Besok Kita Ulang Lagi, Ya!
Sunday Letter #1
Besok Kita Ulang Lagi, Ya!
Sunday Letter #1
Sering kali kita melewati banyak masa yang kemudian menjadi memori baik. Setelah semuanya selesai, biasanya ada saja yang berkata, “Besok kita ulang lagi ya, seru!” Saat itu kita mengatakannya begitu saja. Seolah besok memang akan selalu ada, dan hal-hal menyenangkan yang baru saja kita lakukan bisa dengan mudah diulang kembali.
Rupanya, tidak selalu begitu. Bertambahnya waktu, bertambah pula usia. Kita tumbuh, berpindah dari satu masa ke masa lainnya, bertemu dengan orang-orang baru, menjalani kesibukan yang berbeda, sampai akhirnya memiliki prioritas masing-masing. Dan di antara semua itu, ada banyak hal yang tidak lagi menunjukkan pengulangan.
Tidak semua hal indah akan terulang, dan mungkin itu memang salah satu fakta yang akan kita lalui. Tawa dan canda saat bersama akan tetap tersimpan dengan baik dalam ingatan.
Hari ini aku melihat kembali sorotan Instagram, dan entah kenapa mataku meneteskan air mata. Aku melihat foto-foto dan video yang mungkin dulu kuambil begitu saja. Tidak ada pikiran bahwa suatu hari aku akan melihatnya kembali dan tersenyum sendiri.
“Oh, waktu itu seru sekali.”
Dulu sering berkata, “Besok kita ke sana lagi, ya.” “Besok ini kita ulang lagi.” Dan waktu benar-benar menjawabnya dengan berbeda.
Bukan sesuatu yang perlu disesali. Hanya saja, semakin bertambah usia, semakin aku mengerti bahwa ada banyak hal yang memang hanya terjadi pada waktunya. Kesibukan dan peralihan prioritas menjadi bagian dari kehidupan masing-masing. Ada yang sibuk dengan pekerjaannya, ada yang melanjutkan kehidupannya di tempat lain, ada yang bertemu dengan lingkungan baru, dan ada pula yang tetap berada di tempat yang sama tetapi menjalani hari-hari yang berbeda.
Bukan berarti sesuatu menjadi kurang berarti. Hanya saja, waktu tidak pernah benar-benar berhenti di satu tempat.
Terkadang, semua memang hanya akan terjadi satu kali.
Maka setiap momen menjadi berharga. Aku tidak pernah tahu apakah sebuah momen akan terulang kembali. Mungkin karena itu, ketika sedang berada di dalamnya, aku ingin benar-benar menikmatinya. Menikmati obrolannya, menertawakan hal-hal kecilnya, mengabadikan foto meskipun kadang terasa sepele, dan menikmati waktu bersama orang-orang yang saat itu sedang ada.
Setiap momen dalam kehidupan selalu mengajarkan sesuatu dan meninggalkan ingatan yang baik. Pertemuan dengan orang baru, bersua dengan teman lama, bahkan pertemuan-pertemuan yang awalnya terasa biasa saja, selalu meninggalkan sesuatu. Mungkin tidak selalu besar. Kadang hanya sebuah candaan, sebuah perjalanan singkat, satu sore yang dihabiskan bersama, atau percakapan yang saat itu tidak terasa penting, tetapi ternyata masih kita ingat setelah waktu berjalan.
Setiap masa ada orangnya.
Itu benar.
Masa sekolah sangat berkesan, bukan? Ada masa ketika kita mengikuti kemah, pelatihan, kegiatan bersama teman-teman, dan pulang dengan cerita yang tidak ada habisnya. Ada masa orientasi mahasiswa, masa ketika kita masih mencari teman baru dan mencoba mengenal lingkungan yang sama sekali berbeda. Ada masa ketika mengerjakan skripsi, merasa deg-degan menjelang sidang, lalu akhirnya bisa bernapas lega setelah semuanya selesai. Ada pula hari pertama bekerja, perkenalan diri di depan orang-orang baru, rasa gugup, mencoba memahami pekerjaan, dan berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.
Dan tentu saja, ada masa-masa sederhana bersama keluarga dan teman-teman. Hal-hal yang ketika sedang dijalani mungkin terasa biasa saja, tetapi setelah waktu berjalan, kita baru sadar bahwa ternyata ada begitu banyak hal baik yang tersimpan di dalamnya.
Semua akan terlalui. Satu per satu. Dan mungkin, beberapa di antaranya tidak akan terulang.
Tidak apa-apa.
Karena mungkin memang bukan pengulangan yang kita cari. Kita hanya perlu menyadari bahwa setiap masa pernah memberikan sesuatu yang baik kepada kita. Ketika masa itu selesai, kita tidak harus memaksanya untuk kembali.
Kita bisa membuat kenangan yang baru. Bertemu dengan orang-orang baru, menjalani hari-hari yang baru, dan tertawa dengan cerita yang baru.
Sampai suatu hari nanti, kita mungkin akan melihat kembali foto dan video dari masa yang sedang kita jalani sekarang. Bukan untuk mengulangnya, tetapi sekadar mengingat bahwa kita pernah ada di sana, menjalani hari-hari itu, bersama orang-orang yang menemani kita pada masanya.
Mungkin memang begitulah hidup berjalan. Setiap masa datang dengan cerita dan orang-orangnya sendiri. Kita menjalaninya, menyimpannya sebagai kenangan, lalu melanjutkan perjalanan ke masa berikutnya.
Mungkin, tanpa kita sadari, hari-hari yang sedang kita jalani sekarang juga sedang menjadi kenangan.
메타데이터
- post_id
- ffd46f1f86a8
- slug
- besok-kita-ulang-lagi-ya-ffd46f1f86a8
- url
- https://medium.com/@rachmaksm/besok-kita-ulang-lagi-ya-ffd46f1f86a8
- canonical_url
- https://medium.com/@rachmaksm/besok-kita-ulang-lagi-ya-ffd46f1f86a8
- author_url
- https://medium.com/@rachmaksm
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-23 07:40:19