Perihal Hidup yang Sederhana.
Di kehidupan yang hanya satu kali saja melahirkan ratusan pikiran, bagaimana mungkin kehidupan kedua tidak melipatgandakannya?
Perihal Hidup yang Sederhana.
Di kehidupan yang hanya satu kali saja melahirkan ratusan pikiran, bagaimana mungkin kehidupan kedua tidak melipatgandakannya?

Laksana air dingin yang kau tenguk di siang bolong begitu rakus tanpa permisi dengan mulut serat dustamu. Maka sambutlah dengan penuh kesadaran Atas serangkaian dusta dan derita penyesalan, buah dari keputusan yang kau ambil dengan begitu sembrono dan serampangan.
Tapi, sungguh beruntung bagi manusia yang begitu lapang hatinya dan begitu menerima batinnya atas keputusannya percayalah tak ada pilihan yang salah bagi hati yang ikhlas.
Sayang seribu sayang, sungguh tidak di sayang begitu malangnya diri ini kau jadikan aku tempat singgah bukan sungguh.
Bukankah akan lebih baik jika bunga tetap berada ditamannya meskipun hanya bisa kau lihat dari jauh bentuk indahnya. Karena saat cinta meradang kiranya akan lebih baik atas pikiran yang mengatakan Ketakutan dicintai jauh lebih menakutkan dibanding mencintai.
Karena sungguh, saat kau dicintai maka kau akan kehilangan kendali atas dirimu sendiri.
메타데이터
- post_id
- ffc3e67887fc
- slug
- perihal-hidup-yang-sederhana-ffc3e67887fc
- url
- https://medium.com/@azharjr280/perihal-hidup-yang-sederhana-ffc3e67887fc
- canonical_url
- https://medium.com/@azharjr280/perihal-hidup-yang-sederhana-ffc3e67887fc
- author_url
- https://medium.com/@azharjr280
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-08 23:08:13