← Back to list

Ketika dunia tidak baik-baik saja, kita harus bagaimana?

Gak semua hal harus kita pikirin sekarang.

Chisna Aisyiah · 2026-05-05 08:09 · 0 claps · 3.0 min read
#mindfulness #anxiety #worry #happiness #war
Open on Medium ↗
Wiki topics: PSY · Mental Health & Psychiatry 🧠 · Mental Wellness 🧘 · Spirituality 💭 · Philosophy of Spirit

Ketika dunia tidak baik-baik saja, kita harus bagaimana?

Hampir setiap hari kita membaca berita yang tidak nyaman. Mulai dari kinerja pemerintah, program-program pemerintah yang nggak masuk akal, rupiah melemah, harga-harga naik, belum lagi berita kecelakaan transportasi umum yang bisa menimpa kita kapan saja. Seluruh kesialan ini seperti sistemik, rasanya sulit membenahinya satu persatu. Orang-orang mulai cemas. Termasuk diriku. Kadang karena saking banyaknya informasi yang tidak bisa kita pahami, kita jadi overthinking dan cemas dengan masa depan. Rasanya mau mengerjakan banyak hal atau ide-ide baru jadi tidak menarik lagi, karena kita khawatir keadaan ini akan membuat segala rencana jadi tidak pasti dan beresiko gagal.

Sebenarnya sejak lama juga kita hidup dengan ketidakpastian. Bila ditarik mundur, kita berjuang untuk lulus dari sekolah, kemudian belajar dan berusaha untuk diterima di perguruan tinggi tertentu. Bila beruntung dan cukup pintar, universitas tersebut bisa menerima kita sebagai mahasiswa, bila tidak beruntung, kita akan mencari lagi universitas lain. Banyak hal yang tidak pasti, tapi kita tetap berusaha untuk berjalan. Bedanya sekarang, kita diberikan banyak pilihan, banyak informasi. Saat ini situasi membuat kita overexposure, terlalu banyak informasi yang masuk membuat kita lelah.

Tapi aku ingin mengajak kamu untuk berpikir lebih dalam. Perang, situasi geopolitik, daya tukar rupiah terhadap dollar serta kebijakan pemerintah adalah hal-hal yang tidak bisa kita kontrol. Well, ya mungkin secara kolektif memang pemerintah saat ini adalah pilihan kita semua yang dilegitimasi saat pemenangannya di pemilu, namun semua hal tersebut pada dasarnya tidak bisa kita kontrol.

Tapi ada hal yang bisa kita kontrol, yaitu bagaimana kita memilih untuk hidup di masa seperti ini. Kita bisa memilih dan menentukan cara untuk mengatur pengeluaran. In this economy, apakah kita akan tetap membeli barang-barang lucu yang kita inginkan atau mulai lebih mindful dalam membeli sesuatu yang benar-benar kita butuhkan. Apakah kita mau lebih peduli dengan kesehatan kita dengan misalnya, mulai jogging tipis tipis tiap pagi, mulai latihan yoga atau olahraga ringan sehingga kita bisa menjaga daya tahan tubuh agar tetap stabil. Atau misalnya lagi, apakah kita memilih untuk marah-marah dan menyalahkan pemerintah dengan kata-kata yang tidak pantas di sosial media ketika mendengar berita akhir-akhir ini? Banyak hal yang bisa kita lakukan, diantaranya membedakan mana hal-hal yang bisa kita kontrol dan mana yang tidak.

Di tengah dunia yang tidak pasti ini, ada hal yang pasti dapat kita lakukan, yaitu menghargai hal-hal kecil yang masih ada di hidup kita saat ini. Dengan kita masih bisa menikmati kopi di pagi hari, masih bisa menemui orang-orang yang kita cintai di rumah, bahkan sesederhana jalan di sore hari memandang langit yang oranye adalah kebahagiaan yang perlu kita syukuri setiap hari nya. Dunia boleh kacau, namun ingatlah bahwa kita hidup dari momen-momen kecil. Momen itulah yang membuat kita tetap hidup dan bertahan sampai saat ini.

Banyak hal yang menakutkan terjadi di luar sana terasa menakutkan, sebenarnya bukan karena kejadiannya yang menakutkan tapi karena rasa takut itu menular. Kita justru sering takut karena orang lain takut. Kita perlu lebih sering menggunakan filter mental untuk menyaring mana berita-berita yang perlu kita resapi, mana yang cukup kita ketahui, atau perlu kita tinggalkan. Tidak semua hal harus kita rasakan, dan tidak semua rasa itu penting.

Kita bisa fokus ke hal-hal yang membuat kita tetap waras. Self care yang sederhana seperti journaling (salah satu bentuk refleksi diri) dan ngobrol sama orang terdekat (dan terpercaya) dengan tujuan saling menguatkan adalah bentuk aktivitas yang juga bisa membantu kita. Untukku sendiri, ada hal yang membuatku tetap ‘terjaga’ kewarasannya di tengah berita yang overwhelming di sekitarku, yaitu melatih pikiranku untuk sadar bahwa semua ini sifatnya hanya sementara. Kesementaraan ini adalah sesuatu yang sifatnya pasti dan justru ini yang membuat aku yakin bahwa segala kesulitan pasti akan berakhir.

Saat ini, ketenangan adalah suatu hal yang mewah, dan kita bisa memilihnya untuk tetap menjadi seperti itu. Mungkin kita tidak selalu kuat, dan kita juga tidak selalu punya jawaban atas masalah yang datang. It’s okay to be sad, tapi kita bisa memilih untuk tidak tenggelam dalam kesedihan. Mungkin dunia tidak akan segera membaik, tapi kita masih bisa memilih untuk tetap hidup dengan cara yang lebih ringan.

Sesungguhnya setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan.

Mungkin dunia tidak sedang baik-baik saja, tapi bukan berarti kita harus ikut runtuh dengannya.

Photo by Kelly Sikkema on Unsplash

Photo by Kelly Sikkema on Unsplash

“Fa inna ma’al ‘usri yusrā. Inna ma’al ‘usri yusrā.”

“Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS Al Insyirah 5–6)


메타데이터
post_id
4b2bd2be7498
slug
ketika-dunia-tidak-baik-baik-saja-kita-harus-bagaimana-4b2bd2be7498
url
https://medium.com/@chisna27/ketika-dunia-tidak-baik-baik-saja-kita-harus-bagaimana-4b2bd2be7498
canonical_url
https://medium.com/@chisna27/ketika-dunia-tidak-baik-baik-saja-kita-harus-bagaimana-4b2bd2be7498
author_url
https://medium.com/@chisna27
status
ok
fetched_at
2026-06-28 14:26:31