← Back to list

KRL Pagi

Pengalaman pertama supaya enggak jadi pepes di gerbong.

Adenyaaat · 2026-06-16 23:31 · 0 claps · 1.8 min read
#life #life-lessons #commute #commuting #artikel-bahasa-indonesia
Open on Medium ↗
Wiki topics: ML · Machine Learning

KRL Pagi

Pengalaman pertama supaya enggak jadi pepes di gerbong.

Fotonya ngutip dari Wikipedia (ampun)

Fotonya ngutip dari Wikipedia (ampun)

Panggilan betmen pagi-pagi ke daerah Duri sebenarnya bukan yang pertama. Dua tahun lalu (2024) sebenarnya saya sudah pernah dapat panggilan serupa. Malah, panggilan terdahulu 15 menit lebih awal dibanding saat ini.

Bedanya, dulu saya tempuh perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi. Tentu saja hal tersebut jadi enggak bijak kalau sekarang. Pemerintah suram Indonesia sudah bikin biaya perjalanan naik cukup dratis.

Alhasil, saya memilih moda KRL untuk sampai ke tempat tujuan. Jujur, langkah ini enggak mengurangi biaya perjalanan hingga 50 persen. Hitungan kasar saya paling mentok 20 persen saja.

Saya tetap harus melalukan perjalanan ke stasiun sekitar 30 menit. Belum lagi harus bayar parkir saat keluar nantinya. Ditambah lagi, saya harus naik ojek untuk sampai ke tempat tujuan.

Satu-satunya yang paling terasa dari pilihan perjalanan ini ya cuma waktu tempuhnya saja. Dengan KRL, saya bisa memangkas 20-30 menit waktu perjalanan. Tentunya waktu itu bisa dimanfaatkan untuk bikin catatan ini.

Nah, ini jadi pengalaman pertama saya naik KRL pagi buta. Saya sudah tiba di stasiun kurang jadi pukul 05.00. Saya yakin ada orang yang baca catatan ini dan bilang bahwa itu sudah kesiangan. Ya, saya setuju dengan pendapat itu.

Kereta pertama yang saya lihat ternyata sudah disesaki oleh penumpang. Memangnya mereka berangkat dari rumah pukul berapa???

Kereta selanjutnya lebih lowong. Biarpun begitu, naik KRT pagi jangan harap dapat duduk. Bisa bersandar pun harus berharap pada keberuntungan.

Dibandingkan dengan saya, orang-orang dalam gerbong kereta mungkin melakukan perjalan ini hampir setiap hari. Kelihatan dari wajah lelah mereka. Tentu saja banyak yang memanfaatkan perjalanan untuk kembali tidur. Memang enggak semua tidur beneran.

Oh, saya memilih naik kereta dulu dibandingkan menunaikan ibadah wajib. Bukan tanpa alasan, saya khawatir kereta selanjutnya jauh lebih padat dibanding yang saya naiki. Saya baru menunaikan ibadah wajib di stasiun tujuan.

Memang seharusnya enggak boleh begitu. Ampuni kelalaian saya ini ya Allah. Hanya kepada-Mu aku memohon ampun dan hanya kepada-Mu juga aku kembali.

Jadwal ini akan berulang selama empat hari ke depan. Jadi, saya harus menikmati setiap perjalanan yang dilalui. Mungkin sudah begitu jalannya.

Oh, karena saya berangkatnya pagi buta, tentunya saya tiba satu jam sebelum waktu yang ditentukan. Hal ini selalu lebih baik dibandingkan harus terburu-buru di jalan ‘kan.

Catatan ini sengaja dibuat untuk mengingatkan saya bahwa bekerja itu kewajiban. Jadi harus dijalani dengan tulus apa pun rintangannya. Bukan mau banding-bandingin (karena saya tahu ini cukup mudah buat orang lain) karena perbandingan merusak kenikmatan hidup.

Lebih baik bikin cerita Anda sendiri.


메타데이터
post_id
a6e099e8b92c
slug
krl-pagi-a6e099e8b92c
url
https://medium.com/@adenyaaat/krl-pagi-a6e099e8b92c
canonical_url
https://medium.com/@adenyaaat/krl-pagi-a6e099e8b92c
author_url
https://medium.com/@adenyaaat
status
ok
fetched_at
2026-07-14 09:29:11