Tren Kekurangan Vitamin D pada Masyarakat Indonesia
Baru-baru ini saya berbincang dengan teman lama saya yang sudah lama sekali tidak bertemu. Salah satu pembahasannya mengenai kesehatan…
Tren Kekurangan Vitamin D pada Masyarakat Indonesia
Baru-baru ini saya berbincang dengan teman lama saya yang sudah lama sekali tidak bertemu. Salah satu pembahasannya mengenai kesehatan, terutama teman lama saya ini sering mengantuk dan tertidur. Tidak hanya saat rebahan, tapi bahkan saat berkendara.
*Belum menjadi anggota Medium? Klik di sini untuk akses gratis artikel ini*
Photo by Christin Hume on Unsplash
Awalnya ia menduga karena overdosis kafein karena setiap harinya ia mengonsumsi lebih dari tujuh gelas kopi hitam. Dampaknya, tubuhnya selalu meminta jatah kafein dari waktu ke waktu. Untung saja tidak ada masalah lain seperti lambung yang dialami banyak orang.
Namun setelah pemeriksaan laboratorium, ternyata ia mengalami kekurangan Vitamin D jauh di bawah batas normal. Saya pun teringat kembali pembahasan pada masa pandemi dimana banyak masyarakat Indonesia yang memang kekurangan vitamin yang satu ini. Apa saja penyebabnya?
Malas Terpapar Sinar Matahari
Salah satu sumber Vitamin D adalah sinar matahari. Ironis sebenarnya mengingat Indonesia adalah negara tropis yang hanya mengenal musim kemarau, musim penghujan, (dan musim buah). Di negara kita hampir setiap harinya ada sinar matahari, namun justru banyak penduduknya yang kurang terpapar sinar matahari.
Banyak di antara kita (terutama kaum wanita) yang justru menghindari sinar matahari. Alasannya karena takut kulit hitam dan kusam. Tidak heran, produk sunscreen pun sangat laku beberapa waktu belakangan ini.
Padahal untuk mendapatkan vitamin D yang cukup, setiap harinya kita hanya perlu terpapar beberapa menit saja. Betul sekali, banyak masyarakat yang tersadar manfaat ini saat pandemi. Tapi sekarang ini, banyak masyarakat yang melupakannya.
Aktivitas Dalam Ruang
Alasan lain karena pada kesehariannya banyak masyarakat yang memang beraktivitas di dalam ruang. Karena tuntutan pekerjaan, bagi sebagian orang sebagian besar waktu dihabiskan di dalam ruangan. Betah-betah saja beraktivitas di ruangan seperti ini apalagi ber-AC.
Pola yang sama pun ditemukan pada kalangan anak-anak. Dimana pada saat ini hiburan mudah ditemukan di perangkat telepon genggam. Baik itu konsumsi video ataupun game dapat diakses cepat melalui genggaman. Sehingga untuk mengisi waktu luang, banyak anak saman sekarang pun yang enggan untuk bermain di luar rumah.
Begitu pula dengan Ibu Rumah Tangga yang dimudahkan dengan berbagai aplikasi layanan antar online. Karena semua dapat dipesan dan dikirimkan ke rumah, banyak ibu-ibu pun yang tidak merasa perlu keluar rumah hanya untuk berbelanja keperluan sehari-hari apalagi di siang hari.
Pola Konsumsi
Selain itu sebagian orang Indonesia pun memang cenderung tidak terbiasa mengonsumsi makanan yang kaya vitamin D seperti misalnya makanan laut, minyak ikan, susu, dan banyak lainnya.
Daging paling populer dikonsumsi masyarakat Indonesia adalah ayam. Paling kalau pun bosan ikan air tawar, sapi, atau kambing. Untuk sayurannya relatif jarang mengkonsumsi brokoli, bayam, dan tomat. Sehingga memang dari pilihan makanan pun tidak begitu banyak terkandung Vitamin D.
Alasannya? Pola, pilihan, dan selera makan yang memang terbentuk sejak kecil. Sehingga banyak masyarakat yang memang tidak terbiasa mengonsumsi beberapa pilihan makanan yang kaya Vitamin D.
Penutup
Kekurangan Vitamin D bisa jadi menyebabkan dampak yang serius. Contohnya seperti tulang dan gigi mudah rapuh, meningkatkan risiko penyakit jantung, depresi, mudah lelah, belum lagi daya tahan tubuh yang menurun. Berbagai dampak ini memang baru disadari setelah betul-betul dirasakan secara langsung. Padahal seharusnya dapat dicegah atau bahkan dihilangkan melalui pola hidup sehari-hari.
Mudah-mudahan tulisan ini dapat menjadi pengingat kita semua untuk memenuhi kebutuhan Vitamin D harian. Sudahkah Anda berjemur hari ini?
Penulis terus berupaya menyempurnakan diri melalui media tulisan. Tepuk tangan dan komentar teman-teman sangat berharga bagi penulis untuk meneruskan karyanya.
메타데이터
- post_id
- f991d9896e4d
- slug
- tren-kekurangan-vitamin-d-pada-masyarakat-indonesia-f991d9896e4d
- url
- https://medium.com/@valentino.edwin/tren-kekurangan-vitamin-d-pada-masyarakat-indonesia-f991d9896e4d
- canonical_url
- https://medium.com/@valentino.edwin/tren-kekurangan-vitamin-d-pada-masyarakat-indonesia-f991d9896e4d
- author_url
- https://medium.com/@valentino.edwin
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-16 21:20:58