← Back to list

Email Terenkripsi Kalah Populer dengan Aplikasi Pesan Instan

Privasi digital sudah lama menjadi isu penting, namun belum banyak orang yang menyadari seberapa penting hal ini. Dari Why Johnny Can’t…

Aldinisa Rahma Sabillah · 2025-10-01 07:06 · 0 claps · 1.4 min read
#pgpencryption #communication #data-protection
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🔒 · Cybersecurity

Email Terenkripsi Kalah Populer dengan Aplikasi Pesan Instan

Privasi digital sudah lama menjadi isu penting, namun belum banyak orang yang menyadari seberapa penting hal ini. Dari Why Johnny Can’t Encrypt (1999) hingga studi terbaru (2019), kita tahu bahwa email terenkripsi tidak mudah dipakai orang awam. Bahkan setelah 2 dekade, masih banyak orang yang belum bisa menggunakan PGP atau Mailvelope dengan benar. Hambatan utamanya adalah interface yang membingungkan pengguna, Key Management dan Ketertarikan user yang minim. Jangankan Email terenkripsi, Email biasa pun masih dianggap terlalu formal untuk berkirim pesan. Apalagi Email terenkripsi yang memiliki kompleksitas teknis. Banyak orang yang belum sadar resiko dari email yang tidak terenkripsi dan merasa pesan instan dengan enkripsi otomatis sudah cukup melindungi pesan maupun data pengguna.

Aplikasi pesan instan dengan enkripsi end to end seperti WhatsApp dan Telegram saat ini meledak penggunaannya. Alasan utamanya aplikasi tersebut memiliki konsep yang familiar seperti sms yang juga dinilai praktis dan lebih mudah digunakan sehingga pengguna tidak perlu tahu kunci public/privat.

Email memang masih dinilai penting untuk profesi tertentu seperti Pengacara dan Jurnalis (Lerner,2017). Namun, untuk komunikasi sehari-hari banyak orang yang tidak merasa perlu menggunakan email terenkripsi. Para pengguna merasa terlalu nyaman menggunakan aplikasi tersebut, hingga lupa menyaring informasi penting. Instansi Pemerintahan pun belum “Melek” akan hal ini sehingga banyak laporan data bocor. Email terenkripsi gagal populer karena menuntut pemahaman teknis, sementara pesan instan berhasil popular karena membuat keamanan terasa “tidak ada bedanya” dengan chat biasa.

Tantangannya, bagaimana cara membuat pengguna tertarik menggunakan email terenkripsi baik komunikasi formal ataupun non-formal? Tentunya Penyedia layanan email terenkripsi harus memutar otak untuk membuat antarmuka yang mudah digunakan oleh orang awam untuk menarik banyak orang menggunakan email terenkripsi.

Sumber :

Ruoti, S., Andersen, J., Dickinson, L., Heidbrink, S., Monson, T., O’neill, M., … & Seamons, K. “A usability study of four secure email tools using paired participants” (2019). ACM Transactions on Privacy and Security (TOPS), 22(2), 1–33.

Lerner, A., Zeng, E., & Roesner, F. “Confidante-Usable encrypted email: A case study with lawyers and journalists” (2017, April). In 2017 IEEE European Symposium on Security and Privacy (EuroS&P) (pp. 385–400). IEEE.

Whitten, A., & Tygar, J. D. “Why Johnny Can’t Encrypt: A Usability Evaluation of PGP 5.0” (1999, August). In USENIX security symposium (Vol. 348, pp. 169–184).


메타데이터
post_id
1d861e44322d
slug
email-terenkripsi-kalah-populer-dengan-aplikasi-pesan-instan-1d861e44322d
url
https://medium.com/@aldinisa.rahma/email-terenkripsi-kalah-populer-dengan-aplikasi-pesan-instan-1d861e44322d
canonical_url
https://medium.com/@aldinisa.rahma/email-terenkripsi-kalah-populer-dengan-aplikasi-pesan-instan-1d861e44322d
author_url
https://medium.com/@aldinisa.rahma
status
ok
fetched_at
2026-07-26 23:38:14