← Back to list

Tanpa Sadar Kita Sering Impulse Buying di E-Commerce? Ini Dampak dan Cara Mengatasinya

Gambar oleh The Wall Street Journal dari Pinterest

Diani Restu Nurgita · 2026-05-23 07:03 · 0 claps · 3.2 min read
#education #marketing #lifestyle #ecommerce #impulse-buying
Open on Medium ↗
Wiki topics: INV · Investing & Markets ECO · Economy · General EDU · Education & Learning MKT · Marketing · General ✨ · Lifestyle · General 👗 · Fashion

Tanpa Sadar Kita Sering Impulse Buying di E-Commerce? Ini Dampak dan Cara Mengatasinya

Gambar oleh The Wall Street Journal dari Pinterest

Gambar oleh The Wall Street Journal dari Pinterest

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk dalam kegiatan berbelanja. Kehadiran E-Commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok memberikan kemudahan bagi konsumen untuk membeli berbagai produk hanya melalui perangkat digital. Kemudahan tersebut didukung oleh berbagai strategi pemasaran seperti diskon besar, flash sale, dan gratis ongkos kirim. Namun, kondisi ini juga memunculkan fenomena perilaku konsumsi yang dikenal sebagai impulse buying, yaitu pembelian yang dilakukan secara spontan tanpa perencanaan sebelumnya.

  1. Pengertian Impulse Buying Impulse buying adalah perilaku pembelian yang dilakukan secara tiba-tiba tanpa adanya perencanaan sebelumnya. Keputusan pembelian ini biasanya dipengaruhi oleh emosi, dorongan sesaat, rasa bosan, atau perasaan senang yang berlebihan. Menurut Rook, D. W. (1987), "The buying impulse represents a sudden, often powerful and persistent urge to buy something immediately. The urge to buy is heterogeneous and may stimulate emotional conflict, and it is often accompanied by a state of excitement or a feeling of euphoria."

Contohnya saja saat seseorang mungkin membeli pakaian baru karena merasa bosan atau membeli gadget terbaru karena merasa tertekan oleh lingkungan sosialnya.

  1. Faktor yang Mendorong Impulse Buying Terdapat beberapa faktor yang mendorong terjadinya impulse buying dalam E-Commerce, antara lain:
  • Promosi dan diskon ekstrem (flash sale, kode voucher, “beli 1 gratis 1”) yang menciptakan ilusi “keuntungan besar” dan “kesempatan terbatas”, sehingga konsumen merasa harus segera membeli.
  • Fasilitas gratis ongkos kirim, sering kali membuat konsumen menambah jumlah belanja agar memenuhi syarat minimum pembelian.
  • Pengaruh media sosial dan influencer, promosi melalui konten kreator dan influencer juga sangat berpengaruh dalam membentuk minat beli konsumen secara spontan.
  • Desain aplikasi dan tampilan halaman yang menonjolkan produk best‑seller, produk terbaru, dan rekomendasi personal, sehingga meningkatkan kemungkinan klik dan transaksi spontan.
  1. Dampak Impulse Buying Perilaku impulse buying dapat memberikan beberapa dampak negatif bagi konsumen apabila dilakukan secara berlebihan.
  • Masalah keuangan Kebiasaan berbelanja tanpa perencanaan dapat menyebabkan tabungan berkurang, meningkatkan risiko utang, serta menyulitkan seseorang dalam memenuhi kebutuhan yang lebih penting.
  • Penyesalan dan stres Belanja secara tiba-tiba tanpa pertimbangan matang kerap menimbulkan penyesalan, terutama ketika barang yang dibeli tidak sesuai ekspektasi atau tidak terpakai. Kondisi ini dapat menambah stres dan rasa bersalah sehingga kamu bisa saja jadi lebih mudah kesal karena menyesal.
  • Penumpukan barang tidak terpakai Kebiasaan membeli barang tanpa pertimbangan yang matang menyebabkan penumpukan barang yang jarang, bahkan tidak pernah dipakai. Akibatnya, rumah menjadi kurang rapi, tidak nyaman dan rumah terasa penuh.
  • Gangguan hubungan sosial Permasalahan finansial maupun tekanan emosional yang muncul akibat perilaku belanja impulsif dapat membuat seseorang menjadi lebih sensitif dan mudah tersulut emosi. Jika kebiasaan tersebut terus dibiarkan, hubungan dengan pasangan, keluarga, maupun teman berisiko merenggang karena komunikasi sering dipengaruhi oleh emosi negatif.

