun. Setahun setelah Umair bin Sa’ad diangkat menjadi walikota Homs, Umair bin Sa’ad dipanggil oleh Umar bin Khattab ke madinah untuk dilakukan inspeksi. Umar ingin mengetahui kondisi kepemimpinan Umair, datang naik apa dan kekayaannya seperti apa. Ternyata Umair datang tanpa iring-iringan kemewahan. Ia datang dengan jalan kaki, mengengam tongkat, menyandang katong air dari kulit, kantong bekal dan pedang usang. Umair diperintah untuk membawa sebagian atau sisa dari penerimaan pajak yang diterima Umair di Suriah. Ternyata uang pajak sudah habis dijadikan program untuk masyarakat sehingga umair tidak membawa sepeserpun dana ketika dipanggil umar ke Madinah. Ketika menyambut Umair, Umar bin khattab kaget karena tidak ada dana yang tersisa. Hal itu menunjukkan integritas dan amanahnya sebagai pemimpin. Akhirnya, Umar bin Khattab memperpanjang jabatan umair 1 tahun lagi.
  • Akhirnya masyarakat bumi syam mau menerima islam karena melihat langsung perbedaan antara pemerintahan Romawi dengan Islam. Pemerintahan sebelumnya yaitu Romawi memperlakukan masyarakat dengan buruk. Sementara ketika islam datang, masyarakat merasakan keadilan, kesederhanaan, dan sikap amanah yang ditunjukan oleh pemimpin dan pemerintahan Islam.

3.Sa’id bin Amir Al-Jumahi

  • Umar bin Khattab mengangkat Sa’id bin Amir Al-Jumahi sebagai Gubernur/Wali kota Homs. Awalnya Sa’id menolak, tetapi Umar tetap menetapkanya sebagai gubernur. Masyarakat mengadukan kepemimpinan Sa’id bin Amir karena ia baru membuka pintu rumah pada siang hari, tidak menerima tamu pada malam hari, pernah mengambil hari libur, serta sering pingsan dan menangis tanpa sebab. Namun, semua hal tersebut memiliki alasan yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
  • Kebijakan Umar untuk membuka Pintu Rumah: Umar memerintahkan para pejabat untuk membuka pintu rumah sejak pagi hari agar masyarakat bisa lapor. Yang dibuka harus pintu rumah gubernur sebelumnya seperti Abu Ubaidah. Masyarakat heran karena Sa’id baru membuka rumah ketika mau duhur. Ketika ditanya oleh umar kenapa tidak membuka pintu rumah dari pagi hari? Sa’id menjelaskan bahwa ia harus masak sendiri untuk keluarganya dan tidak punya uang untuk membayar pembantu.
  • Malam adalah waktu untuk Allah: Sa’id juga tidak menerima tamu pada malam hari karena siang hari diperunukan untuk melayani masyarakat dan malam hari ia khususkan untuk beribadah kepada Allah.
  • Sikap sederhana seorang pemimpin: Dalam kebijakan umar, kantor pemetintahan tidak boleh libur. Dan ternyata Said bin Amir pernah libur, ketika ditanya karena said bin amir hanya punya satu baju dan setiap hari libur ia memcuci pakaian dan mengeringkannya.
  • Menyesali perbuatan dan takut pada Allah: Sa’id sering pingsan tanpa sebab dan menangis karena teringat dulu ketika ia belum masuk islam pernah ikut menyaksikan penyiksaan Khubaib bin Adi yang dibunuh kaum Quraisy. Khubaib bin Adi merupakan sahabat nabi sebagai mata-mata untuk quraisy tenyata ditangkap dan dieksekusi.
  • Pembinaan Generasi: Pada masa Umar bin Khattab, pemimpin dipilih bukan hanya karena kemampuan tetapi juga karena kejujuran dan ketakwaan. Perbaikan sistemik yang dilakukan oleh Umar bukan hanya pengakaderan secara teori tapi juga pembinaan mental para pejabat. Tujuannya agar mereka tidak berubah sikap ketika berhadapan dengan uang negara.

