← Back to list

Bahasa Cinta

Memang apa yang sebenarnya kutahu tentang ini? Tentang satu bahasa universal, tapi sulit sekali untuk dipahami. Satu bahasa yang walau…

Reyna Amasya · 2026-05-13 05:18 · 0 claps · 2.1 min read
#family #love #keluarga #sorry #bahasa-cinta
Open on Medium ↗
Wiki topics: 💑 · Relationships 👨‍👩‍👧 · Family & Parenting

Bahasa Cinta

Memang apa yang sebenarnya kutahu tentang ini? Tentang satu bahasa universal, tapi sulit sekali untuk dipahami. Satu bahasa yang walau sudah sekian lama ada dalam hidup kita, namun jauh dari sadar kita pahami. Aku ingin mencoba memahami. Aku ingin mempelajari bahasa cinta kalian padaku.

Sebagai anak yang lama jauh dari rumah ketika masa remaja awal ku, aku merasa seperti balas dendam sekarang. Aku ingin punya masa-masa memberontak, masa-masa ngeyelan, dan masa-masa susah dikasih tahu seperti anak remaja pada umumnya. Aku ingin sebentar saja melepas topeng kedewasaanku yang sudah melekat terlalu keras padaku ini. Aku mulai bertanya-tanya, mengapa menjadi anak pertama harus seperti ini? Mengapa ayah dan ibu tidak begitu pada adik-adik seperti padaku dulu? Mengapa dan mengapa yang tidak ada habisnya, ditambah beberapa masalah lain yang cukup sudah untuk menghantam diri ini jatuh ke lubang yang dalam. Dalam sekali sampai-sampai aku masih dalam proses memanjat keluar sampai sekarang. Mungkin sampai waktu-waktu kedepan.

Itu benar, ketika kita sudah fokus dengan satu hal, segala hal lain menjadi kabur, bias, tak tampak, raib begitu saja. Kita hanya perlu mengalihkan fokus, sedikit saja. Mulai dari sedikit dulu saja. Aku terlalu fokus pada hal-hal yang membuatku sedih, membuatku kesal, marah, hingga berujung pada depresi. Padahal, bersamaan dengan semua itu ada banyak sekali hal untuk disenyumi, disyukuri, dan diapresiasi. Tentu saja tidak salah, tapi aku bukan orang suci dengan jiwa besar, kau tahu. Aku tidak se-lapang dada itu. Setelah kulalui, ternyata tidak buruk juga. Aku jadi belajar banyak hal. Bukannya hidup akan selalu memberi pelajaran baru?

Sekarang, aku mencoba memahami sedikit tentang bahasa cinta. Tentang bahasa cinta orangtuaku pada putri pertama mereka. Mereka memang tak pandai dalam kata-kata. Tapi, ada bahasa-bahasa yang sebenarnya aku kenal, tapi tak sempat kuperhatikan.

source: https://id.pinterest.com/pin/365284219754217279/

source: https://id.pinterest.com/pin/365284219754217279/

Mungkin … Bahasa cinta ayah bukan dengan mengatakan, “Ayah bangga denganmu”, atau “Kamu hebat”. Bahasa cinta ayah adalah dengan memastikan aku selalu sehat, beras selalu cukup untuk dimakan di kos, motor selalu sehat untuk dibawa di perjalanan. Ayah jarang mengungkapkan rasa cinta dan sayangnya dengan kata-kata. Kalau mengirim pesan pun hanya bertanya, “sehat?”

Yang terlambat aku ketahui kalau itulah caranya menunjukkan cinta padaku.

Aku terlalu fokus pada didikannya, pada hal-hal yang membuatku kesal, hingga lupa bahwa ayah akan selalu di sana memastikan aku baik-baik saja, di sini. Ayah sering tiba — tiba datang menjenguk anak-anaknya, tanpa mengabari, ayah tidak pernah bilang rindu, tapi ia selalu datang, seakan ingin berkata kalau, “Ada ayah, semua akan baik-baik saja”.

Ketika ada banyak makanan enak di rumah, ibu akan selalu memikirkan anak-anaknya. Berharap kami pulang untuk makan bersama. Berharap makanan enak ini bisa kami nikmati juga. Atau rela pergi jauh untuk mengantarkan pada kami. Pada aku, anaknya yang malas pulang ini. Ibu lebih bisa menyampaikan perasaan cintanya. Walau aku tahu, masih ada rasa sakit hati yang tersirat di matanya disebabkan olehku. Maafkan aku bu. Sungguh maafkan aku.

Maafkan aku ya yah, bu ..


메타데이터
post_id
8ce97b27480a
slug
bahasa-cinta-8ce97b27480a
url
https://medium.com/@syarafina475/bahasa-cinta-8ce97b27480a
canonical_url
https://medium.com/@syarafina475/bahasa-cinta-8ce97b27480a
author_url
https://medium.com/@syarafina475
status
ok
fetched_at
2026-07-15 13:38:05