hoshi found out #03: Kenapa Tangan Suka Panas Ketika Kena Cabai?
Pernahkan kau merasa, tanganmu panas. Pernahkan kau merasa, panasnya nggak hilang. Nah, itu kondisi yang lazim terjadi ketika habis motong…
hoshi found out #03: Kenapa Tangan Suka Panas Ketika Kena Cabai?
Pernahkan kau merasa, tanganmu panas. Pernahkan kau merasa, panasnya nggak hilang. Nah, itu kondisi yang lazim terjadi ketika habis motong cabe 5kg.

https://id.pinterest.com/pin/638807528425226322/
Kenapa rasa panas ini bisa muncul? Kondisi tangan panas ketika sedang ‘bermain-main’ dengan cabai disebabkan oleh salah satu senyawa, yaitu senyawa atau zat capsaicin. Capsaicin adalah senyawa kimia dari golongan alkaloid yang secara alami memberikan rasa pedas dan sensasi panas pada tanaman dari genus Capsicum (cabai). Ketika tangan atau bagian tubuh kita bersentuhan dengan senyawa ini, capsaicin secara otomatis akan mengaktifkan reseptor nyeri di kulit, yang kemudian ditafsirkan oleh otak sebagai rasa panas atau terbakar. Jadi, ketika tangan atau sekitar bibir terasa panas setelah mengonsumsi sesuatu yang mengandung cabai, itu menandakan bahwa zat capsaicin sedang bereaksi di tubuh kita.
Semakin tinggi kadar capsaicin dalam cabai, maka akan semakin kuat juga rasa panas yang dihasilkan. Tingkat kepedasan cabai dapat diukur dengan satuan Scoville Heat Units (SHU) yang berkisar dari 0 hingga 15 juta. Pada cabai rawit yang biasa dikonsumsi sehari-hari tingkat kepedasannya bisa sekitar 50.000–100.000 SHU, sedangkan pada cabai hiyung yang berasal dari Kalimantan Selatan tingkat kepedasannya 17 kali lebih pedas dari cabai rawit biasa, yaitu sebesar 1.417.500 SHU. Dengan begitu, beda jenis cabai, beda pula tingkat kepedasannya.
Selanjutnya, zat capsaicin paling banyak diproduksi pada jaringan plasenta cabai, yaitu bagian dalam cabai berwarna putih tempat biji menempel. Di sisi lain, biji cabai tidak menghasilkan capsaicin sendiri, melainkan hanya menyerap senyawa tersebut dari jaringan plasenta. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak orang menganggap bagian biji sebagai bagian yang paling pedas, karena letaknya berdekatan langsung dengan pusat produksi senyawa capsaicin.
Kapan rasa panas ini akan hilang? Rasa panas akibat capsaicin sangat bergantung pada tempat paparan, jenis cabai, dan tingkat kematangan cabai.
- Tempat paparan: Biasanya pada mulut atau lidah rasa panas hanya bertahan selama 10–30 menit. Hal ini dibantu dengan adanya air liur yang secara alami membasuh capsaicin keluar dari reseptor lidah secara bertahap. Kemudian, proses ini bisa dipercepat dengan mengonsumsi susu atau makanan berlemak. Disisi lain, rasa pedas pada kulit dapat hilang sedikit lebih lama dikarenakan kulit memiliki pori-pori yang mempermudah senyawa tersebut meresap dan bertahan di dalam kulit dalam waktu yang lama.
- Jenis cabai: Setiap cabai memiliki tingkat kepedasan berbeda yang secara langsung berpengaruh pada rasa panas yang dihasilkan.
- Tingkat kematangan cabai: Kadar capsaicin tertinggi pada cabai biasanya muncul beberapa minggu setelah bunga cabai mekar. Seiring waktu, kandungan senyawa ini akan menurun saat cabai disimpan. Jadi semakin fresh cabai, semakin tinggi pula tingkat kepedasannya.
Intinya sih, setiap cabai akan tetap memberikan rasa panas terlepas dari tempat paparan, jenis cabai, dan tingkat kematangan cabai.
Bagaimana cara menghilangkannya? Senyawa capsaicin memiliki karakteristik tidak berwarna, tidak berbau, dan bersifat lipofilik atau larut dalam lemak/minyak, tetapi tidak larut dalam air. Sehingga senyawa ini tidak dengan mudah hilang hanya dengan dicuci ataupun dialiri dengan air. Oleh karena itu, inilah beberapa hal yang bisa digunakan untuk menghilangi rasa panas tersebut:
- Sabun cuci piring: Sabun cuci piring sangat efektif digunakan untuk membersihkan minyak membandel di sisa-sisa piring. Hal ini secara tidak langsung bikin sabun cuci piring juga efektif dalam melarutkan senyawa capsaicin.
- Susu atau yoghurt: Dengan adanya kandungan lemak dan kasein dalam susu atau yogurt, kedua produk ini cocok digunakan untuk menghilangkan rasa panas dari cabai. Kedua kandungan ini secara efektif dapat membantu memecah senyawa capsaicin.
- Alkohol atau hand sanitizer: Cairan yang satu ini berbeda dengan air biasa. Capsaicin dapat dengan mudah larut dalam alkohol karena keduanya memiliki sifat kimia nonpolar, yaitu senyawa yang sejenis akan saling melarutkan.
Honorable mention untuk es batu atau air dingin yang mungkin nggak bisa melarutkan senyawa capsaicin, tapi bisa memberikan efek semriwing pada kulit.
Referensi:
Alodokter. (2020, June 20). Tangan terasa panas setelah menyentuh makanan pedas. Alodokter.
CNNIndonesia. (2025, December 1). Berapa lama tangan panas akibat cabai? Ini penjelasannya. Gaya Hidup.
Gabriela, M., & Arjanto, D. (2024, August 19). Mengenal Capsaicin, Manfaat dan Kegunaannya. Tempo.
Halodoc, R. (2026, February 9). Pedas di tangan bisa sangat mengganggu. Nah, berikut cara menghilangkan pedas di tangan yang bisa kamu coba. Halodoc.
Larasati, S. D. (2024, November 1). Skala kepedasan cabai di Indonesia. Antara News.
메타데이터
- post_id
- 8298df7eb74d
- slug
- hoshi-found-out-03-kenapa-tangan-suka-panas-ketika-kena-cabai-8298df7eb74d
- url
- https://medium.com/@hoshifikom/hoshi-found-out-03-kenapa-tangan-suka-panas-ketika-kena-cabai-8298df7eb74d
- canonical_url
- https://medium.com/@hoshifikom/hoshi-found-out-03-kenapa-tangan-suka-panas-ketika-kena-cabai-8298df7eb74d
- author_url
- https://medium.com/@hoshifikom
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-10 15:36:45