← Back to list

Dalam jarak jauh mama menghidupiku yang berteriak ingin mati

selalu ada doa mama dalam langkahku yang lunglai dan tidak percaya diiri

naRa · 2026-06-12 18:11 · 0 claps · 1.5 min read
#letters #ibu
Open on Medium ↗

Dalam jarak jauh Mama menghidupiku yang berteriak ingin mati

Saat dingin menyergap padahal rintik hujan belum sampai jatuh ketanah, bahkan awan mendung juga belum berkumpul menutupi matahari terik diatas sana, aku memeluk lututku, menggigit jariku, dan meredam isakku dengan menundukkan kepalaku.

Aku memeluk lututku sambil menggumamkan banyak hal guna menghidupi hidupku lagi dan lagi, aku elus rambut kepalaku seorang diri sambil sesekali mengusap air mata dari tangis yang jatuh kepipiku mendahului rintik hujan yang jatuh ketanah, aku berusaha untuk hidup tanpa membuat luka pada tubuhku.

Aku berusaha lagi-lagi tidak mendengar teriakan dalam diriku yang senantiasa memilih untuk mati setiap kali aku merasa aku tidak sanggup untuk melewatinya seorang diri.**

Pikirku peluk pada diriku sendiri mampu membuatku hidup lagi seperti sedia kala, tetapi rasanya kali ini tidak, kali ini dia menang, gumaman dalam diri itu menang, ia merayakan kemenangannya dengan mengambil alih gerak tubuhku. Saat itu sisa pikiranku yang masih jernih berusaha melawan dengan menelpon salah satu kontak yang aku harapkan dapat mengangkatnya saat dering pertama.

Tolong angkat, angkat, aku sudah tidak sanggup, tolong angkat.

Dan Mama — seseorang yang muncul tiba-tiba di sisa dalam pikiran jernihku — mengangkat telponku dengan wajahnya yang sangat khawatir, melihat wahjahnya yang khawatir itu secara perlahan membuat teriakan itu berangsur menghilang.

Dan pertanyaan darinya pun muncul, “Apakah hari ini berat, nak?”.

Saat itu teriakan yang meneriaki diriku sendiri tergantikan dengan beberapa patah kata yang keluar dengan cekat yang tertahan di tenggorokan, perlahan teriakan itu berubah menjadi sebuah cerita sedih yang mengalir disela-sela tangis yang tak kunjung berhenti, “Mama, kenapa berat sampai rasanya aku ingin mati saja.”

Mama menghidupkanku yang ingin mati. Mama menghidupkanku yang berkali-kali bunuh diri dalam pikiranku sendiri. Mama menghidupkanku berkali-kali disaat aku berteriak ingin mati.

Mama dari jarak ribuan kilometer yang sangat jauh dari keberadaanku, yang hanya bisa kulihat dari jarak jauh tanpa bisa kupeluk itu tetap mampu memelukku dengan caranya sendiri dan itu membuatku kembali hidup berkali-kali selalu saat aku ingin mati.

Memelukku dari jarak begitu jauh, meyakinkanku bahwa bukankah lebih menenangkan pelukan yang ia berikan dibandingkan dari bau tanah yang baru saja disiram oleh air.

Sekali lagi, untuk sekali lagi aku kembali mencoba untuk hidup sekali lagi karena Mama yang mencoba membantuku berdiri walau lututnya sudah terlalu tua untuknya berdiri.

Aku berharap selalu ada Mama saat aku berteriak ingin mati

Sehingga aku bisa hidup berkali-kali sekali lagi sampai akhirnya bisa menghidupkan diriku sendiri.


메타데이터
post_id
3dbdc485538c
slug
dalam-jarak-jauh-mama-menghidupiku-yang-berteriak-ingin-mati-3dbdc485538c
url
https://medium.com/@grzeena/dalam-jarak-jauh-mama-menghidupiku-yang-berteriak-ingin-mati-3dbdc485538c
canonical_url
https://medium.com/@grzeena/dalam-jarak-jauh-mama-menghidupiku-yang-berteriak-ingin-mati-3dbdc485538c
author_url
https://medium.com/@grzeena
status
ok
fetched_at
2026-07-10 01:40:30