4. Cara Mengatasi Impulse Buying Meskipun sulit dihindari, perilaku impulse buying tetap dapat dikendalikan dengan beberapa cara berikut.

  • Buat daftar belanja Biasakan membuat daftar kebutuhan sebelum pergi ke toko atau berbelanja online.
  • Tunda keputusan membeli produk baru Jika kamu merasa ingin membeli suatu barang, cobalah menundanya selama 24 jam terlebih dahulu. Waktu ini dapat membantu kamu mengevaluasi apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya keinginan sesaat.
  • Atur anggaran Tentukan batas anggaran belanja setiap bulan dan usahakan untuk tidak melampauinya. Selain itu, biasakan mencatat setiap pengeluaran agar kamu dapat memantau kemana uang kamu pergi. Gunakan metode pembayaran tunai Menggunakan uang tunai saat berbelanja dibandingkan kartu kredit/e-wallet dapat membantu mengurangi kecenderungan untuk membeli secara impulsif.

5. Kesimpulan Fenomena impulse buying menjadi salah satu dampak dari pesatnya perkembangan E-Commerce di era digital. Berbagai strategi pemasaran yang menarik membuat konsumen lebih mudah melakukan pembelian secara spontan tanpa perencanaan matang. Apabila tidak dikendalikan, perilaku ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, terutama dalam pengelolaan keuangan pribadi. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan pengendalian diri agar masyarakat dapat menjadi konsumen yang lebih bijak dalam menggunakan platform E-Commerce.

Daftar Pustaka

  • Alodokter.com. Impulsive Buying: Kenali Dampaknya dan Cara Mengendalikannya. https://www.alodokter.com/impulsive-buying-kenali-dampaknya-dan-cara-mengendalikannya (diakses 22 Mei 2026)
  • Brilife.co.id. Mengenal Implusive Buying dan Cara Menghindarinya. https://brilife.co.id/-/mengenal-impulsive-buying-dan-cara-menghindarinya (diakses 22 Mei 2026)
  • Mertaningrum, N. L. P. E., Giantari, I. G. A. K., Ekawati, N. W., & Setiawan, P. Y. (2023). Perilaku belanja impulsif secara online. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 12(3), 605-616.
  • Oktaviani, D., & Keni, K. (2024). PERILAKU IMPULSIVE BUYING SEBAGAI RESPON TERHADAP FLASH SALE DAN CUSTOMER’S SHOPPING EXPERIENCE: PERAN MODERASI SELF-CONTROL. Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis, 8(2), 472-486.
  • Rook, D. W. (1987). The buying impulse. Journal of consumer research, 189-199.

Penulis: Diani Restu Nurgita (restudiani672@gmail.com)

Penulis: Diani Restu Nurgita (restudiani672@gmail.com)


메타데이터
post_id
ff4042b5c24d
slug
tanpa-sadar-kita-sering-impulse-buying-di-e-commerce-ini-dampak-dan-cara-mengatasinya-ff4042b5c24d
url
https://medium.com/@diani931/tanpa-sadar-kita-sering-impulse-buying-di-e-commerce-ini-dampak-dan-cara-mengatasinya-ff4042b5c24d
canonical_url
https://medium.com/@diani931/tanpa-sadar-kita-sering-impulse-buying-di-e-commerce-ini-dampak-dan-cara-mengatasinya-ff4042b5c24d
author_url
https://medium.com/@diani931
status
ok
fetched_at
2026-06-27 07:40:21