← Back to list

Preservasi Arsip Kolonial : Rekonsliasi Belanda dan indonesia melalui jalan lain

Pengantar

R. Rangkuti · 2025-11-18 05:28 · 2 claps · 4.3 min read
#preservation #history #kolonial #dekolonisasi #indonesia
Open on Medium ↗
Wiki topics: HIS · History

Preservasi Arsip kolonial oleh perwakilan National Archive of the netherlands di Indonesia

Preservasi Arsip kolonial oleh perwakilan National Archive of the netherlands di Indonesia

Preservasi Arsip Kolonial : Rekonsliasi Belanda dan indonesia melalui jalan lain

Pengantar

Kolonialisme memang benar adanya, belanda tidak mempungkiri melakukan tindakan imperalis terhadap negara indonesia. kita tidak akan membicarakan sebarapa lama belanda menjajah, namun dalam suatu fakta ialah belanda melakukan eksploitasi yang berlebihan demi mencapai tujuan penjajah sebenarnya. namun dibalik doktrinisasi penjajah yang berlebihan, akhirnya muncul suatu pemikiran yang sama.

Pemikiran akan pengakuan penjajahan dan transparansi bekas-bekas penjajahan. bekas-bekas penjajahan bisa berbentuk dan tidak, bisa tertulis dan tidak, bisa dilihat atau tidak. namun untuk sekarang yang mungkin hanya berbentuk bekas tulisan yang dapat diterima oleh dua pihak. Dokumen tertulis terlihat penting dan belanda mencoba memberikan fakta sebenarnya.

Kolaborasi Indonesia dan belanda dalam pelestarian arsip

Kolaborasi Indonesia dan belanda dalam pelestarian arsip

dalam tahap ini sedikit lucu ketika indonesia berusaha menggunakan diksi prokolonial agar reksonliasi berjalan sesuai rencana, padahal belanda tetap menggunakan kalimat-kalimat eksploitatif dalam pembabakannya. bisa saja jika para pejuang dulu melihat ini sebagai bentuk penjilatan terhadap kaki penjajah agar diberikan suatu yang diinginkannya. bahasa kerennya sekarang ialah DIPLOMASI guna meraih segenap kertas. (Pandangan Nasionalisme kuat)

Namun jika dilihat dari sisi lain, hal ini mungkin bisa jadi jalan yang benar. pada dasarnya tulisan setelah masa kemerdekaan atau pada saat diputuskannya Seminar sejarah nasional pertama di Yogyakarta pada 1957 terjadi namanya Booeming Periode atau mungkin saya menyebutnya Historiografi Nasionalisme indonesia. Boeeming Period ialah sebuah periode yang terjadi pada masa revolusi Indonesia. Boeeming period memunculkan banyak penulisan sejarah yang berisikan tentang perjuangan dan perlawanan melalui kisah-kisah kepahlawanan yang terus bermunculan. Tujuannya agar nasionalisme dan integritas bangsa Indonesia sangat dijunjung oleh masyarakatnya.

Tulisan sekilas hanya mengedepankan indonesiasentris, dan menonjolkan kepahalawanan dengan pembuatan biografi para pahlawanan dan narasi yang sangat nasioanlis sejati. hasilnya pengembangan tulisan terlalu menyudutkan belanda dari sudut manapun. terlihat wajar apabila suatu bangsa yang habis disiksa ingin membalas dendamkan apa yang mereka alami selama berabad-abad. tetapi, dalam sejarah hal itu tidak bisa dilakukan seenaknya saja, tujuan sejarah ialah memberikan tulisan seObjektif mungkin (walaupun tulisan manapun tidak bisa dipungkiri adanya subjektifitas).

Tidak hanya tulisan saja, Pemikiran seperti ini juga menjelma ke seluruh aspek yang bisa jadi simbol perlawanan. seperti Puisi, lukisan, dan lain-lain. Lukisan setelah era kemerdekaan juga menjunjung semangat nasionalisme dan anti imprealis yang disebut ideologi Realisme. Ideologi yang muncul sebagai lawan dari romantisme, lukisan seharusnya menampilkan kehidupan nyata sesuguhnya sebagai objek lukisan. Alhasil konsep realisme harus menampilkan kehidupan pedih indonesia setelah kemerdekaan.

semua hal ini mungkin menjadi dasar susahnya rekonsliasi Antara kedua negara sekarang karena memori yang terpendam di masa lalu.propaganda yang diberikan pemerintah semakin memperburuk hubungan tersebut. yah kita mungkin tidak akan lepas dengan masa lalu pedih namun dengan membuat benteng sendiri. Dibalik hal tersebut, Arsip memainkan peran yang vital dalam percobaan reksonsiliasi. dapat diapresiasi belanda tidak berusaha menutupi apapun dalam kearsipannya dengan memberikan transparansi terhadap indonesia.