Penyelidikan Umar bin Khattab terhadap Khalid bin Walid

  • Dugaan Penyalahgunaan Harta: Pada tahun 17 H, Khalid bin Walid menjabat sebagai Wali kota Qinnasrin di Syam, di bawah kepemimpinan Abu Ubaidah bin Al-Jarrah. Umar bin Khattab mendapat laporan bahwa Khalid memberikan hadiah 10.000 dirham kepada Al-Asyats bin Qais Al-Kindi. Jumlah itu sangat besar untuk ukuran hadiah pribadi. Hal ini dikhawatirkan dapat membuat orang mendekat kepada pejabat untuk mendapatkan kemudahan-kemudahan. Umar menilai kalau tindakan Khalid berpotensi pada penyalahgunaan harta. Umar khawatir hadiah bersumber dari harta rampasan perang atau uang negara. Umar tidak mau ada pejabat yang hidup mewah dari harta umat. Apalagi syam dulunya wilayah Romawi yang pejabatnya merampas pajak rakyat untuk kemewahan negara.
  • “OTT” dari Abu Ubaidah (Panglima tertinggi Syam) kepada Khalid (walikota Qinnasrin) dan Billal bin Rabbah diperintahkan sebagai jaksa. Khalid kemudian dicopot sorbannya lalu diikat tangannya kemudian dipajang di masjid Agung Qinnasrin lalu diumuman pencopotannya. Kemudian Khalid di bawa ke madinah untuk dimintai keterangan langsung oleh Umar bin Khattab. Khalid menyampikan laporan dan terbukti bahwa harta tersebut merupakan harta pribadi Khalid bukan harta negara. Namun, Umar tetapi mencopot Khalid agar di kemudian hari tidak menjadi contoh buruk (preseden) bagi pejabat di masa depan.
  • Transparansi dalam Pemerintahan islam: Ditengah tengah keserakahan romawi sebelumnya dan di mata penduduk suriah yang awalnya kristen mereka kaget ternyata dalam islam kebersihan dan kerapian pencatatan menjadi hal yang utama.
  • Isi Surat umar kepada Abu Ubaidah (Panglima tertinggi Syam):

“Panggil Khalid, ikat surbannya, copot pecinya, dan tanyakan: dari mana engkau dapat 10.000 dirham yang engkau berikan kepada Al-Asyats? Jika dari harta pribadimu, maka itu ishraf. Jika itu harta rampasan sebelum dibagi lima, maka engkau khianat. Jika engkau tidak bisa menjawab, maka engkau dipecat.”

Pergantian Rezim dari Kedzaliman Menuju Keadilan

  • Syam sebelumnya berada di bawah kekuasaan Romawi yang zalim terhadap rakyat, boros harta dan menjadikan pajak sebagai sumber kekayaan pribadi pejabat. Rakyat dibebani sementara pejabat bermewah-mewahan. Ketika wilayah ini dikuasai oleh kaum Muslimin di bawah kepemimpinan Umar bin Khattab, Sahabat nabi bersama Umar bin Khattab memperlihatkan performa bahwa pemerintahan islam dibangun atas asas keadilan yang ditunjukkan dengan perlakuan para pemimpin yang sederhana, amanah dan adil.

Langkah Umar bin Khattab dalam Menegakkan keadilan

  • Umar tidak mengangkat gubernur dari panglima perang atau bangsawan tetapi umar mengangkat pejabat yang sesuai dengan karakter wilayah tersebut. Pejabat yang diangkat mempunyai simbol keadilan seperti Abu Ubaidah, Umair, Said dan banyak lagi. Ketika umar melakukan pemeriksaan kepada Khalid, hal ini mencerminkan bahwa hukum berlaku kepada setiap orang dan pemerintah Islam itu sangat transparan dan adil.

Hasil Kepemimpinan Umar bin Khattab

  • Timbul kepercayaan masyarakat karena dibangun dengan keteladanan bukan kekuasaan. Para pemimpin tidak mengambil harta untuk dirinya sendiri dan menyalurkan harta kepada yang berhak. Homs yang semula dikenal sebagai kota pembangkang, kini menjadi tenang dan stabil.

Kestabilan Wilayah

Kenapa suriah sekarang stabil karena kualitas pemimpin dan para pejabat sangat baik. Hal yang harus dimiliki para pejabat adalah integritas, amanah, dan takut kepada Allah, agar masyarakat merasakan keadilan.

Apa yang Dimiliki Umar, tetapi Jarang Dimiliki Pejabat Sekarang

  1. Kaderisasi yang kuat: Umar bin khattab mempunyai mentor yang super adil dan pintar yaitu Rasulullah dan Abu bakar. Dari mereka Umar mewarisi nilai keadilan, kejujuran, dan keteguhan. Hal ini menunjukkan bahwa sistem kaderisasi saat itu sangat kuat karena dibina langsung oleh Rasulullah.
  2. Lingkungan yang jujur dan amanah: Umar dikelilingi oleh calon pejabat dan generasi yang jujur seperti Abu Ubaidah, Umair, Said, Khalid.
  3. Sistem yang lurus: Pada masa Umar, mempunyai kelurusan sistem dan ketegasan hukum sehingga asyarakat bisa merasakan keadilan.

Referensi:

  1. Kelas tentang Bumi Syam yang diselenggarakan oleh rethinkproject.id melalui Zoom Meeting pada 20 April 2026 dengan pemateri Ustadz Amar Ar-Risalah

메타데이터
post_id
fe8a9fad96fa
slug
mentalitas-para-pemimpin-bumi-syam-fe8a9fad96fa
url
https://medium.com/@bacamakna.id/mentalitas-para-pemimpin-bumi-syam-fe8a9fad96fa
canonical_url
https://medium.com/@bacamakna.id/mentalitas-para-pemimpin-bumi-syam-fe8a9fad96fa
author_url
https://medium.com/@bacamakna.id
status
ok
fetched_at
2026-07-11 02:18:47