← Back to list

Iris Legam Sialan

Iris legam sialan, terima kasih atas segala kemarin dan esok yang tidak pernah ada. Sebab sedari awal kau memang tidak benar-benar…

Anggita Mrd · 2025-07-31 19:15 · 0 claps · 1.2 min read
#ungkapan #monolog
Open on Medium ↗

Iris Legam Sialan

Iris legam sialan, terima kasih atas segala kemarin dan esok yang tidak pernah ada. Sebab sedari awal kau memang tidak benar-benar memiliki wujud. Kau hanya sepasang iris legam yang pernah menjebak pandang, menghadirkan gemuruh, dan membuatku berusaha mengatur deru nafas serapi mungkin. Kau hanya iris legam yang menyimpan berlapis jenis semesta; semesta gagasan; semesta kreasi; semesta ksatria; dan semesta-semesta lain yang mana aku tidak akan pernah tinggal di dalamnya.

Aku sering bertanya-tanya jika kau memiliki wujud, maka akan seperti apa rupamu? Tapi bagaimanapun wujudmu aku tidak akan begitu peduli, sebab untuk apa mengagungkan wujud jika hanya dengan mengenal iris legammu saja aku sudah dibaluti berbagai jenis pengalaman kesedihan dan kesenangan baru yang begitu langka dan tidak pernah kudapat sebelumnya. Semua jenis pengalaman yang membuat kecenderungan artistikku jungkir balik melahirkan sesuatu yang baru. Untuk apa peduli pada wujud jika sejatinya aku lebih bergairah dalam mencintai hal-hal yang tak kasat mata? (baca : hal-hal mengenai bagaimana iris legam memandang dunia dan menciptakan semesta baru di dalamnya).

Iris legam sialan, kau memang kadang begitu menipu dengan pura-pura melahirkan nuansa sendu dan lembut dalam sorotmu. Padahal, pada beberapa mimpi dalam tidurku, aku sering mendengarkan kau mengeluarkan suara yang jauh dari lembut kala menyebut namaku. Acapkali berupa bentakan terlebih ketika dalam mimpi itu aku pura-pura memilih menyukai iris lain yang memiliki wujud.

Iris legam sialan, mulanya memang aku rasa ada kesamaan bahasa antara iris aku dan kau, bedanya kau sialan dan aku tidak. Aku memang tak mati jika tak bisa bernaung pada semestamu, sebab aku pun bisa menciptakan semestaku sendiri. Namun kala itu, gelora kurang ajar tak bisa dibendung, muncul begitu saja sebagai suatu bentuk kelelahan atas status yang selalu saja menjadi pencari ilham dan ide, tanpa pernah menjadi salah satu atau keduanya.

Iris legam sialan, senantiasa berucap syukurlah siapapun yang berhasil tinggal di dalammu, siapapun yang tak pernah beradu pandang denganmu, serta siapapun yang pernah beradu pandang namun begitu buta dan banal dalam memandangmu.


메타데이터
post_id
fb31ddcc3b4b
slug
iris-legam-sialan-fb31ddcc3b4b
url
https://medium.com/@ruangnaskah/iris-legam-sialan-fb31ddcc3b4b
canonical_url
https://medium.com/@ruangnaskah/iris-legam-sialan-fb31ddcc3b4b
author_url
https://medium.com/@ruangnaskah
status
ok
fetched_at
2026-07-23 01:15:00