Tidak Kompetitif
Karena tujuan ikut lomba lari hanyalah ingin menyelesaikannya saja
Tidak Kompetitif
Photo by afiq fatah on Unsplash
Olahraga saya adalah lari. Ketika berada di Jakarta, biasanya saya lakukan di pagi hari. Tiga tahun belakangan ini, setelah pindah ke Paris, kebiasaan ini bisa saya lakukan kapan saja. Pagi, siang, sore bahkan di malam hari. Cuaca di kota ini memungkinkan kita untuk melakukan olahraga kapan saja sesuai selera kita.
Saya juga mengikuti lomba lari. Beberapa tahun ini, saya mengikuti minimal 1 lomba setiap tahun. Bisa lomba half marathon atau marathon. Saya belum pernah mengikuti lomba lari di bawah jarak 15 km. Bukan karena meremehkan lari jarak pendek atau karena sok-sokan jagoan, tapi lebih pada merasa rugi apabila ikut lomba, tapi selesainya terlalu cepat. Karena ketika lomba, ada uang yang kita keluarkan, ada waktu lebih yang harus kita sisihkan dan ada latihan sebelum lomba yang harus kita persiapkan. Jadi, kalau kita terlalu cepat menyelesaikannya, seperti ada “nilai” yang kurang sesuai antara cost dan benefit-nya, antara “pengeluaran” dan “hasil”-nya. Istilahnya, emoh rugi.
Saya bukan pelari jagoan yang punya catatan lari baik. Saya hanya pelari biasa. Boleh dibilang tidak kompetitif. Catatan waktu saya, untuk ukuran pelari rekreasional, tidak masuk dalam kategori luar biasa. Catatan terbaik saya di marathon adalah 4 jam 42 menit 07 detik atau pace 6:41 per km dan di half marathon adalah 2 jam 15 menit 55 detik atau pace 6:27 per km. Banyak pelari-pelari rekreasional yang jauh lebih cepat daripada saya.
Saya tidak pernah tertarik untuk berkompetisi dan punya target tertentu ketika menyelesaikan lomba lari. Alasan saya mengikuti lomba lari adalah menantang diri sendiri untuk menyelesaikan lomba tersebut. Kita bisa saja melakukannya sendiri, tanpa perlu daftar dan ikut-ikutan lomba. Tetapi ada semacam suasana menyenangkan dan membangkitkan gairah ketika kita ikut lomba lari. Dan ketika lomba, kita lari bersama-sama dengan ribuan orang. Hal ini menambah daya tarik lomba lari.
Saya tidak masalah dengan pelari rekreasional yang mencoba kompetitif. Pelari yang memperlakukan lari dengan serius. Pelari yang selalu ingin mencapai rekor di lomba-lomba berikutnya. Tapi itu bukan diri saya. Saya hanya suka lari saja. Titik. Saya pun suka dengan lomba lari. Saya tidak ikut lomba lari dengan tujuan ingin lebih baik dari orang lain. Bukan. Saya ikut lomba karena ingin saja. Memang ada lomba lari yang saya tetapkan targetnya. Tapi tidak pernah spesifik. Targetnya hanyalah punya catatan waktu lebih baik dari sebelumnya. Apabila tidak tercapai, ya sudah. Saya tidak kecewa. Besok-besok saya tetap lari dan ikut lomba lagi kok.
메타데이터
- post_id
- fde143382fde
- slug
- tidak-kompetitif-fde143382fde
- url
- https://medium.com/@ystnst/tidak-kompetitif-fde143382fde
- canonical_url
- https://medium.com/@ystnst/tidak-kompetitif-fde143382fde
- author_url
- https://medium.com/@ystnst
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-18 00:10:23