Peran Arsip dalam Rekonsliasi dua negara

Arsip peninggalan belanda di indonesia harus diakui memililiki nilai mahal karena merekam jejak peristiwa “Negara Indonesia” dan perbuatan belanda. belanda tidak berusaha menutupi arsip karena memang dasarnya sudah meninggalkan jejak yang buruk. namun mungkin ada saja pasti arsip yang tidak disebar karena alasan keamanan negara. bahkan mereka membuat website open akses dengan fitur lengkap seperi delpher dan National Archive. eksistensi website ini masih lah kuat hingga sekarang sebagai tempat utama mencari sumber. Staasblad atau verslag bisa dilihat sesuai dengan periodesasinya.

berbeda dengan indonesia yang suka membuat website perlu izin. saya pernah datang datang ke kuliah umum di kampus saya pada 2023. pada saat itu, pembicara seminar yaitu pak wayan jarrah menjelaskan keingingannya agar segala sumber sejarah dapat diakses karena faktor penghambat sejarah ialah keterbatasan sumber. beliau menyayangkan sekarang sumber kebanyakan membutuhkan izin sehingga merumitkan peminat sejarah.

ketakutan akan narasi yang terbongkar dan aib yang selama ini dimaniskan melalui citra baik”. mungkin bisa dilihat dengan kehadiran beberapa museum didirikan atas peninggalan sejarah yang dahulu justru kapitalis terhadap daerahnya. kata filantropi sangat cocok dinamakan bagi museum seperti itu.

Arsip tentu saja tidak hanya dipegang oleh belanda, indonesia sebagai daerah jajahan memiliki arsip yang disimpan. arsip di indonesia di kelola oleh ANRI sebagai lembaga resmi dan berhak menyimpan arsip indonesia, terutama arsip-arsip pemerintahan seperti BUMN masa dulu.

percobaan rekonslisasi sudah lama dengan inisiasi diantara kedua tersebut, namun tetap saja percobaan tersebut gagal karena beberapa ingatan dan propaganda. melalui hubungan internasional belanda sering meminta maaf akan perbuatannya sama halnya dengan indonesia. dibalik hubungan yang pasang surut hadir suatu upaya rekonsiliasi melalui arsip.

upaya kerjasama merawat arsip memberikan suatu hubungan yang spesial diantara keduanya. kepedulian diantara kedua negara terhadap jejak-jejak peristiwa masa lampau. preservasi arsip di indonesia sering menghadirkan langsung pihak arsip belanda. ilmu yang diberikan dimulai dari penyimpanan arsip, kotak penyimpanan, sanitasi, bahkan mitigasi yang dapat merusak arsip seperti rayap, suhu ruangan, listrik, dan lain-lain. jelas ilmu ini sangat bermanfaat bagi kita yang masih awam menjaga arsip atau hanya menggunakan saja tanpa tanpa menjaga.

Selain itu, melalui hubungan yang semakin baik, banyak arsip indonesia yang dikembalikan ke indonesia. terutama peninggalan masa hindu-buddha seperti arca karena memiliki nilai yang tinggi. rekonsiliasi bukan berarti menormalisasi atau memaafkan kejadian masa lampau namun menjalin hubungan internasional yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

disisi lain pemikiran akan masa lampau mulai menampakkan kesadaran kolektif yang sesuai dengan fakta yang ada. tulisan yang sudah mulai menjelaskan tentang kelakukan diantara mereka tidak terlalu “pro”. Sumber primer yang digunakan dapat di interpertasi sehingga menghasilkan historiografi yang menarik.

namun jika dilihat sekarang kondisi arsip yang dibutuhkan belum sepenuhnya berhasil diungkapkan. contoh halnya arsip-arsip daerah-daerah diluar jawa. kesusahaan mencari arsip untuk topik pembahasan diluar pulau jawa memang selalu menantang para penulis. kebutuhan arsip sebagai sumber primer untuk tulisan pulau-pulau terpencil harus dipenuhi karena sejarah indonesia berkembang melalui JAWA SENTRIS.

keberadaan arsip ini masih jauh dari kata lengkap, jangankan lengkap yang ada saja aksesnya masih susah. untuk itu harapannya rekonslisasi melalui arsip ini masih berjalan agar para penulis dapat berkarya dengan analisa teori mereka masing-masing. namun tetap mengutamakan keobjektifan dan analisa yang tajam. walaupun sekarang, negara ini sedang mengalami perubahaan buku sejarah nasional, banyak kabar menganggap hal ini justru untuk kepentingan kelompok. kenaikan salah satu diktator sebagai “Pahlawan” sudah jelas memperlihatkan ketidakjelasan narasi yang sedang dibangun di negara ini.

Tulisan ini bukan berarti mendukung tapi memberikan pentingnya sudut pandang terhadap rekonslisasi yang sedang dilakukan antara penjajah dan daerah jajahannya dulu. dekolonisasi hadir bukan untuk menormalisasi namun memberikan kesadaran kolektif.


메타데이터
post_id
feb016ac73e3
slug
preservasi-arsip-kolonial-rekonsliasi-belanda-dan-indonesia-melalui-jalan-lain-feb016ac73e3
url
https://medium.com/@rizkyrangkuti45/preservasi-arsip-kolonial-rekonsliasi-belanda-dan-indonesia-melalui-jalan-lain-feb016ac73e3
canonical_url
https://medium.com/@rizkyrangkuti45/preservasi-arsip-kolonial-rekonsliasi-belanda-dan-indonesia-melalui-jalan-lain-feb016ac73e3
author_url
https://medium.com/@rizkyrangkuti45
status
ok
fetched_at
2026-07-11 02:50:30